Dari Abu Menjadi Harapan, Sade Mulai Dibangun Kembali.
LOMBOK TENGAH- Kampung Adat Sade, Desa Rambitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, kembali menapaki jalan pemulihan. Di tengah puing kebakaran, masyarakat adat bersama Pemerintah Provinsi NTB memulai rekonstruksi 75 rumah adat dan Masjid Sade melalui tradisi sakral Nyemulak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Prosesi pemasangan tiang pertama ini dihadiri langsung Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal dan Bupati Kabupaten Loteng HL Pathul Bahri S,IP. M.A.P. Bagi masyarakat Sasak Rembitan, Nyemulak bukan sekadar seremoni pembangunan. Tradisi ini adalah ikhtiar bersama, penghormatan pada leluhur, dan doa agar bangunan serta kehidupan di dalamnya diberi keselamatan dan keberkahan.
Karena itu, Nyemulak kali ini dimaknai lebih dalam. Bukan hanya mengembalikan bangunan yang hangus, tetapi menghidupkan kembali pengetahuan, filosofi, dan identitas budaya yang melekat pada Sade.
Gubernur iqbal menegaskan, rekonstruksi Sade tidak boleh diperlakukan sebagai proyek fisik biasa.
“Pemasangan tiang pancang pertama atau Nyemulak ini merupakan ikhtiar panjang dalam melakukan rekonstruksi Kampung Adat Sade. Dalam proses pembangunan ini harus tetap sabar,” ujar Iqbal.
Ia meminta agar pembangunan tidak terburu-buru. Menurutnya, wisatawan datang ke Sade bukan hanya untuk melihat bangunan, melainkan untuk memahami cerita, ritual, arsitektur dan kehidupan masyarakat Sasak yang diwariskan lintas generasi.
“Proses pembangunan ini tidak boleh terburu-buru. Wisatawan datang ke Sade karena ingin melihat bangunan yang bercerita tentang budaya masyarakat Sasak serta ritual dan kehidupan yang ada di NTB. Karena itu, nilai awal Sade harus dikembalikan,” tegasnya.
Untuk memastikan proses berjalan terarah, Gubernur meminta segera dibentuk Satuan Tugas (Satgas) Rekonstruksi Sade yang melibatkan pemerintah, masyarakat adat, dan pihak terkait. Ia juga mendorong pembentukan rekening bersama agar seluruh bantuan dari donatur tercatat, dikelola transparan dan akuntabel.
“Banyak pihak yang ingin membantu. Karena itu, bantuan yang masuk harus dikumpulkan dan dikelola secara transparan,” katanya.
Miq Iqbal juga meminta percepatan pembangunan museum semi permanen sebagai ruang edukasi sementara bagi wisatawan selama rekonstruksi berlangsung.
Bupati Lombok Tengah Haji Lalu Pathul Bahri menyebut momentum bulan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi waktu terbaik untuk memulai pembangunan kembali.
“Bulan Maulid Nabi Muhammad ini merupakan waktu yang terbaik, sehingga pembangunan rumah di Kampung Adat Sade ini dimulai hari ini,” kata Pathul.
Sementara Koordinator Rekonstruksi Rumah Adat Sade, H. Lalu Muh. Faozal, mengatakan hari pelaksanaan Nyemulak telah disepakati bersama melalui musyawarah adat Dusun Sade.
Data Dampak Kebakaran Sade:
Berdasarkan pendataan pascakebakaran, tercatat 75 rumah adat, 8 berugak, 6 sekenam, 1 masjid, 2 toilet, dan 69 artshop terdampak. Rekonstruksi akan dilakukan bertahap sesuai kemampuan sumber daya.
Bagi warga Sade, rekonstruksi ini bukan sekadar mengembalikan yang hilang. Ini adalah upaya memastikan warisan budaya tetap hidup, ruang kehidupan pulih, dan generasi mendatang masih mengenali Sade sebagai bagian penting peradaban Sasak Rembitan.
Nyemulak menjadi titik awal. Yang dibangun kembali bukan hanya bangunannya, tetapi ruh, nilai, dan warisan yang membuat Sade tetap menjadi Sade.| |
Penulis : TOH
Editor : Rossidi
Sumber Berita : Lombokdaily.net






















