Mimpi Jadi Penghafal Quran Pupus, Korban Masih SMP | “Kami Titip Anak Untuk Dididik, Bukan Disakiti”
LOTENG– Air mata tak terbendung di Pondok Pesantren Pujut. Tempat yang seharusnya jadi rumah ilmu dan akhlak, justru menyimpan luka paling dalam bagi empat santri kecil. MYA, guru yang tiap hari mereka panggil “Ustaz”, kini resmi ditetapkan Polres Lombok Tengah sebagai tersangka pencabulan.
“Pelaku MYA hari ini kita tetapkan sebagai tersangka kasus pencabulan (sodomi) terhadap santrinya. Tersangka saat ini sudah kita amankan di ruang tahanan khusus Mapolres Lombok Tengah,” ucap Kasat Reskrim AKP Punguan Hutahaean, S.Tr.K., S.I.K., Kamis (15/5), dengan nada bergetar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
TERUNGKAP KARENA TUBUH KECIL TAK KUAT LAGI MENAHAN SAKIT
Tragedi ini terbongkar bukan karena laporan, tapi karena jerit tubuh korban yang tak sanggup lagi bungkam. Seorang santri jatuh sakit. Badannya lemah, jalannya tertatih. Di Puskesmas Sengkol, diagnosa dokter bagai petir anak sekecil itu mengidap penyakit menular seksual.
Dalam isak tangis, korban akhirnya mengaku ke pimpinan ponpes. Tangan yang seharusnya membimbing mengaji, justru merenggut masa depannya. Tiga santri lain pun ikut buka suara. Semua masih SMP. Semua dikirim orang tuanya dari desa-desa di Pujut dengan satu harapan jadi anak saleh, penghafal Quran.
Kini, harapan itu remuk. Al-Quran di tangan mereka basah oleh air mata.
DERITA YANG TAK TERUCAP
Bayangkan jadi orang tua mereka. Melepas anak dengan pelukan dan doa di gerbang ponpes, menitipkan mimpi setinggi langit. Lalu pulang hanya membawa kabar anaknya jadi korban kebiadaban orang yang mereka panggil “guru”.
Para korban kini harus berjuang dua kali. Berjuang sembuh dari penyakit di tubuhnya, dan berjuang menyembuhkan luka di hatinya yang tak terlihat.
Polres Lombok Tengah berjanji tak akan diam. “Kami memastikan proses hukum berjalan secara profesional dan memberikan perhatian khusus terhadap pemulihan psikologis korban,” tegas AKP Punguan.
Karena di balik jeruji itu, ada empat masa depan yang harus diselamatkan. Ada empat tawa yang harus dikembalikan.PREDATOR BERJUBAH USTAZ: GURU PONPES PUJUT SODOMI 4 SANTRI SMP, DIBORGOL POLISI!
Editor: Muhammad ROSIDI
Penulis : TOH
Editor : Rossidi
Sumber Berita : Lombokdaily.net






















