Prihatin dengan Lingkungan, Rannya Soroti Pencemaran Sungai

Senin, 27 November 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LOMBOKDAILY.NET – Politisi muda Partai Gerindra Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Rannya Agustyra Kristiono memberi perhatian pada kondisi lingkungan di NTB, khususnya Pulau Lombok. Belum lama ini, Rannya menggelar dialog bersama Komunitas Masyatakat Peduli Sungai (KMPS) Urip.

Rannya mengaku, isu ekologi (lingkungan) menjadi salah satu agenda besar yang menjadi perhatiab. Menurutnya, perkembangan zaman yang cukup pesat membuat aspek lingkungan seringkali menjadi korban atas kemajuan tersebut.

“Alhamdulillah, beberapa waktu yang lalu saya sempat saya berkesempatan untuk bersilaturrahmi bersama teman-teman KMPS Urip yang merupakan komunitas anak muda yang sangat peduli tentang lingkungan khususnya kebersihan dan pelestarian sungai,” katanya saat diwawancarai pada Senin (27/11/2023) siang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami berdiskusi banyak hal mengenai lingkungan dan berbagai aktivitas yang dijalankan oleh komunitas,” sambungnya.

Putri Almarhum H. Bambang Kristiono alias HBK itu berpandangan, berbicara dan berdiskusi tentang lingkungan sangat penting, untuk bersama-sama untuk mencari solusi terhadap berbagai masalah lingkungan yang terjadi hari ini. Apalagi saat ini, baru saja memasuki musim penghujan, tentunya berbagai masalah seperti banjir, tanah longsor bisa saja terjadi.

Baca Juga :  Ditreskrimum Polda NTB Tetap Atensi Kasus Dugaan Ijazah Palsu Oknum DPRD

Di tengah berbagai macam ancaman tersebut, diperlukan semangat kolaborasi dan kerjasama antar seluruh pihak. Baik pemerintah, pihak swasta yakni para komunitas peduli lingkungan yang mayoritas diisi anak-anak muda.

Saat berdialog dengan anggota KMPS Urip, Rannya mengaku belajar banyak hal. Terutama perihal bagaimana terus memupuk kepekaan terhadap kondisi lingkungan yang kian hari makin tidak baik-baik saja.

Komunitas semacam KMPS Urip ini, kata Rannya perlu diperbanyak dan diberikan ruang yang lebih luas untuk bergerak. Ia pun mengacungi jempol gerakan swadaya yang lahir atas keresahan terhadap ancaman lingkungan.

“Saya sangat senang dan bangga bisa berbagi di tempat yang cukup sederhana namun tetap terkesan “estetik” ini. Sebagai anak muda, kegiatan KMPS Urip ini merupakan sebuah kegiatan positif yang harus kita support dan terus kita kembangkan demi menjaga pelestarian lingkungan yang memang menjadi tugas kita bersama,” jelasnya.

Baca Juga :  Evakuasi Anak Hanyut di Aik Mual, Lombok Tengah : Satu Korban Meninggal Dunia

Sebagai informasi, Ekspedisi Sungai Nusantara yang dilakukan Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) NTB bersama Ecological Observation and Wetlands Conservation mengungkap 7 aliran sungai di Pulau Lombok tercemar mikroplastik.

Mereka telah melakukan uji sampel air pada 7 titik sungai di Pulau Lombok. Yakni Kali Ning-Sungai Jangkok; Sungai Jangkok yang membelah Jalan Udayana, Kota Mataram; Sungai Jangkok di Ampenan, Kota Mataram; dua titik di Sungai Meninting, Lombok Barat; Sungai Belimbing, Lombok Timur; dan Sungai Tebelo, di Kuta, Lombok Tengah.

Investigasi tim terhadap timbulan sampah plastik di saluran maupun sungai menunjukkan kondisi yang memprihatinkan. Prigi bahkan menyebut sungai di NTB telah beralih fungsi menjadi tempat sampah.

