Desakan Pencabutan Izin Konsesi Hutan PT Shadana Arifnusa di Lombok Tengah Karena Pelanggaran Kewajiban dan Komitmen

Rabu, 29 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lombok Tengah – Tokoh masyarakat Plambik, Sarjono, bersama sejumlah aktivis dan penasehat APD Bajang Eko, mendesak Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Republik Indonesia untuk mencabut izin konsesi hutan PT Shadana Arifnusa di Lombok Tengah. Desakan ini muncul menyusul dugaan pelanggaran serius terhadap kewajiban dan komitmen yang diatur dalam izin konsesi hutan tanaman industri (HTI) yang dimiliki perusahaan tersebut.

Menurut Sarjono, tidak ada dasar hukum yang membenarkan pemegang izin HTI untuk menebang kayu dari hutan alam di dalam kawasan konsesinya. HTI hanya berhak memanen kayu dari tanaman yang mereka tanam sendiri, bukan dari hutan alam. Hal ini sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Kehutanan SK.101/Menhut-II/2004 yang menegaskan bahwa perusahaan HTI tidak memiliki hak untuk memanen kayu dari hutan alam di areal konsesinya. Penebangan kayu alam tanpa izin khusus (IUPHHK-HA) merupakan pelanggaran hukum yang dapat berujung pada pencabutan izin konsesi.

Baca Juga :  Lombok Tengah Berpesta Ketupat. Bupati Jelaskan Sunnah di Balik Tradisi, Pererat Silaturahmi Lestarikan Budaya!

Bajang Eko menambahkan, perusahaan HTI wajib menyusun Rencana Kerja Tahunan (RKT) untuk hutan tanaman industri, bukan untuk hutan alam. Namun, PT Shadana Arifnusa diduga menebang pohon sonokeling dan jati yang merupakan kayu berkualitas tinggi dan dijaga masyarakat secara turun temurun di hutan alam, tanpa menyusun Rencana Kerja Tahunan Hutan Alam (RKT HA) yang menjadi syarat legalitas penebangan di hutan alam.

APD juga meminta Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) RI perwakilan Nusa Tenggara Barat untuk melakukan audit investigasi terkait potensi kerugian negara akibat penebangan kayu alam di wilayah Lombok Tengah. Kayu alam merupakan kekayaan negara yang harus dilindungi sesuai Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 dan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2013, serta Pasal 33 ayat (3) UUD 1945.

Bajang Eko menegaskan, meskipun PT Shadana Arifnusa memiliki izin, pelanggaran terhadap kewajiban dan larangan yang diatur dalam keputusan Menteri LHK harus menjadi alasan kuat untuk evaluasi dan pencabutan izin konsesi. Pada tahun 2025 ini, Kementerian LHK RI telah mencabut 18 izin IUPHHK-HTI karena pelanggaran serupa.

Baca Juga :  Ormas Praya Bersatu Akan Gelar Aksi Demonstrasi, Tuntut Transparansi Dana CSR PDAM Lombok Tengah

Tujuan utama HTI adalah menciptakan pengelolaan hutan yang baik dengan dampak positif sosial, ekonomi, dan ekologi bagi masyarakat serta kelestarian hutan. HTI harus dibangun di atas lahan hutan produksi yang tidak produktif untuk membantu rehabilitasi dan peningkatan kualitas kawasan hutan, bukan sebagai modus untuk illegal logging.

Desakan pencabutan izin PT Shadana Arifnusa akan dibahas lebih lanjut dalam pertemuan Komisi III DPRD Lombok Tengah dan dituangkan dalam surat terbuka kepada Kementerian LHK RI serta Presiden RI.|®ossi|

Penulis : Rossi

Editor : Rossidi

Sumber Berita : Lombokdaily.net

🗂️🗂️🗂️🗂️LOMBOKDAILY TERKAIT

SASAKA GEBRAK KEJATI: DANA SILUMAN DPRD NTB JANGAN JADI KASUS SILUMAN!
LSBH NTB LAPOR ITDC KE KPK DUIT 120 KK MANDALIKA DIDUGA RAIB Rp19 MILIAR
Polres Lombok Tengah Tangani Laporan Dugaan UU ITE dari Akun Facebook “Mbk Mona”   
GEMPAR! Tanah Hj Baiq Supilawati di Selong Blanak ‘Raib’ Dibeli Orang Jakarta, Diduga Ada Mafia Tanah
4 Pejabat dan Rekanan Tumbang: Skandal Truk Sampah Rp5,1 M Seret Kadis hingga Direktur ke Penjara 
Viral Soal Toko Swalayan di Lombok Tengah, Kasat Pol PP: Sanksi Perda 7 Hanya Administratif, Tak Ada Pidana
Eksekusi Tanah 90 Are di Bilelando Batal, PA Praya Tunda Sidang Alasan Keamanan  
Ratusan Warga Bilelando Tolak Eksekusi Tanah 90 Are, Nilai Putusan PA Praya Janggal  
Berita ini 60 kali dibaca

🗂️🗂️🗂️🗂️LOMBOKDAILY TERKAIT

Rabu, 24 Juni 2026 - 13:25 WIB

SASAKA GEBRAK KEJATI: DANA SILUMAN DPRD NTB JANGAN JADI KASUS SILUMAN!

Selasa, 23 Juni 2026 - 11:17 WIB

LSBH NTB LAPOR ITDC KE KPK DUIT 120 KK MANDALIKA DIDUGA RAIB Rp19 MILIAR

Minggu, 21 Juni 2026 - 12:57 WIB

Polres Lombok Tengah Tangani Laporan Dugaan UU ITE dari Akun Facebook “Mbk Mona”   

Kamis, 18 Juni 2026 - 16:20 WIB

GEMPAR! Tanah Hj Baiq Supilawati di Selong Blanak ‘Raib’ Dibeli Orang Jakarta, Diduga Ada Mafia Tanah

Rabu, 3 Juni 2026 - 22:54 WIB

4 Pejabat dan Rekanan Tumbang: Skandal Truk Sampah Rp5,1 M Seret Kadis hingga Direktur ke Penjara 

🗂️🗂️🗂️🗂️LOMBOKDAILY TERBARU

Pemerintahan Lombokdaily

PORWADA NTB 2026 Dibuka, Wartawan Diajak Sehat dan Solid

Jumat, 26 Jun 2026 - 18:00 WIB

Lombokdaily Internasional

Wabup Nursiah Lepas 23 Wartawan Loteng ke Porwada PWI NTB 2026

Jumat, 26 Jun 2026 - 09:12 WIB

Kepolisian Lombokdaily

Sambut Hari Bhayangkara, Sat Samapta Polres Loteng Bantu Warga Kekeringan

Kamis, 25 Jun 2026 - 13:48 WIB

{

Kasus Lombokdaily

SASAKA GEBRAK KEJATI: DANA SILUMAN DPRD NTB JANGAN JADI KASUS SILUMAN!

Rabu, 24 Jun 2026 - 13:25 WIB