Modus Cari Mangsa di Pertigaan, Kejari Loteng : Jangan Coba-coba Nampung Emas Panas!
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
PRAYA – Nongkrong biasanya cari angin, ini malah cari mangsa. Gara-gara “hobi” nongkrong di pertigaan Tampar-ampar, M. Padli Zulkarnaen sekarang harus nongkrong di kursi pesakitan PN Praya. Bareng JPU Suryo Dwiguno dan Wanda Meidina Akhmad, Kejari Loteng bongkar modus baru jambret: standby cantik di jalan, liat gelang emas mengkilap, langsung tancap gas. Korbannya? Hasibatul Farhiyah. Kerugian? Rp5,5 juta plus pergelangan tangan memar. Pelaku? Satu sudah diciduk, satu lagi si Ali Hanafi masih kabur entah nongkrong di mana. Kronologinya nggak kaleng-kaleng. Jumat sore 11/4/2025, Padli dan Ali parkir manis naik N-Max hitam. Liat korban naik Beat pakai gelang emas, naluri jambretnya langsung on. Dikejar, dipepet, ditarik, kabur. Korban bengong, emas melayang.
Kasi Intel Kejari Loteng, Alfa Dera, mewakili Kajari Putri Ayu Wulandari nggak tinggal diam. “Negara nggak kasih ampun preman jalanan. Satu sudah disidang, satu DPO biar polisi yang jemput. Kami yakin polisi nggak tidur,” sentilnya.
Sentilan paling pedas buat para penadah. Alfa ingatkan, modus “nongkrong nunggu target” lagi musim di Praya. “Mau nampung emas hasil jambret? Siap-siap diproses juga. Jangan mentang-mentang murah langsung sikat. Rantai kejahatan harus putus, bukan malah disambung,” tegasnya nyentil. Buat warga yang penasaran, Alfa persilakan kepo via SIPP PN Praya online. “Zaman transparan, Bos. Nggak ada yang ditutup-tutupi. Penegak hukum juga manusia, tapi kerja harus profesional,” tutupnya.
Editor : Muhammad ROSIDI
Penulis : TOH
Editor : Rossidi
Sumber Berita : Lombokdaily.net





















