Dukung Kejati NTB, Kasta NTB Datang Bukan dengan Amarah, Tapi Bunga

Jumat, 4 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sangar di Luar, Romantis di Dalam – Kasta NTB Beri Dukungan Kejati NTB dengan Buket Bunga

MATARAM – Pemandangan tak biasa terjadi di depan Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB, Rabu (2/9/2026). Jika biasanya aksi massa identik dengan teriakan keras, kali ini kelompok yang dikenal dengan penampilan sangar, Kasta NTB, datang membawa romantisme: dua buket bunga cantik merekah.

Di balik jaket, tato dan orasi berapi-api, mereka justru menyampaikan dukungan penuh terhadap kinerja Kejati NTB dalam pemberantasan korupsi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Aksi damai itu diawali dengan orasi silih berganti. Setelah itu, Kasta NTB secara simbolis menyerahkan buket bunga kepada pihak Kejati NTB sebagai bentuk apresiasi atas proses hukum terhadap laporan-laporan masyarakat yang dinilai berjalan baik.

“Yang pertama kita mendukung kinerja Kejaksaan Tinggi yang selama ini kami melihat cukup baik dalam menangani dan memproses laporan masyarakat,” kata Ketua DPP Kasta NTB, Zulfan Hadi di lokasi.

Baca Juga :  Dari Pedalaman ke Pintu Gerbang Kesuksesan: 2 Siswi Pesantren Yanurain Lombok Tengah Raih Bea Siswa Universitas Esa Unggul Jakarta

Menurut Zulfan, yang sebelumnya menjabat Ketua DPD Kasta NTB Lombok Barat, apresiasi harus diberikan secara objektif. Jika pemerintah dan Aparat Penegak Hukum (APH) berprestasi, Kasta NTB tidak akan segan mengangkat topi.

“Jadi kalau pemerintah memang berprestasi, Kasta NTB tidak akan segan-segan angkat topi, serta memberikan apresiasi seperti yang kita lakukan hari ini,” imbuhnya.

 

Di balik aksi bunga itu, Kasta NTB juga mengingatkan Kejati NTB soal satu laporan yang masih mereka kawal, yakni dugaan korupsi pengadaan Mesin Masaro di Lombok Barat.

Mesin Masaro adalah teknologi pengolahan sampah terpadu berkonsep zero waste. Proyek tersebut senilai sekitar Rp 25 miliar. Kasta NTB menduga ada kejanggalan karena barang yang datang tidak sesuai spesifikasi.

Baca Juga :  Satu Telur Sehari Alfamart Tembus Teratak, 100 Lebih Balita Stunting di Loteng Dapat Bantuan

“Kita melihat spesifikasi mesin itu tidak sesuai dengan spesifikasi yang tercantum dalam e-Katalog,” jelas Zulfan.

Kejanggalan lain soal harga. Menurut informasi dari Dinas Lingkungan Hidup setempat, mesin itu diklaim sudah laku di beberapa daerah, padahal faktanya baru Lombok Barat yang mengadakan. Nilai pengadaannya fantastis, Rp 10 miliar per unit. Padahal di daerah lain seperti Gorontalo, pengadaan mesin serupa melalui kementerian terkait hanya Rp 4,5 miliar per unit.

Menanggapi aksi tersebut, Asisten Intelijen (Asintel) Kejati NTB, Suhartono mengaku terharu dan berterima kasih. Ia menyebut aksi itu menjadi pemicu semangat bagi jajarannya.

 

“Kami sekali lagi menyampaikan terimakasih atas dukungan dan apresiasi dengan buket bunga ini, kami terharu sekaligus semakin bersemangat untuk melaksanakan tugas yang telah diembankan negara kepada kami,” ucap Suhartono.

Baca Juga :  Senin Besok, Aliansi Pemuda Loteng Turun Aksi di Kejari Praya

Ia menilai, di balik tampang sangar, Kasta NTB memiliki hati yang lembut, romantis dan objektif dalam melihat peristiwa tanpa memupuk kebencian.

Terkait laporan Mesin Masaro, Suhartono menegaskan laporan Kasta NTB terus diproses. Saat ini ada kendala teknis karena adanya Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh KPK di Lombok Barat, sehingga Kejati harus bergerak hati-hati agar tidak tumpang tindih penanganan perkara dengan KPK.

“Sekecil apapun informasi terbaru yang ada dari kawan-kawan Kasta NTB, yakinlah pasti kami dalami. Kami proses sesuai prosedur yang berlaku,” tegasnya.

Ia juga meminta masyarakat maklum, karena terkadang pandangan hukum antar APH bisa berbeda, misalnya antara Jaksa Penuntut Umum (JPU) dengan Hakim, sehingga hasil akhir penegakan hukum bisa berbeda.| Editor: Muhammad ROSIDI

 

 

Penulis : TOH

Editor : Rossidi

Sumber Berita : Lombokdaily.net

🗂️🗂️🗂️🗂️LOMBOKDAILY TERKAIT

DARURAT LINGKUNGAN! Pakar Sebut Pasar Hewan Batunyala Bom Waktu Pencemaran Sungai di Lombok Tengah
Penghormatan Terakhir, Kapolda NTB Datang ke Rumah Duka Mustasyar PBNU di Bagu
Pesta Rasa di Mandalika: Ratusan Ribu Tamu Tumpah, Lidah Gubernur Cuma Kenal Dua Rasa – Enak dan Enak Banget!
LASQI Loteng 2026 Tuntas, Praya Juara Umum – Bupati Pathul Titip Pesan Soal Sampah
NTB Jadi Contoh Nasional! BNPB dan GIZ Siapkan Payung Dana Buat Warga Saat Bencana
Posyandu Rasa Alfamart? Ibu-Ibu di Mataram Heboh, Cek Kesehatan Anak Sambil Belanja!
Modal 1 Juta Untung 1 Juta, 3 Ibu-Ibu Desa Gemel Jadi Contoh Usaha Jangkrik
LOMBOK PALING SOLAH SE-INDONESIA
Berita ini 24 kali dibaca

🗂️🗂️🗂️🗂️LOMBOKDAILY TERKAIT

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 06:45 WIB

DARURAT LINGKUNGAN! Pakar Sebut Pasar Hewan Batunyala Bom Waktu Pencemaran Sungai di Lombok Tengah

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:14 WIB

Penghormatan Terakhir, Kapolda NTB Datang ke Rumah Duka Mustasyar PBNU di Bagu

Jumat, 9 Oktober 2026 - 18:12 WIB

Pesta Rasa di Mandalika: Ratusan Ribu Tamu Tumpah, Lidah Gubernur Cuma Kenal Dua Rasa – Enak dan Enak Banget!

Minggu, 4 Oktober 2026 - 09:10 WIB

LASQI Loteng 2026 Tuntas, Praya Juara Umum – Bupati Pathul Titip Pesan Soal Sampah

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:58 WIB

NTB Jadi Contoh Nasional! BNPB dan GIZ Siapkan Payung Dana Buat Warga Saat Bencana

🗂️🗂️🗂️🗂️LOMBOKDAILY TERBARU