“Air Mata dan Tawa Warnai Pisah Kenal Polres Loteng : Dari Kenangan Trek Sembalun hingga Janji Tak Putus Silaturahmi”

Selasa, 12 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PRAYA – Aula Polres Lombok Tengah bergemuruh haru dan tawa, Selasa malam (12/5/2026) pukul 19.30 WITA. Acara pisah kenal Kasat Lantas, Kanit Reg Ident, Kasat Narkoba, Kasat Intelkam, Kapolsek Kawasan Mandalika, dan Kapolsek Batukliang berlangsung hangat, menjadi panggung perpisahan sekaligus penyambutan penuh makna. Dipimpin Kapolres Lombok Tengah AKBP Eko Yusmiarto, S.I.K., acara ini bukan sekadar seremoni. Para pejabat lama melepas rindu, pejabat baru disambut dengan doa, dan kenangan 11 bulan 1 hari hingga 7 tahun pengabdian mengalir jadi cerita.

Rumah Kedua” yang Tak Terganti

Dalam sambutannya, AKBP Eko Yusmiarto menyampaikan terima kasih mendalam kepada para pejabat yang pindah tugas. “Polres ini jadi rumah kedua. Kekeluargaan dan solidaritasnya luar biasa,” ucap Kapolsek Mandalika yang berpamitan. Masa tugas memang bervariasi : ada yang 11 bulan 1 hari, 1 tahun 4 bulan, hingga 7 tahun pengabdian. Singkat, tapi padat pengalaman. Pengamanan event nasional-internasional, deteksi konflik sosial, hingga kegiatan masyarakat dituntaskan berkat sinergi tim dan dukungan masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kapolsek Mandalika : Dinamika Mandalika : HP Pantang Mati

Kapolsek Mandalika IPTU Kadek Ambara berbagi getirnya tugas di kawasan sirkuit. “Telepon harus selalu diangkat. HP tidak boleh mati atau lowbat. Tamu datang silih berganti, kesiagaan 24 jam,” kenangnya. Mandalika disebut menuntut personel selalu siap, tanpa jeda.

Baca Juga :  Saat Kapolda NTB Sambut Pak Presiden

Kenangan Kapolsek Batukliang: Dari Trek Sembalun hingga Beli Vesva demi Rasa Persaudaraan yng kuat dengan Kapolres dan jajaran Polres Loteng. ” Setia”

Momen paling menyentuh datang dari Kapolsek Batukliang, IPTU Reza. Bertugas 7 tahun di Loteng, ia angkat kisah tentang pegunungan : trekking Sembalun, video offroad, trabas, hingga “bisikan di rumah jangan beli” Vespa yang akhirnya dibeli pakai Uang Tabungan bersama Istri Tercinta.

Kecelakaan saat bertugas pun jadi kenangan tak terlupa. “7 tahun bukan waktu singkat. Tentu banyak salah. Atas nama pribadi dan keluarga, saya mohon maaf ke Bapak Kapolres, Kasat, PJU, para Kapolsek, Jajaran Polres dan anggota Polsek Batukliang,” ucapnya lirih. IPTU Reza kini berpindah tugas ke Lombok Barat sebagai Kasat Samapta.

Janji Setia dan Pantun Penutup 

Apresiasi khusus diberikan kepada Kasat Intelkam, Kasat Narkoba, Kanit Reg Ident, Kapolsek Mandalika, Kapolsek Batukliang yang disebut banyak memberi pelajaran. Nilai “setia” yang selalu ditekankan Kapolres disebut bukan sekadar slogan, tapi nyata diaplikasikan.

Acara ditutup meriah dengan canda, pantun, dan lagu dari AKBP Eko Yusmiarto.

Kanit Regident Alfarez pindah tugas Sebagi Kasat Reskrim Bima Kota juga sempat berbagi kisah penemuan jenazah di Bima Kota yang terduga pelakunya tertangkap sehari sebelum acara, sehingga ia tetap bisa hadir.

Baca Juga :  PP KAMMI Curigai Hidden Agenda Jokowi di Balik Perubahan UU Wantimpres Jadi DPA

“Silaturahmi yang dibangun Bapak Kapolres jangan sampai putus. Mau main ke Bima Kota, ke Tambora, hubungi saya. Siap bantu,” pesannya.

Pisah kenal ini menegaskan satu hal, seragam boleh berganti, tapi keluarga besar Polres Lombok Tengah tetap satu.

Pesan Terakhir Sang Intel: ‘Jaga Loteng Seperti Rumah Sendiri, Ilmu Intelijen adalah Nafas Kamtibmas’

Ada yang tak bisa disembunyikan dari sorot mata Kasat Intelkam AKP Komang  di Polres Lombok Tengah saat pisah kenal Selasa malam (12/5/2026). Ia bukan sekadar pindah tugas ke Polda NTB. Ia menitipkan Loteng.

Di tengah haru Aula Polres, ia secara khusus berpesan kepada seniornya, AKP Abdul Haris. Kalimatnya pelan, tapi menghujam “Bang Haris, titip Kamtibmas Loteng. Tetap layani masyarakat dengan hati. Jangan lepas.”

