Wabup Loteng Target Kemiskinan 10,31 Persen di 2026

Selasa, 1 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PRAYA – Angka kemiskinan di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) terus menunjukkan tren penurunan. Pada 2025, angka kemiskinan menyentuh 10,68 persen, turun signifikan dari 12,07 persen pada tahun 2024.

Capaian tersebut menempatkan Loteng di peringkat ketiga terendah di Provinsi NTB, setelah Kota Mataram 10,55 persen dan Kota Bima 10,61 persen.

 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal itu disampaikan Wakil Bupati Loteng, H. Muhammad Nursiah saat evaluasi program penanggulangan kemiskinan daerah di Ballroom Kantor Bupati Loteng.

 

Baca Juga :  Musyawarah V Kasta NTB, Zulfan Hadi Terpilih Jadi Ketua DPP 

“Angka itu turun dari 12,07 persen pada 2024. Target kita kemiskinan kembali turun sekitar 10,31 persen di 2026,” sebut Wabup Nursiah.

 

Ia menegaskan, meski turun, Pemda tetap memberikan perhatian khusus terhadap wilayah yang memiliki kantong kemiskinan cukup tinggi. Kecamatan Pujut tercatat 11,77 persen atau 16.037 jiwa, Kecamatan Jonggat 10,25 persen atau 13.960 jiwa, dan Praya Barat 10,17 persen atau 13.858 jiwa.

 

Untuk mengejar target tersebut, Pemda akan menerapkan strategi “3 Pintu” agar program pemerintah menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Baca Juga :  Pemda Loteng Gelar Rakor Metadata Statistik Sektoral Perdana

 

Pintu pertama difokuskan pada pengurangan beban pengeluaran masyarakat melalui program JKN, BPJS Ketenagakerjaan, bantuan pangan, pasar murah, dan Bantuan Langsung Tunai (BLT).

 

Pintu kedua diarahkan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat melalui pelatihan kerja, pengembangan UMKM dan IKM, peternakan, perikanan, hingga program padat karya.

 

“Sementara pintu ketiga kita fokus pada pengurangan kantong kemiskinan melalui perbaikan RTLH, penyediaan air minum, sanitasi, dan peningkatan akses pendidikan,” papar Nursiah.

 

Pihaknya berharap, melalui strategi tersebut, kemiskinan tidak hanya turun secara angka, tetapi juga memberikan dampak nyata berupa berkurangnya beban hidup, meningkatnya peluang pendapatan, serta membaiknya kualitas hunian dan layanan dasar.

Baca Juga :  Bupati Lombok Tengah Hadiri Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah di Bogor

 

Sementara itu, Kepala BPS Loteng, M. Jupri Sardi menyatakan, salah satu indikator kemiskinan dapat dilihat dari tingkat konsumsi masyarakat miskin berdasarkan hasil survei lapangan. Oleh karena itu, kolaborasi stakeholder untuk mempercepat penanggulangan kemiskinan ekstrem harus digenjot maksimal.

 

“Program penanggulangan kemiskinan perlu dilaksanakan menggunakan indikator yang terukur, sehingga intervensi pemerintah dapat semakin tepat sasaran,” pungkasnya.| Editor Keccoh.

Penulis : TOH

Editor : Rossidi

Sumber Berita : Lombokdaily.net

🗂️🗂️🗂️🗂️LOMBOKDAILY TERKAIT

Paripurna DPRD Loteng: 36 Anggota Hadir, Tutup Masa Sidang III Buka Masa Sidang I 2026-2027
Kejari Lombok Tengah Ingatkan Sekolah: Kelola Dana BOSP dengan Transparan
1.004 Anggota BPD Lombok Tengah Resmi Dilantik, Bupati: Ini Amanah Rakyat
Dinkes Lombok Tengah Bagikan 1.000 Masker untuk Warga dan Petugas Pascakebakaran Kampung Adat Sade
Air PDAM di Penujak Sudah Kembali Jernih, Tingkat Kekeruhan Tercatat 2,52 NTU
Pilkades Serentak 2026, Pengadaan Logistik Kini Dikelola Panitia Desa
Pilkades Labulia Siap Digelar, 9.068 Warga Masuk DPT
Diskominfo Lombok Tengah Perkuat Sinergi dengan BSSN dalam Pengamanan Ruang Siber
Berita ini 4 kali dibaca

🗂️🗂️🗂️🗂️LOMBOKDAILY TERKAIT

Selasa, 1 September 2026 - 15:35 WIB

Wabup Loteng Target Kemiskinan 10,31 Persen di 2026

Jumat, 28 Agustus 2026 - 05:43 WIB

Kejari Lombok Tengah Ingatkan Sekolah: Kelola Dana BOSP dengan Transparan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 22:10 WIB

1.004 Anggota BPD Lombok Tengah Resmi Dilantik, Bupati: Ini Amanah Rakyat

Rabu, 26 Agustus 2026 - 07:29 WIB

Dinkes Lombok Tengah Bagikan 1.000 Masker untuk Warga dan Petugas Pascakebakaran Kampung Adat Sade

Selasa, 25 Agustus 2026 - 12:30 WIB

Air PDAM di Penujak Sudah Kembali Jernih, Tingkat Kekeruhan Tercatat 2,52 NTU

🗂️🗂️🗂️🗂️LOMBOKDAILY TERBARU

Pemerintahan Lombokdaily

Wabup Loteng Target Kemiskinan 10,31 Persen di 2026

Selasa, 1 Sep 2026 - 15:35 WIB