Beredar Sejumlah Bukti TF ke Oknum PPK di Loteng, Perindo Minta Ditindak Tegas

Minggu, 10 Maret 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LOMBOKDAILY.NET – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) NTB, diminta menindak tegas oknum PPK yang diduga “melacurkan” diri pada Pemilu 2024.

Apalagi sejumlah bukti transfer (TF) dana ke sejumlah oknum PPK khususnya di Lombok Tengah (Loteng),kini mulai diungkap oleh sejumlah korban yang menjadi Calon Legeslatif (Caleg) pada pemilu tahun ini.

Dari data bukti transtfer yang diterima Lombokdaily.net,   satu oknum PPK saja bisa menerima hingga puluhan juta rupiah dari satu orang korban caleg.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ada diantara Caleg yang melakukan transfer sekaligus, dan ada juga yang melakukan transfer secara bertahap. Selain via transfer fekening, ternyata ada juga yang memberikan uang ke oknum PPK dengan secara kes.

Baca Juga :  Di hadapan 118 Kades, HL.Pathul Bahri Tegaskan Dirinya Kembali Ikhtiar di Loteng

Lombokdaily.net, hingga saat ini belum mendapat jawaban dari para oknum PPK tersebut saat melakukan konfirmasi via WA. Mereka, hanya membaca chat konfirmasi yang dikirimkan.

Atas dugaan tersebut, Perindo NTB memberikan apresiasi atas gerak cepat Bawaslu NTB yang mengumpulkan seluruh Panwascam dalam rangka evaluasi kinerja dalam Pemilu 14 Februari yang lalu.

“Apa yang dilakukan oleh Bawaslu NTB harusnya juga di lakukan oleh KPU NTB setelah pleno tingkat Provinsi berakhir,”kata Wakil Ketua Perindo NTB, M. Samsul Qomar, Minggu 10 Maret 2024 kepada Lombokdaily.net.

Kacaunya pemilu saat ini, tidak lepas dari permainan oknum Panwascam yang ikut dalam dugaan kecurangan . Namun itu tidak lepas juga karena kecurangan yang di lakukan oleh oknum  PPK.

Baca Juga :  Temui Fadli Zon, LMI Sampaikan Aspirasi Budayawan NTB

“Jadi kedua penyelenggara tingkat kecematan ini harus bertanggungjawab terhadap bobroknya hasil pemilu termasuk KPPS dan Pengawas TPS, karena mereka tidak melaksanakan fungsi dan tugasnya secara jujur,”imbuh M. Samsul Qomar.

Pihaknya melihat, hampir di semua tempat ada pergeseran suara dari C plano yang berubah setelah menjadi C hasil maupun ketika di pindahkan ke D hasil.

“Semestinya fungsi kontrol pengawas desa sampai panwascam lebih bagus kepada KPPS dan PPK namun kadang ada yang malah bekerja sama dalam kejahatan pemilu ini,”tandas MSQ, akronim politisi Perindo asal Loteng ini.

Untuk itu, Perindo mendorong Bawaslu jangan hanya mengevaluasi, tetapi memberhentikan Panwas yang terbukti berlaku curang dan melakukan rekrutment kembali secara profesional.

Baca Juga :  Berawal dari Nasi Balap Puyung, Miq Pathul Mulai Usaha Jemput Rekom

“Begitu juga KPU mesti bertinda tegas kepada PPK yang “melacurkan” dirinya dengan modus pengamanan suara dan membantu menaikkan suara dengan imbalan,”ujar MSQ.

Perindo siap memberikan bukti-bukti terkait hal tersebut dan melaporkannya secara pidana mulai senin depan .

“Sudah banyak bukti transfer ke PPK dan Panwas, soal ada yang kembalikan kan itu soal lain. Intinya ada transaksi,”ketus MSQ.

Pihaknya menghimbau kepada caleg dari partai manapun, jika merasa diakalin dan ditipu oleh penyelenggara, disilahkan melaporkan masalah tersebut ke jenjang yang lebih tinggi .

“Hal ini untuk menyelematkan demokrasi agar ke depan praktik seperti ini tidak lagi di lakukan karena aji mumpung, namun merugikan banyak pihak,”pungkas MSQ. (SriTazaka)

🗂️🗂️🗂️🗂️LOMBOKDAILY TERKAIT

Zainal Abidin Siap Maju Lagi Pimpin Pengadang: “Bukan Cari Jabatan, Tapi Menjawab Amanah Warga”  
Viral Soal Toko Swalayan di Lombok Tengah, Kasat Pol PP: Sanksi Perda 7 Hanya Administratif, Tak Ada Pidana
Eksekusi Tanah 90 Are di Bilelando Batal, PA Praya Tunda Sidang Alasan Keamanan  
Ratusan Warga Bilelando Tolak Eksekusi Tanah 90 Are, Nilai Putusan PA Praya Janggal  
Pilih-pilih Orang? Warga Labulia Bongkar Dugaan Pemilihan BPD ‘Siluman’ Tanpa Sosialisasi”
SABAR: Janji Mastah, SH untuk Desa Kelebuh yang Lebih Sejuk dan Mandiri  
MK Pecah Jadwal Pemilu: 2029 Nasional, 2031 Daerah – Era ‘Ekor Jas’ Resmi Berakhir
Wabup Nursiah : Perda Perangkat Daerah Disetujui, Demi Lombok Tengah “Masmirah”
Berita ini 1,777 kali dibaca

🗂️🗂️🗂️🗂️LOMBOKDAILY TERKAIT

Rabu, 3 Juni 2026 - 10:33 WIB

Zainal Abidin Siap Maju Lagi Pimpin Pengadang: “Bukan Cari Jabatan, Tapi Menjawab Amanah Warga”  

Kamis, 28 Mei 2026 - 09:33 WIB

Viral Soal Toko Swalayan di Lombok Tengah, Kasat Pol PP: Sanksi Perda 7 Hanya Administratif, Tak Ada Pidana

Selasa, 26 Mei 2026 - 18:55 WIB

Eksekusi Tanah 90 Are di Bilelando Batal, PA Praya Tunda Sidang Alasan Keamanan  

Selasa, 26 Mei 2026 - 18:44 WIB

Ratusan Warga Bilelando Tolak Eksekusi Tanah 90 Are, Nilai Putusan PA Praya Janggal  

Sabtu, 23 Mei 2026 - 13:44 WIB

Pilih-pilih Orang? Warga Labulia Bongkar Dugaan Pemilihan BPD ‘Siluman’ Tanpa Sosialisasi”

🗂️🗂️🗂️🗂️LOMBOKDAILY TERBARU