GEGER! Ikan Laut Dalam 4 Meter Terdampar di Pantai Pink, Pakar NTB: Bukan Tanda Gempa, Jangan Panik

Kamis, 27 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LOMBOK TIMUR – Warga Desa Sekaroh, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur kaget. Ikan raksasa sepanjang sekitar 4 meter terdampar mati di Pantai Pink, Selasa (25/08/2026) kemarin. Videonya langsung viral di medsos. Banyak yang bilang ini ikan pertanda kiamat.

Ikan itu namanya Oarfish. Memang jarang sekali naik ke pantai, soalnya hidupnya di laut dalam.

Menanggapi heboh itu, Pakar Lingkungan NTB, Dr.(C) Nujumuddin, M.Si., minta warga jangan langsung takut dan kaitkan dengan gempa atau tsunami.

“Itu mitos. Penelitian di Jepang saja tidak ada hubungan antara oarfish terdampar dengan gempa,” tegasnya.

Menurut Nujumuddin, ada banyak penyebab kenapa ikan laut dalam bisa nyasar sampai ke pantai:

Pertama, kebawa arus laut yang kencang. Oarfish ini renangnya tidak kuat lawan arus pantai.

Baca Juga :  Saat Simulasi Sispamkota Pemilu 2024, Kapolda NTB Tegaskan Polisi Netral

Kedua, suhu air laut berubah. Kalau suhu di habitatnya berubah, dia bisa bingung dan pindah.

Ketiga, bisa karena sakit, luka, atau sudah lemah. Jadi gampang kebawa ombak.

Keempat, disorientasi atau bingung arah. Hidup di laut dalam yang tenang, begitu masuk perairan dangkal yang ombaknya besar, dia tidak bisa balik lagi.

“Jadi bukan satu penyebab saja. Bisa karena arus, suhu, tekanan air, cuaca, ombak, sampai kondisi fisik ikannya sendiri. Harus diperiksa dulu,” kata Nujumuddin.

Baca Juga :  Kegiatan Program Penanaman Padi Lahan Kering Sukses Dilaksanakan Di Desa Kabul Loteng

Ia bilang, kejadian ini justru jadi pelajaran buat kita semua. Biar kita lebih melek soal laut. Jangan dikit-dikit bilang pertanda bencana.

Warga diminta tetap tenang dan serahkan pemeriksaan ikan ke ahlinya, biar jelas penyebab pastinya.| Editor: Muhammad ROSIDI

Penulis : TOH

Editor : Rossidi

Sumber Berita : Lombokdaily.net

🗂️🗂️🗂️🗂️LOMBOKDAILY TERKAIT

NYAWA ANAK JADI TARUHAN! Kasus Dapur MBG Repok Puyung Meledak, Pakar: Jangan Cuma Hitung Porsi, Audit Total SPPG Sekarang! 
Empat Tahun Hidup dengan Psoriasis Usai Booster Covid-19, Warga NTB Tagih Kepastian Negara
PDAM Lombok Tengah Jangan Jadi Sapi Perah Politik
PDAM Loteng di Persimpangan: Pakar Desak Transparansi Uang Pelanggan dan Evaluasi Direksi
Pakar Lingkungan Desak ITDC Terbuka Soal CSR, Rangkul Pers dan Kreator Mandalika
SADE HARUS BANGKIT, TAPI WAJAH ASLINYA JANGAN HILANG
Lima Bulan di Loteng, Kasi Intel Kejari Alfa Dera Pamit ke Jogja: Jaga Lombok, Jangan Sampai Sasak Jadi Tamu di Rumah Sendiri
118 WARTAWAN NTB LOLOS PORWANAS, LOTENG KIRIM ROSIDI MAIN DOMINO
Berita ini 27 kali dibaca

🗂️🗂️🗂️🗂️LOMBOKDAILY TERKAIT

Sabtu, 12 September 2026 - 11:36 WIB

NYAWA ANAK JADI TARUHAN! Kasus Dapur MBG Repok Puyung Meledak, Pakar: Jangan Cuma Hitung Porsi, Audit Total SPPG Sekarang! 

Kamis, 10 September 2026 - 09:02 WIB

Empat Tahun Hidup dengan Psoriasis Usai Booster Covid-19, Warga NTB Tagih Kepastian Negara

Jumat, 4 September 2026 - 16:36 WIB

PDAM Lombok Tengah Jangan Jadi Sapi Perah Politik

Kamis, 3 September 2026 - 07:21 WIB

PDAM Loteng di Persimpangan: Pakar Desak Transparansi Uang Pelanggan dan Evaluasi Direksi

Minggu, 30 Agustus 2026 - 23:08 WIB

Pakar Lingkungan Desak ITDC Terbuka Soal CSR, Rangkul Pers dan Kreator Mandalika

🗂️🗂️🗂️🗂️LOMBOKDAILY TERBARU