Air PDAM di Penujak Sudah Kembali Jernih, Tingkat Kekeruhan Tercatat 2,52 NTU

Selasa, 25 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lombok Tengah – Perumdam Tirta Ardhia Rinjani Kabupaten Lombok Tengah memastikan kualitas air bersih yang didistribusikan kepada pelanggan di wilayah Desa Penujak telah kembali normal setelah sempat mengalami kekeruhan beberapa hari lalu.

Hasil pemantauan terbaru menunjukkan tingkat kekeruhan air berada pada angka 2,52 Nephelometric Turbidity Unit (NTU). Nilai tersebut masih berada di bawah ambang batas maksimum 5 NTU sesuai standar kualitas air, sehingga memenuhi persyaratan parameter kekeruhan yang berlaku.

Kepala Bidang Produksi Perumdam Tirta Ardhia Rinjani, Aan Alfian, ST saat dikonfirmasi pada Rabu (29/7/2026) mengatakan bahwa pihaknya bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat sejak keluhan pertama diterima.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Begitu menerima laporan, kami langsung mendapat instruksi dari Bapak Direktur Utama untuk turun ke lokasi terdampak. Kami segera melakukan penyesuaian proses pengolahan di Water Treatment Plant (WTP) Penujak dan memperkuat monitoring kualitas air hingga kondisi distribusi kembali normal,” ujarnya.

Baca Juga :  SPAM Mandalika Dikelola PDAM Loteng

Menurut Aan, hasil pengukuran menggunakan Turbidity Meter menunjukkan kualitas air yang saat ini didistribusikan kepada pelanggan berada dalam kategori baik. “Alhamdulillah, berdasarkan hasil pengukuran terbaru, tingkat kekeruhan air tercatat 2,52 NTU. Angka ini masih di bawah batas maksimum 5 NTU sehingga memenuhi standar kualitas air. Kami berkomitmen untuk terus menjaga kualitas air agar tetap aman, jernih, dan memenuhi standar pelayanan kepada seluruh pelanggan,” katanya.

Aan juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas gangguan kualitas air yang sempat terjadi. Ia menjelaskan bahwa kondisi tersebut dipicu oleh faktor alam dan perubahan pola pengambilan air baku yang berada di luar kondisi normal.

“Air baku dari Bendungan Batujai saat itu mengalami tingkat kekeruhan dan warna yang cukup tinggi. Di sisi lain, pembukaan saluran irigasi menyebabkan air baku tidak dapat masuk melalui unit pengolahan aerator sebagaimana mestinya, sehingga kami tidak memperoleh pasokan langsung dari intake bendungan. Kondisi ini membuat beban pengolahan di WTP Penujak meningkat,” jelasnya.

Baca Juga :  Pemerintah Daerah Diminta Cari Solusi Terbaik untuk Guru Honorer

Meski demikian, Aan menegaskan bahwa hasil produksi Instalasi Pengolahan Air (IPA) Penujak secara keseluruhan masih memenuhi persyaratan air bersih.

“Secara keseluruhan, kualitas produksi IPA Penujak masih memenuhi standar dengan tingkat kekeruhan di bawah 3 NTU. Hal ini juga dibuktikan melalui hasil pemeriksaan kualitas air secara rutin yang dilakukan setiap bulan oleh Dinas Kesehatan,” tambahnya.

Ia menjelaskan bahwa keluhan kekeruhan hanya terjadi pada sebagian pelanggan, terutama yang berada di titik pelayanan paling rendah atau di ujung jaringan distribusi di WTP Penujak.

 

Sebagai langkah antisipasi, PDAM akan meningkatkan kegiatan flushing jaringan pipa serta pengurasan endapan (sedimentasi) secara berkala untuk menjaga kualitas air hingga ke pelanggan.

“Kegiatan flushing dan pengurasan sedimentasi akan lebih sering kami lakukan. Proses ini mungkin berdampak pada penyesuaian jam distribusi air di beberapa wilayah, namun langkah tersebut diperlukan untuk memastikan kualitas air yang diterima pelanggan tetap terjaga,” pungkasnya.

Baca Juga :  Desa Sukadana Dorong Digitalisasi Layanan Publik

Kondisi tersebut juga diakui oleh pelanggan di wilayah terdampak. Yuliani, warga Dusun Toro, Desa Penujak, mengatakan air yang mengalir ke rumahnya kini sudah kembali jernih setelah sebelumnya sempat berubah warna.

“Sekarang airnya sudah jernih. Kemarin biasanya tiba-tiba hijau begitu, tapi alhamdulillah sekarang sudah jernih,” ungkap Yuliani.

Perumdam Tirta Ardhia Rinjani mengimbau masyarakat agar segera melaporkan apabila masih menemukan gangguan kualitas maupun distribusi air, sehingga petugas dapat melakukan penanganan secara cepat dan tepat. Komitmen tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam menjaga kualitas layanan dan memastikan seluruh pelanggan memperoleh air bersih yang memenuhi standar kesehatan.| Editor:  Muhammad ROSIDI

Penulis : TOH

Editor : Rossidi

Sumber Berita : Lombokdaily.net

🗂️🗂️🗂️🗂️LOMBOKDAILY TERKAIT

DARURAT LINGKUNGAN! Pakar Sebut Pasar Hewan Batunyala Bom Waktu Pencemaran Sungai di Lombok Tengah
Menuju Indonesia Emas 2045, Muazim Akbar Sosialisasikan Program Bangga Kencana di Praya
Pemkab Lombok Tengah Cairkan Bonus Atlet Peraih Medali Porprov NTB 2026
81 Tahun Loteng Gubernur Ingatkan, Jangan Jadi Tamu di Gumi Paer Sendiri
RIBUAN LOKER DIBUKA! 1.282 Lowongan di Job Fair Masmirah Praya
Paripurna HUT Loteng ke-81: Dari Duka Sade Sampai Sukses MotoGP
BUNG MEMET: MISKIN TURUN, TAPI NGANGGUR NAIK – ITU PR BESAR LOTENG
Ketua Komisi I DPRD Loteng: Tribun MotoGP Kosong, Loteng Belum Dapat Apa-Apa
Berita ini 24 kali dibaca

🗂️🗂️🗂️🗂️LOMBOKDAILY TERKAIT

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 06:45 WIB

DARURAT LINGKUNGAN! Pakar Sebut Pasar Hewan Batunyala Bom Waktu Pencemaran Sungai di Lombok Tengah

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:40 WIB

Menuju Indonesia Emas 2045, Muazim Akbar Sosialisasikan Program Bangga Kencana di Praya

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:50 WIB

Pemkab Lombok Tengah Cairkan Bonus Atlet Peraih Medali Porprov NTB 2026

Kamis, 15 Oktober 2026 - 13:19 WIB

81 Tahun Loteng Gubernur Ingatkan, Jangan Jadi Tamu di Gumi Paer Sendiri

Rabu, 14 Oktober 2026 - 21:18 WIB

RIBUAN LOKER DIBUKA! 1.282 Lowongan di Job Fair Masmirah Praya

🗂️🗂️🗂️🗂️LOMBOKDAILY TERBARU

Pemerintahan Lombokdaily

Pemkab Lombok Tengah Cairkan Bonus Atlet Peraih Medali Porprov NTB 2026

Jumat, 16 Okt 2026 - 14:50 WIB

Steatment Lombokdaily

Media Dicatut Jadi Peserta Demo di Kejari Loteng, PWI Protes Keras

Jumat, 16 Okt 2026 - 13:39 WIB