Ilmu Intelijen Kunci Loteng Tetap Adem 

Baginya, kondusifitas Lombok Tengah bukan kebetulan. Ia menegaskan, ilmu intelijen harus tetap jadi yang utama dalam menjaga ketertiban di tengah masyarakat.

“Deteksi dini, cegah potensi konflik, rangkul semua elemen. Itu nafasnya intelijen. Kalau itu dijaga, Loteng akan tetap adem,” pesannya lirih di hadapan Kapolres AKBP Eko Yusmiarto, Wakapolres, Kanit SDM, PJU, dan seluruh anggota.

Baca Juga :  RSUD Praya Terus Tingkatkan Kualitas Pelayanan Masyarakat

Selama bertugas, ia menyebut Loteng sudah seperti rumah sendiri. Setiap sudut, setiap dinamika sosial, sudah jadi bagian dari denyut kerjanya. Karena itu, melepas Loteng terasa seperti melepas keluarga.

Titip Pesan untuk Senior, Titip Hati untuk Masyarakat

AKP Abdul Haris disebut sebagai sosok mentor yang matang di lapangan. “Saya percaya Abang mampu. Jaga anggota, dengar keluhan masyarakat, jangan kendor. Pelayanan itu ibadah,” lanjutnya.

Ia juga pamit kepada seluruh Bhayangkari, perwira, dan anggota. Ada maaf yang diselipkan untuk khilaf selama bertugas, ada doa agar silaturahmi tak putus meski baju dinas sudah beda kesatuan.

“Loteng Bukan Sekadar Wilayah Tugas”  

Suasana pecah saat ia menutup sambutan. “Buat saya, Loteng bukan sekadar wilayah tugas. Ini rumah. Dan rumah harus dijaga. Titip ya, Bang Haris. Titip semua.”

Tepuk tangan, mata berkaca-kaca, dan pelukan jadi penutup. Sang Kasat Intelkam boleh berangkat ke Polda NTB, tapi hatinya, katanya, tetap tertinggal di Loteng.

Kapolres AKBP Eko Yusmiarto mengapresiasi dedikasi sang Kasat. “Ilmu intelijen yang beliau tanam akan terus kami jaga. Selamat bertugas di tempat baru. Loteng bangga pernah jadi bagian sejarah Adinda,” tutup Kapolres.

Editor : Muhammad ROSIDI

Penulis : TOH

Editor : Rossidi

Sumber Berita : Lombokdaily.net

🗂️🗂️🗂️🗂️LOMBOKDAILY TERKAIT

Langgar Aturan Jarak, 25 Minimarket Waralaba di Loteng Disegel Sementara
Pangkalan Gas Siluman, Ada Plang, Tak Ada Gas, Harga Sesuka Hati
HUT Bhayangkara ke-80 Antara Pisau Khitan, Jarum Donor, dan Jurus Dekat ke Rakyat
Pengabdian di HUT Bhayangkara ke-80, Polres Loteng Khitan 51 Anak Gratis dan Donor Darah
Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Lombok Tengah Gelar Sunatan Massal Gratis dan Donor Darah
RAYANZA NYUSUL BELI PULSA, NETIZEN NYEBAR FITNAH HOAKS PENCULIKAN BIKIN DESA BATUNYALA GEGER
Ngopi Cantik di Ruang Kapolda, ABUJAPI Dapat ‘PR’ Tebal Bereskan Kompetensi Satpam dan Legalitas BUJP
Nongkrong Bawa Petaka! Jambret N-Max Keok di Sidang, Penadah Siap-Siap Gigit Jari
Berita ini 37 kali dibaca

🗂️🗂️🗂️🗂️LOMBOKDAILY TERKAIT

Selasa, 12 Mei 2026 - 23:34 WIB

“Air Mata dan Tawa Warnai Pisah Kenal Polres Loteng : Dari Kenangan Trek Sembalun hingga Janji Tak Putus Silaturahmi”

Senin, 11 Mei 2026 - 14:24 WIB

Langgar Aturan Jarak, 25 Minimarket Waralaba di Loteng Disegel Sementara

Senin, 11 Mei 2026 - 06:06 WIB

Pangkalan Gas Siluman, Ada Plang, Tak Ada Gas, Harga Sesuka Hati

Minggu, 10 Mei 2026 - 15:41 WIB

HUT Bhayangkara ke-80 Antara Pisau Khitan, Jarum Donor, dan Jurus Dekat ke Rakyat

Jumat, 8 Mei 2026 - 20:52 WIB

Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Lombok Tengah Gelar Sunatan Massal Gratis dan Donor Darah

🗂️🗂️🗂️🗂️LOMBOKDAILY TERBARU

Lombokdaily Nasional

Langgar Aturan Jarak, 25 Minimarket Waralaba di Loteng Disegel Sementara

Senin, 11 Mei 2026 - 14:24 WIB

Lombokdaily Nasional

Pangkalan Gas Siluman, Ada Plang, Tak Ada Gas, Harga Sesuka Hati

Senin, 11 Mei 2026 - 06:06 WIB

Kepolisian Lombokdaily

HUT Bhayangkara ke-80 Antara Pisau Khitan, Jarum Donor, dan Jurus Dekat ke Rakyat

Minggu, 10 Mei 2026 - 15:41 WIB