Mataram– Ketua Umum DPP Sasaka Nusantara NTB, YM. Lalu Ibnu Hajar, menilai bahwa cara memimpin Gubernur Nusa Tenggara Barat selama ini terasa belum adil dan sama rata dalam menerima pendapat masyarakat.
Menurutnya, Gubernur memang sering hadir langsung di tengah kegiatan atau aksi warga yang mendukung kebijakan pemerintah. Kehadiran itu dianggap sebagai contoh yang baik bagi seorang pemimpin. Namun ada hal yang menjadi catatan penting. Ketika ada kelompok warga yang mengemukakan pendapat kritis, menyampaikan keberatan, atau mengoreksi kebijakan Pemprov NTB, respon dan kehadiran pimpinan daerah terasa berbeda. Aspirasi dari kelompok yang kritis biasanya hanya diterima oleh pejabat dinas saja, tanpa ada kesempatan berbicara langsung dengan Gubernur. Kondisi ini dikhawatirkan membuat masyarakat menilai kepemimpinan terasa membeda-bedakan hadir saat didukung, tapi kurang peduli saat dikritik. “Padahal dalam aturan pemerintahan yang baik dan sesuai Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998, semua pendapat warga baik yang mendukung maupun yang mengkritik harus diterima dan diperlakukan sama. Oleh karena itu, Sasaka Nusantara menyampaikan beberapa harapan Gubernur membuka ruang bicara yang sama bagi semua kelompok masyarakat Dibuat aturan jelas dan terbuka untuk menerima pendapat warga tanpa pilih kasih. Setiap kritik dijawab dengan sikap yang baik, bukan diabaikan begitu saja,” jelasnya. Pihak Sasaka Nusantara menyatakan bahwa kritik ini disampaikan demi kemajuan NTB yang lebih adil dan demokratis.’ Mereka juga siap duduk bersama pemerintah daerah untuk membangun kerja sama yang lebih baik bagi kesejahteraan rakyat.” Pungkasnya. ||
Editor: Muhammad ROSIDI
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Penulis : TOH
Editor : Rossidi
Sumber Berita : Lombokdaily.net





















