LOMBOK TENGAH — Senin siang (30/6), Ahmad Halim Aran panggil wartawan. Dia orang asli Dusun Pampang, Desa Kabul, Praya Barat Daya. “Saya tahu tanah ini dari akar sampai buah kelapa. Saya lahir di sini,” katanya.
Yang dia bahas tanah 1,33 hektare di Dusun Kending Sampi yang lagi ribut antara pihak M. Yusuf Cs lawan Kium alias Amaq Miun. Kasus ini sudah lama, sampai pengacara Yusuf, Nurdin Dino, pernah lapor dugaan pengeroyokan ke Polres karena laporan tak jalan.
Halim fokus ke 4 hal:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
1. Penangkapan Yusuf janggal
Katanya, video yang viral itu bukan penganiayaan satu arah, tapi saling pukul. “Saling getek, saling jagur.”
Anehnya, Yusuf sudah lapor sejak 2013 ke Polsek, terus lapor lagi ke Polres setahun lalu. Sampai sekarang tidak naik.
“80 persen warga Kabul nanya, kenapa cepat tangkap Yusuf, tapi laporan dia didiamkan?” ujar Halim.
2. Bukan buronan, cuma cari makan
Halim bantah Yusuf kabur. “Dia bukan residivis, bukan bandar narkoba. Dia keluar karena maag, mau beli makan.”Soal tidak datang 3 kali panggilan, Halim bilang tidak benar. Sekali tidak datang karena penyidik tidak ada, tapi Yusuf tetap datang di hari lain. Waktu mau diamankan, Yusuf minta tunggu pengacaranya dulu.
3. Pipil 1993 atas nama Ama Irah
Halim tunjuk bukti: pipil nomor 190 terbit Mataram tahun 1993, nama Ama Irah.
Dia sebut kode SPPT-nya:
52 = NTB . 02 = Lombok Tengah 1110 = Praya Barat Daya. 002 = Desa Kabul. Blok 0041, SPPT 0040
Luas: 1 hektare 33 are.
“Kalau mau ganti nama dari Ama Irah ke Ama Kium, harus ada 3: jual beli, hibah, atau warisan. Mana suratnya?” tanya Halim ke pengacara lawan.
4. Warisan harus adil
Ama Irah dan Ama Kium itu kakak beradik, anak dari Balok Alim. Menurut Halim, secara hukum waris (faraid) tidak mungkin Ama Irah tidak dapat bagian.
Dia tunjuk peta ketikan tahun 90-an: utara bagian Ama Kium, selatan Ama Irah, sebelahnya Ama Asum. “Tanah bapak saya saja di sebelahnya. Masa saya tidak tahu?”
Dia bandingkan dengan gambar tulis tangan yang diduga dibuat 2006. “Ini jelek. Siapa yang bikin?”
Halim klaim tanah itu hak ahli waris Ama Irah, termasuk orang tuanya Yusuf. Dia juga ancam akan lapor dugaan Letter C palsu dalam 1-2 bulan ke depan.||Editor : Muhammad ROSIDI
Penulis : TOH
Editor : Rossidi
Sumber Berita : Lombokdaily.net
















