PDAM Lombok Tengah Jangan Jadi Sapi Perah Politik

Jumat, 4 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Seleksi Direksi Harus Berbasis Kompetensi dan Transparansi, Bukan Balas Jasa Pilkada

PRAYA – Menjelang seleksi direksi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Lombok Tengah, pemerintah daerah dihadapkan pada momentum penting untuk memastikan perusahaan pelayanan publik itu dikelola secara profesional.

Seleksi direksi tidak boleh sekadar menjadi agenda pergantian jabatan, apalagi berubah menjadi ruang pembagian kepentingan politik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

PDAM merupakan perusahaan yang hidup dari pelayanan kepada masyarakat dan pembayaran rekening pelanggan. Karena itu, transparansi pengelolaan keuangan menjadi bagian yang tidak terpisahkan.

Pakar lingkungan NTB, Dr. (C) Nujumuddin, M.Si, mengingatkan agar PDAM Lombok Tengah jangan dijadikan “sapi perah politik”. Jabatan direksi harus diberikan kepada orang yang memiliki kompetensi, integritas, pengalaman manajerial dan pemahaman terhadap tata kelola perusahaan daerah.

Baca Juga :  Dari Lautan, Polisi Siap Amankan Pemilu 2024

Kekhawatiran terhadap masuknya kepentingan politik bukan persoalan sederhana. Ketika perusahaan publik dipimpin berdasarkan kedekatan politik, risikonya menjalar ke pengambilan keputusan, pengelolaan anggaran, kebijakan SDM hingga kualitas pelayanan.

“Pemerintah daerah perlu menghindari praktik menjadikan posisi strategis di perusahaan daerah sebagai kompensasi bagi orang-orang yang pernah berada dalam lingkaran politik tertentu, termasuk mereka yang pernah terlibat sebagai tim sukses dalam kontestasi Pilkada,” tegas Nujum.

Menurutnya, pengalaman politik tidak otomatis membuat seseorang tidak kompeten, tetapi pengalaman tersebut tidak boleh menggantikan persyaratan profesional.

Yang juga mendesak adalah membuka laporan kinerja direksi selama masa jabatan. Sebelum mengikuti proses seleksi berikutnya, direksi petahana semestinya menyampaikan secara terbuka apa saja yang telah dikerjakan, target yang tercapai dan yang belum, perkembangan jumlah pelanggan, kualitas pelayanan, serta kondisi keuangan.

Baca Juga :  MSQ Daftar Ketua KONI Hari Terakhir

Transparansi keuangan menjadi titik penting. Masyarakat perlu mengetahui secara proporsional bagaimana uang pelanggan dikelola, berapa pendapatan, biaya operasional, belanja, kewajiban, investasi, hingga kontribusi kepada pemerintah daerah.

“Pertanyaan publik sebenarnya sederhana. Jika pelanggan membayar rekening air setiap bulan, ke mana aliran uang tersebut dikelola? Berapa untuk perbaikan jaringan, pemeliharaan, investasi sumber air, dan mengatasi kebocoran? Dan bagaimana seluruhnya dipertanggungjawabkan?” ujar Nujum.

Dalam konteks itu, DPRD Lombok Tengah memiliki peran penting untuk menjalankan fungsi pengawasan secara substantif, bukan sekadar formalitas. DPRD perlu meminta penjelasan mengenai laporan kinerja, keuangan, capaian pelayanan, pengelolaan aset, hingga strategi menjaga keberlanjutan sumber air.

Baca Juga :  Aktivis : Mitra Kritis Kebijakan, Bukan Manifestasi Premanisme

 

Dari sisi lingkungan, air bukan sekadar barang yang dijual. Ia berasal dari sumber daya alam yang harus dikelola berkelanjutan. Direksi ke depan harus memiliki perspektif ekologis yang kuat: perlindungan sumber mata air, daerah tangkapan air, efisiensi, pengurangan kebocoran, dan edukasi pelanggan.

Nujum juga mendorong pelibatan LSM dan unsur masyarakat sipil dalam proses panel seleksi (pansel) sebagai kanal kontrol publik, agar proses berjalan independen dan objektif.

“Jangan jadikan PDAM sebagai sapi perah politik. Utamakan kompetensi dan integritas. Dan sebelum pansel menentukan pilihan, kinerja direksi harus terlebih dahulu dapat dipertanggungjawabkan kepada pemerintah daerah dan publik,” pungkasnya. | Editor: Muhammad ROSIDI

 

 

Penulis : TOH

Editor : Rossidi

Sumber Berita : Lombokdaily.net

🗂️🗂️🗂️🗂️LOMBOKDAILY TERKAIT

DARURAT LINGKUNGAN! Pakar Sebut Pasar Hewan Batunyala Bom Waktu Pencemaran Sungai di Lombok Tengah
Media Dicatut Jadi Peserta Demo di Kejari Loteng, PWI Protes Keras
Selamat Jalan Datok Bagu – Ulama Tanpa Pamrih yang Tak Pernah Milih Tamu
DPRD Loteng Diminta Pasang Badan Soal MotoGP, Jangan Lempar ke Pemda
JANGAN TAKUT ISU PERANG SAUDARA, MK HARUS TEGAK DI ATAS KONSTITUSI
Pakar NTB: Stop Kekerasan Seksual di Pesantren, Lindungi Santri Jangan Tutupi Kasus
Tongkat Komando Dokkes Polda NTB Berpindah: Kombes dr. Iskandar Resmi Jabat Kabiddokkes, Kapolda Titip Pesan Khusus
KEMENHAJ LOTENG BANTAH DUA ISU KKN: TIDAK ADA PILIH PETUGAS SUKA-SUKA DAN UANG PELICIN
Berita ini 52 kali dibaca

🗂️🗂️🗂️🗂️LOMBOKDAILY TERKAIT

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 06:45 WIB

DARURAT LINGKUNGAN! Pakar Sebut Pasar Hewan Batunyala Bom Waktu Pencemaran Sungai di Lombok Tengah

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:39 WIB

Media Dicatut Jadi Peserta Demo di Kejari Loteng, PWI Protes Keras

Jumat, 16 Oktober 2026 - 06:59 WIB

Selamat Jalan Datok Bagu – Ulama Tanpa Pamrih yang Tak Pernah Milih Tamu

Kamis, 15 Oktober 2026 - 01:39 WIB

DPRD Loteng Diminta Pasang Badan Soal MotoGP, Jangan Lempar ke Pemda

Selasa, 6 Oktober 2026 - 05:52 WIB

JANGAN TAKUT ISU PERANG SAUDARA, MK HARUS TEGAK DI ATAS KONSTITUSI

🗂️🗂️🗂️🗂️LOMBOKDAILY TERBARU

Pemerintahan Lombokdaily

FRAKSI PBR SOROTI APBD 2027 LOTENG Rp2,5 TRILIUN: JANGAN HANYA FOKUS DI MANDALIKA

Senin, 19 Okt 2026 - 19:21 WIB