Dugaan Gratifikasi DPRD NTB Memanas Tiga Terdakwa Bakal Adukan Penanganan Perkara ke Jakarta

Kamis, 2 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MATARAM – Tiga terdakwa kasus dugaan gratifikasi di lingkungan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyatakan akan membawa persoalan penanganan perkara mereka ke tingkat pusat di Jakarta. Hamdan Kasim, Indra Jaya Usman, dan M. Nashib Iqroman, yang akrab disapa Acip, menuding adanya kejanggalan, ketidakadilan, dan kesan dipaksakan dalam proses hukum yang mereka hadapi.

Pernyataan ini disampaikan Acip setelah menjalani persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Mataram pada Kamis, 2 April 2026. Menurut Acip, sejak tahap penyelidikan hingga penyidikan, terdapat banyak indikasi pelanggaran prosedur dan ketimpangan.

“Kami bertiga sudah sepakat melaporkan. Dari penyelidikan sampai penyidikan, banyak hal janggal dan ada ketidakadilan,” tegas Acip.

Ketiga terdakwa berencana melapor ke berbagai lembaga tinggi, termasuk Jaksa Agung, Ombudsman Republik Indonesia, Komisi Kejaksaan, hingga Komisi III DPR RI. Mereka berharap agar proses hukum dapat berjalan sesuai prinsip keadilan dan tidak ada tebang pilih.

Sorotan utama para terdakwa terletak pada substansi perkara, khususnya ketimpangan penindakan antara pihak pemberi dan penerima gratifikasi. Dalam dakwaan jaksa, ketiga terdakwa disebut sebagai pihak pemberi uang kepada sejumlah anggota DPRD NTB. Namun, para anggota dewan yang disebut secara eksplisit sebagai penerima dalam dakwaan, ironisnya, belum diproses hukum.

Baca Juga :  Waspadalah! Siapa Tahu Komplotan Specialist Rumah Kosong Intai Anda

“Kami didakwa sebagai pemberi, sementara penerima yang sudah jelas disebut dalam dakwaan tidak diproses sama sekali,” ungkap Acip.

Ia menambahkan bahwa dalam hukum tindak pidana korupsi, relasi antara pemberi dan penerima adalah satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Hal ini, menurutnya, sesuai dengan Pasal 5 ayat (1) huruf a UU No. 31 Tahun 1999 jo. UU No. 20 Tahun 2001 yang mengatur pidana bagi pemberi suap, serta Pasal 12 huruf a dan Pasal 12B yang mengkriminalisasi penerima suap atau gratifikasi oleh penyelenggara negara. Mengabaikan salah satu unsur ini dapat membuat konstruksi perkara menjadi timpang dan berpotensi melanggar asas equality before the law.

Baca Juga :  Kawal Kasus Dugaan Korupsi KONI , FP4 NTB Hearing di Kejari Mataram

Acip juga menyinggung semangat Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru yang menekankan keadilan sebagai prinsip utama. “Dalam KUHP baru, keadilan itu lebih utama. Tapi itu tidak kami rasakan dalam perkara ini,” ujarnya.

Meskipun demikian, Acip mengaku sempat mendengar pernyataan majelis hakim yang menyebut bahwa pihak penerima masih dalam proses penanganan. “Mudah-mudahan benar seperti yang disampaikan majelis hakim, mereka tinggal menunggu antrean,” harapnya.

Kasus ini kini menjadi perhatian publik, tidak hanya karena dugaan praktik gratifikasi di lembaga legislatif daerah, tetapi juga karena menguji konsistensi dan integritas aparat penegak hukum dalam menerapkan prinsip keadilan yang utuh. (Toh).

Penulis : TOH

Editor : Rossidi

Sumber Berita : Lombokdaily.net

🗂️🗂️🗂️🗂️LOMBOKDAILY TERKAIT

13 OKNUM DPRD NTB KEBAL HUKUM? SASAKA GEDOR KEJATI
HALIM: “YUSUF SUDAH LELAH LAPOR SEJAK 2013, KAMI SIAP JAMIN, SIAP TURUN SERIBU ORANG”
SASAKA GEBRAK KEJATI: DANA SILUMAN DPRD NTB JANGAN JADI KASUS SILUMAN!
LSBH NTB LAPOR ITDC KE KPK DUIT 120 KK MANDALIKA DIDUGA RAIB Rp19 MILIAR
Polres Lombok Tengah Tangani Laporan Dugaan UU ITE dari Akun Facebook “Mbk Mona”   
GEMPAR! Tanah Hj Baiq Supilawati di Selong Blanak ‘Raib’ Dibeli Orang Jakarta, Diduga Ada Mafia Tanah
4 Pejabat dan Rekanan Tumbang: Skandal Truk Sampah Rp5,1 M Seret Kadis hingga Direktur ke Penjara 
GONCANG! KEJARI LOTENG TURUN GUNUNG, SELAMATKAN 256 RIBU METER TANAH DESA DARI CENGKERAMAN SENGKETA
Berita ini 56 kali dibaca

🗂️🗂️🗂️🗂️LOMBOKDAILY TERKAIT

Kamis, 2 Juli 2026 - 08:46 WIB

13 OKNUM DPRD NTB KEBAL HUKUM? SASAKA GEDOR KEJATI

Rabu, 1 Juli 2026 - 11:27 WIB

HALIM: “YUSUF SUDAH LELAH LAPOR SEJAK 2013, KAMI SIAP JAMIN, SIAP TURUN SERIBU ORANG”

Rabu, 24 Juni 2026 - 13:25 WIB

SASAKA GEBRAK KEJATI: DANA SILUMAN DPRD NTB JANGAN JADI KASUS SILUMAN!

Selasa, 23 Juni 2026 - 11:17 WIB

LSBH NTB LAPOR ITDC KE KPK DUIT 120 KK MANDALIKA DIDUGA RAIB Rp19 MILIAR

Minggu, 21 Juni 2026 - 12:57 WIB

Polres Lombok Tengah Tangani Laporan Dugaan UU ITE dari Akun Facebook “Mbk Mona”   

🗂️🗂️🗂️🗂️LOMBOKDAILY TERBARU

Oplus_0

Sport Lombokdaiky

118 WARTAWAN NTB LOLOS PORWANAS, LOTENG KIRIM ROSIDI MAIN DOMINO

Kamis, 2 Jul 2026 - 18:37 WIB

Pemerintahan Lombokdaily

Dinsos Loteng: Data Disabilitas Ribuan, Terbanyak Mental, Susah Kalau Tak Ada KTP

Kamis, 2 Jul 2026 - 12:09 WIB

Hukrim Lombokdaily

13 OKNUM DPRD NTB KEBAL HUKUM? SASAKA GEDOR KEJATI

Kamis, 2 Jul 2026 - 08:46 WIB