Pilih-pilih Orang? Warga Labulia Bongkar Dugaan Pemilihan BPD ‘Siluman’ Tanpa Sosialisasi”

Sabtu, 23 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi||BPD Labulia: Pemilihan Diam-Diam, Anggaran Misterius

Lombok Tengah – Proses pemilihan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Labulia, Kecamatan Jonggat Kabupaten Lombok Tengah, menuai sorotan tajam warga. Minimnya sosialisasi, tertutupnya informasi anggaran, hingga dugaan “main mata” dalam rekrutmen calon membuat warga bertanya-tanya: Ini pemilihan wakil rakyat atau arisan tertutup?

Keluhan mencuat dari sejumlah warga Dusun Bunduduk. LN, salah satu warga, mengaku kaget karena tahapan pemilihan sudah berjalan tanpa pemberitahuan jelas ke masyarakat.

“Sosialisasi ke masyarakat sangat minim. Banyak warga baru tahu setelah prosesnya jalan. Kalau di desa lain, tahapan BPD diumumkan sampai ke dusun. Di Labulia kok senyap? Ada apa ini,” ungkap LN, Jumat (23/5/2026).

Rapat Tertutup, Hasil Tak Dibuka

Menurut warga, musyawarah tingkat desa memang sempat digelar. Namun hasilnya tak pernah disebarluaskan. Kondisi ini memicu kecurigaan ada upaya menyetir proses agar calon BPD terpilih sesuai “selera” pihak tertentu.

Baca Juga :  Lomba Tadarus LPTQ Lombok Tengah Resmi Ditutup, Ini Daftar Juaranya

Senada, warga berinisial SI menyebut undangan rapat pun diduga tebang pilih. “Kalaupun ada sosialisasi, yang diundang hanya kalangan tertentu. Yang hadir juga tidak ada yang berani buka suara ke publik,” katanya.

Tak hanya jadwal dan mekanisme pemilihan yang gelap, soal anggaran pun misterius. Ustadz Rabe, peserta rapat, mengaku tak tahu-menahu asal-usul dan besaran dana pemilihan BPD. “Di rapat tidak disampaikan. Kami tidak tahu sumber dan jumlah anggarannya,” ujarnya.

Baca Juga :  142 Kades Melakukan Perjanjian Kerja sama Tentang Program Jaga Desa Dengan Kejari Praya

Desak Transparansi, Kades Bungkam

Warga menegaskan BPD adalah representasi masyarakat yang berfungsi mengawasi jalannya pemerintahan desa. Karena itu, proses pemilihannya wajib demokratis dan terbuka.

“Kami hanya ingin proses yang adil dan transparan. BPD itu wakil kami,” tegas SI.

Warga lain, LK, berharap pemerintah desa membuka ruang komunikasi lebih luas agar tak muncul dugaan kepentingan terselubung. “Jangan sampai BPD jadi lembaga ‘titipan’,” katanya.

Editor: Muhammad ROSIDI

Penulis : TOH

Editor : Rossidi

Sumber Berita : Lombokdaily.net

🗂️🗂️🗂️🗂️LOMBOKDAILY TERKAIT

HEBOH! Pilkades Darek Kacau Balau, Tokoh Pemuda Bongkar 27 Data Ngawur: NIK Hilang, DPT Fiktif!
DEBAT SKAKMAT DI DPRD LOTENG: Halim vs Ketua Komisi I Adu Mulut Soal Surat Sehat. “Buktikan Dulu Dia Storke”
GEGER CAGAR ALAM PRABU DIKAVLING JADI VILA! Ketua GMPRI Loteng Murka: Reboisasi Dulu, Jangan Jual Hutan Jadi Ladang Cuan PT Tira!
KANTOR DESA KABUL SEMPAT DISEGEL, KADIS PMD: ITU GAWE PANITIA, BUKAN GAWE DPMD
SKANDAL PILKADES KABUL MELEDAK: Surat Sehat Diduga Palsu, Uang BUMDes 11 Tahun Macet, KTP Siluman 6370 Lembar!
Buku Tanah Harus Buka Suara, Hak Warga Menunggu Kepastian
DANA SILUMAN DPRD NTB : DIKEMBALIKAN BUKAN BERARTI DIMAAFKAN
DARI HULU MATA AIR LANTAN, KADES PASANG BADAN UNTUK DIRUT PDAM LOTENG
Berita ini 36 kali dibaca

🗂️🗂️🗂️🗂️LOMBOKDAILY TERKAIT

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:24 WIB

HEBOH! Pilkades Darek Kacau Balau, Tokoh Pemuda Bongkar 27 Data Ngawur: NIK Hilang, DPT Fiktif!

Selasa, 6 Oktober 2026 - 15:51 WIB

DEBAT SKAKMAT DI DPRD LOTENG: Halim vs Ketua Komisi I Adu Mulut Soal Surat Sehat. “Buktikan Dulu Dia Storke”

Senin, 5 Oktober 2026 - 18:05 WIB

GEGER CAGAR ALAM PRABU DIKAVLING JADI VILA! Ketua GMPRI Loteng Murka: Reboisasi Dulu, Jangan Jual Hutan Jadi Ladang Cuan PT Tira!

Kamis, 1 Oktober 2026 - 14:56 WIB

KANTOR DESA KABUL SEMPAT DISEGEL, KADIS PMD: ITU GAWE PANITIA, BUKAN GAWE DPMD

Selasa, 29 September 2026 - 16:29 WIB

SKANDAL PILKADES KABUL MELEDAK: Surat Sehat Diduga Palsu, Uang BUMDes 11 Tahun Macet, KTP Siluman 6370 Lembar!

🗂️🗂️🗂️🗂️LOMBOKDAILY TERBARU