Mikroplastik merupakan serpihan plastik dengan ukuran di bawah 5 milimeter (mm). Berasal dari pecahan plastik berukuran besar, seperti tas kresek, sampah pakaian, botol plastik, hingga styrofoam yang terfragmen akibat arus air maupun sinar matahari.

Baca Juga :  MasyaAllah! Kasta NTB Gemar Sedekah, Menyongsong Ramadhan Dengan Baksos

Tim ESN melakukan uji terhadap kandungan mikroplastik. Antara lain, fiber, filamen, fragmen, dan granule. Dari keempatnya, kandungan fiber dalam air pada tujuh titik sungai menjadi yang tertinggi, mencapai 57,2 persen. Fiber berasal dari degradasi sampah sintetik dari kegiatan rumah tangga, laundry, serta limbah industri tekstil.

Selanjutnya ada filamen 23,8 persen yang berasal dari sampah sekali pakai, seperti kresek, botol plastik, hingga jaring nelayan. Fragmen 14,7 persen berasal dari produk kemasan sekali pakai, seperti botol shampo dan sabun. Kemudian Granule 4,3 persen merupakan mikroplastik dari bahan sintetis yang ada dalam personal care, seperti pemutih kulit, pasta gigi, dan kosmetik.

Dari tujuh titik sampel, kandungan mikroplastik tertinggi terdapat di Kali Ning. Jumlahnya 411 partikel dalam 100 liter air. Sungai Jangkok di Ampenan 276 partikel dan Sungai Meninting 272 partikel.

🗂️🗂️🗂️🗂️LOMBOKDAILY TERKAIT

PDAM Lombok Tengah Jangan Jadi Sapi Perah Politik
PDAM Loteng di Persimpangan: Pakar Desak Transparansi Uang Pelanggan dan Evaluasi Direksi
Pakar Lingkungan Desak ITDC Terbuka Soal CSR, Rangkul Pers dan Kreator Mandalika
SADE HARUS BANGKIT, TAPI WAJAH ASLINYA JANGAN HILANG
GEGER! Ikan Laut Dalam 4 Meter Terdampar di Pantai Pink, Pakar NTB: Bukan Tanda Gempa, Jangan Panik
Lima Bulan di Loteng, Kasi Intel Kejari Alfa Dera Pamit ke Jogja: Jaga Lombok, Jangan Sampai Sasak Jadi Tamu di Rumah Sendiri
118 WARTAWAN NTB LOLOS PORWANAS, LOTENG KIRIM ROSIDI MAIN DOMINO
PIPIL 190 LAWAN SPPT, KELUARGA YUSUF TANTANG BALIK: “MANA SERTIFIKATMU?”
Berita ini 74 kali dibaca

🗂️🗂️🗂️🗂️LOMBOKDAILY TERKAIT

Jumat, 4 September 2026 - 16:36 WIB

PDAM Lombok Tengah Jangan Jadi Sapi Perah Politik

Kamis, 3 September 2026 - 07:21 WIB

PDAM Loteng di Persimpangan: Pakar Desak Transparansi Uang Pelanggan dan Evaluasi Direksi

Minggu, 30 Agustus 2026 - 23:08 WIB

Pakar Lingkungan Desak ITDC Terbuka Soal CSR, Rangkul Pers dan Kreator Mandalika

Kamis, 27 Agustus 2026 - 21:43 WIB

SADE HARUS BANGKIT, TAPI WAJAH ASLINYA JANGAN HILANG

Kamis, 27 Agustus 2026 - 09:40 WIB

GEGER! Ikan Laut Dalam 4 Meter Terdampar di Pantai Pink, Pakar NTB: Bukan Tanda Gempa, Jangan Panik

🗂️🗂️🗂️🗂️LOMBOKDAILY TERBARU

Pemerintahan Lombokdaily

Peringati Maulid 1448 H, Pemkab Loteng Gelar Tausiah dan Santunan Yatim

Rabu, 9 Sep 2026 - 21:23 WIB

Lombokdaily Nasional

Bupati Loteng Tembus Pusat, Jabat Wabendum PB IPSI 2026-2030

Selasa, 8 Sep 2026 - 00:12 WIB