HALIM: “YUSUF SUDAH LELAH LAPOR SEJAK 2013, KAMI SIAP JAMIN, SIAP TURUN SERIBU ORANG”

Rabu, 1 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LOMBOK TENGAH – Usai buka pipil 1993, Ahmad Halim bicara soal laporan yang mandek dan rencana aksi warga.

“Saya minta ke Yusuf, kalau dipukul ya lapor balik biar imbang. Jawabnya cuma satu: lelah ngelapor kakak,” kata Halim menirukan adiknya.

Menurut Halim, Yusuf sudah lapor sejak 2013 ke Polsek. “Sudah ada. Tapi sampai sekarang jalan di tempat.”

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Halim tegaskan dia tidak menyerang oknum penyidik. “Yang saya tuntut institusinya. Polseknya harus dibenahi. Kami kuat duga ada SOP yang salah,” ujarnya.

Baca Juga :  Ada Kejadian Curanmor, Pelaku Ditangkap!

Keluarga sekarang, kata dia, sedang siapkan upaya hukum agar Yusuf ditangguhkan. “InsyaAllah Yusuf kooperatif. Sudah banyak yang mau jamin. 80 persen warga Desa Kabul siap jadi penjamin. Dia tidak akan lari. Karena dia yang benar punya tanah itu.”

Kalau tidak ada jalan, Halim ancam aksi. “Saya siapkan seribu orang. Harus ke Polres Lombok Tengah. Ini bukan hobi, tapi karena kita cari keadilan.”

Baca Juga :  Ada Begal Perampas HP Dengan Senjata Tajam Beraksi! Waspadalah!

Dia menyatakan bahwa posisinya bukan pengacara. “Saya berdiri atas nama keluarga dan masyarakat Kabul yang peduli. Saya di tengah, di jalan kebenaran.”

Halim juga bongkar hasil mediasi di kantor desa.

“Sudah berapa kali mediasi. Dua belah pihak datang, disuruh tunjuk bukti. Sayangnya pihak lawan tidak bisa tunjukkan pipilnya. Sertifikat juga tidak ada.

“Kalau memang ada sertifikat, nomor berapa? Atas nama siapa? Kami yakin tidak ada,” katanya.

Soal dua surat sporadik yang diajukan lawan, Halim menyatakan bahwa itu bukan bukti milik. “Sporadik itu belum ditandatangani satu. SPPT juga bukan bukti milik. Bukti milik itu sertifikat.” Katanya.

Baca Juga :  Dua Anggota DPRD Loteng Jadi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi

Dia ulang lagi soal pipil nomor 190 tahun 1993 atas nama Ama Irah. “Ini salinan dari pipil Ama Alim- bapaknya Ama Irah, Ama Kium, Ama Asum. Di gambar ketik manual tahun 90-an sudah jelas, ada tanah saya, tanah orang tua saya di utaranya. Masa saya lahir di sana tidak tahu sejarahnya?. | Editor:  Muhammad ROSIDI

Penulis : TOH

Editor : Rossidi

Sumber Berita : Lombokdaily.net

🗂️🗂️🗂️🗂️LOMBOKDAILY TERKAIT

SKANDAL PILKADES KABUL MELEDAK: Surat Sehat Diduga Palsu, Uang BUMDes 11 Tahun Macet, KTP Siluman 6370 Lembar!
PONPES ATAU SARANG NAFSU? 16 SANTRI DIDUGA JADI KORBAN MODUS ISTRI KEDUA
Abah Sumar Akhirnya Datang Penuhi Panggilan Polisi
Buku Tanah Harus Buka Suara, Hak Warga Menunggu Kepastian
Langkah Besar TGH Sumar: Serahkan Ponpes Abul Barokat ke TGB dan Mundur dari Semua Jabatan
17 TAHUN DIPENDEM, SKANDAL PONPES BUNKATE MELEDAK!
Dilaporkan Sejak Februari, Kasus Tuan Guru di Loteng Jadi Prioritas – Korban Sempat Hilang Kabar di Mesir
Geger Laporan BBC Viral! Ponpes ABW di Lombok Tengah Digeruduk Wali Santri Tengah Malam, Ramai-ramai Jemput Anak
Berita ini 36 kali dibaca

🗂️🗂️🗂️🗂️LOMBOKDAILY TERKAIT

Selasa, 29 September 2026 - 16:29 WIB

SKANDAL PILKADES KABUL MELEDAK: Surat Sehat Diduga Palsu, Uang BUMDes 11 Tahun Macet, KTP Siluman 6370 Lembar!

Senin, 28 September 2026 - 19:36 WIB

PONPES ATAU SARANG NAFSU? 16 SANTRI DIDUGA JADI KORBAN MODUS ISTRI KEDUA

Senin, 28 September 2026 - 19:20 WIB

Abah Sumar Akhirnya Datang Penuhi Panggilan Polisi

Kamis, 24 September 2026 - 10:32 WIB

Buku Tanah Harus Buka Suara, Hak Warga Menunggu Kepastian

Kamis, 24 September 2026 - 08:02 WIB

Langkah Besar TGH Sumar: Serahkan Ponpes Abul Barokat ke TGB dan Mundur dari Semua Jabatan

🗂️🗂️🗂️🗂️LOMBOKDAILY TERBARU

Pemerintahan Lombokdaily

Dekranasda Lombok Tengah Promosikan Tenun dan Kerajinan Ketak di Kriyanusa Jakarta

Selasa, 29 Sep 2026 - 12:44 WIB

Kasus Lombokdaily

PONPES ATAU SARANG NAFSU? 16 SANTRI DIDUGA JADI KORBAN MODUS ISTRI KEDUA

Senin, 28 Sep 2026 - 19:36 WIB

Kasus Lombokdaily

Abah Sumar Akhirnya Datang Penuhi Panggilan Polisi

Senin, 28 Sep 2026 - 19:20 WIB