Sangar di Luar, Romantis di Dalam – Kasta NTB Beri Dukungan Kejati NTB dengan Buket Bunga
MATARAM – Pemandangan tak biasa terjadi di depan Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB, Rabu (2/9/2026). Jika biasanya aksi massa identik dengan teriakan keras, kali ini kelompok yang dikenal dengan penampilan sangar, Kasta NTB, datang membawa romantisme: dua buket bunga cantik merekah.
Di balik jaket, tato dan orasi berapi-api, mereka justru menyampaikan dukungan penuh terhadap kinerja Kejati NTB dalam pemberantasan korupsi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Aksi damai itu diawali dengan orasi silih berganti. Setelah itu, Kasta NTB secara simbolis menyerahkan buket bunga kepada pihak Kejati NTB sebagai bentuk apresiasi atas proses hukum terhadap laporan-laporan masyarakat yang dinilai berjalan baik.
“Yang pertama kita mendukung kinerja Kejaksaan Tinggi yang selama ini kami melihat cukup baik dalam menangani dan memproses laporan masyarakat,” kata Ketua DPP Kasta NTB, Zulfan Hadi di lokasi.
Menurut Zulfan, yang sebelumnya menjabat Ketua DPD Kasta NTB Lombok Barat, apresiasi harus diberikan secara objektif. Jika pemerintah dan Aparat Penegak Hukum (APH) berprestasi, Kasta NTB tidak akan segan mengangkat topi.
“Jadi kalau pemerintah memang berprestasi, Kasta NTB tidak akan segan-segan angkat topi, serta memberikan apresiasi seperti yang kita lakukan hari ini,” imbuhnya.
Di balik aksi bunga itu, Kasta NTB juga mengingatkan Kejati NTB soal satu laporan yang masih mereka kawal, yakni dugaan korupsi pengadaan Mesin Masaro di Lombok Barat.
Mesin Masaro adalah teknologi pengolahan sampah terpadu berkonsep zero waste. Proyek tersebut senilai sekitar Rp 25 miliar. Kasta NTB menduga ada kejanggalan karena barang yang datang tidak sesuai spesifikasi.
“Kita melihat spesifikasi mesin itu tidak sesuai dengan spesifikasi yang tercantum dalam e-Katalog,” jelas Zulfan.
Kejanggalan lain soal harga. Menurut informasi dari Dinas Lingkungan Hidup setempat, mesin itu diklaim sudah laku di beberapa daerah, padahal faktanya baru Lombok Barat yang mengadakan. Nilai pengadaannya fantastis, Rp 10 miliar per unit. Padahal di daerah lain seperti Gorontalo, pengadaan mesin serupa melalui kementerian terkait hanya Rp 4,5 miliar per unit.
Menanggapi aksi tersebut, Asisten Intelijen (Asintel) Kejati NTB, Suhartono mengaku terharu dan berterima kasih. Ia menyebut aksi itu menjadi pemicu semangat bagi jajarannya.
“Kami sekali lagi menyampaikan terimakasih atas dukungan dan apresiasi dengan buket bunga ini, kami terharu sekaligus semakin bersemangat untuk melaksanakan tugas yang telah diembankan negara kepada kami,” ucap Suhartono.
Ia menilai, di balik tampang sangar, Kasta NTB memiliki hati yang lembut, romantis dan objektif dalam melihat peristiwa tanpa memupuk kebencian.
Terkait laporan Mesin Masaro, Suhartono menegaskan laporan Kasta NTB terus diproses. Saat ini ada kendala teknis karena adanya Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh KPK di Lombok Barat, sehingga Kejati harus bergerak hati-hati agar tidak tumpang tindih penanganan perkara dengan KPK.
“Sekecil apapun informasi terbaru yang ada dari kawan-kawan Kasta NTB, yakinlah pasti kami dalami. Kami proses sesuai prosedur yang berlaku,” tegasnya.
Ia juga meminta masyarakat maklum, karena terkadang pandangan hukum antar APH bisa berbeda, misalnya antara Jaksa Penuntut Umum (JPU) dengan Hakim, sehingga hasil akhir penegakan hukum bisa berbeda.| Editor: Muhammad ROSIDI
Penulis : TOH
Editor : Rossidi
Sumber Berita : Lombokdaily.net






















