Sidang Gugatan 105 M Hadirkan Ahli dari Unram

Sabtu, 2 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LOMBOKDAILY.NET – Sidang gugatan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) yang diajukan oleh aktivis M. Fihiruddin terhadap Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali digelar di Pengadilan Negeri Mataram, Selasa 29 Juli 2025, dengan agenda mendengarkan keterangan ahli.

Tim kuasa hukum Fihiruddin yang dipimpin oleh M. Ikhwan, S.H., M.H., menghadirkan ahli dari Fakultas Hukum Universitas Mataram, Dr. Syamsul Hadi, S.H., M.H., untuk memberikan pandangan hukum terkait legal standing gugatan PMH yang dilayangkan kliennya.

Dalam keterangannya, Dr. Syamsul Hadi menjelaskan, dalam hukum Indonesia terdapat dua instrumen yang mengatur soal ganti rugi, yakni praperadilan dan Perbuatan Melawan Hukum (PMH).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Untuk kasus-kasus yang tidak menyentuh materi pokok perkara, seperti penahanan yang tidak sah, maka ganti rugi diatur melalui mekanisme praperadilan sebagaimana tercantum dalam Pasal 77 KUHAP. Sementara untuk perkara yang sudah menyentuh materi pokok dan berujung pada kerugian, maka instrumen yang digunakan adalah gugatan PMH berdasarkan Pasal 1365 KUH Perdata,” terangnya.

Ahli juga menjelaskan, kerugian yang dialami oleh penggugat dapat dimintakan pertanggungjawaban secara perdata apabila terbukti ada tindakan melawan hukum yang dilakukan oleh pihak tergugat.

Baca Juga :  Kemiskinan Menurun, Loteng Terendah Nomor 4 dari Kabupaten Lain di NTB

Selain itu, untuk memulihkan harkat dan martabat seseorang yang telah dilaporkan dan tidak terbukti bersalah harus mendapatkan hak melalui rehabilitasi sebagaimana diatur undang-undang.

Rehabilitasi merupakan bentuk pemulihan nama baik bagi seorang tersangka atau terdakwa yang telah melalui proses hukum, namun pada akhirnya dinyatakan tidak bersalah oleh putusan pengadilan.
Hal ini penting karena status hukum seseorang sangat memengaruhi relasi sosial, integritas pribadi, dan reputasinya di tengah masyarakat. Maka, ketika hukum tidak berhasil membuktikan kesalahannya, negara berkewajiban memulihkan harkat dan martabat orang tersebut.

“Jika seseorang telah ditangkap, ditahan, dan diproses sebagai tersangka atau terdakwa, namun pada akhirnya pengadilan menyatakan bahwa ia tidak terbukti bersalah, maka ia memiliki hak untuk menuntut ganti rugi serta menuntut rehabilitasi sebagaimana diatur dalam ketentuan perundang-undangan. Ini merupakan bentuk perlindungan hukum dan keadilan atas hak asasi setiap warga negara,”jelasnya.

Dalam konteks hukum pidana, khususnya delik aduan seperti pencemaran nama baik, laporan hanya sah jika dibuat oleh orang perseorangan yang merasa nama baiknya dicemarkan. Lembaga tidak memiliki kedudukan hukum untuk melaporkan atas nama kolektif,” ujar ahli dari Fakultas Hukum Universitas Mataram tersebut di hadapan majelis hakim.

Baca Juga :  Gugatan 105 Miliar Fihiruddin, Pimpinan DPRD NTB Ingin Nihilkan Ganti Rugi

Ia juga menekankan bahwa pelaporan atas dugaan tindak pidana ini harus dilakukan dengan itikad baik. Jika laporan diajukan tanpa dasar yang kuat atau dengan tujuan tertentu yang menyimpang dari semangat keadilan, maka pelapor dapat dimintai pertanggungjawaban hukum.

Menurutnya, ukuran itikad baik tidak bersifat subjektif semata, tetapi dapat diuji melalui mekanisme yang sudah diatur dalam sistem ketatanegaraan. Dalam konteks lembaga legislatif, misalnya, keberadaan Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) di DPR menjadi saluran resmi untuk menguji dan menangani dugaan pelanggaran etika atau pernyataan-pernyataan anggota dewan sebelum dibawa ke ranah hukum pidana.

Sementara itu, Ketua Tim Kuasa Hukum Penggugat, M. Ikhwan, S.H., M.H., menyatakan bahwa keterangan ahli semakin memperkuat posisi hukum kliennya. Ia menilai bahwa unsur-unsur PMH dalam perkara ini sudah terpenuhi secara terang.

“Dari keterangan saksi fakta yang telah kami ajukan, jelas bahwa klien kami, saudara Fihiruddin, mengalami kerugian yang cukup besar, baik secara material maupun immaterial. Dan dari keterangan ahli hari ini, semakin terang bahwa perkara ini masuk dalam kategori Perbuatan Melawan Hukum,” ujar Ikhwan kepada wartawan usai persidangan.

Baca Juga :  Puluhan Sopir Ambulance "Serbu" Polres Loteng

Ia juga menambahkan bahwa pihaknya optimis gugatan ini akan membuahkan hasil yang adil bagi kliennya, sekaligus menjadi preseden penting dalam upaya menegakkan keadilan dan akuntabilitas lembaga penegak hukum.

Untuk diketahui, Aktivis M. Fihiruddin sebelumnya sempat ditahan dalam kasus dugaan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) oleh Polda NTB. Namun, dalam proses persidangan, ia dinyatakan tidak bersalah oleh Pengadilan Negeri Mataram. Putusan bebas tersebut kemudian dikuatkan oleh Mahkamah Agung Republik Indonesia.

Atas dasar itu, Fihiruddin melayangkan gugatan terhadap Ketua dan sejumlah fraksi DPRD NTB atas dugaan Perbuatan Melawan Hukum. Gugatan tersebut sebelumnya sempat dinyatakan Niet Ontvankelijke Verklaard (NO) atau tidak diterima oleh Pengadilan Tinggi NTB ketika pihaknya mengajukan banding atas putusan PN Mataram. Kini, perkara tersebut kembali dibuka dan disidangkan.

🗂️🗂️🗂️🗂️LOMBOKDAILY TERKAIT

HEBOH! Pilkades Darek Kacau Balau, Tokoh Pemuda Bongkar 27 Data Ngawur: NIK Hilang, DPT Fiktif!
DEBAT SKAKMAT DI DPRD LOTENG: Halim vs Ketua Komisi I Adu Mulut Soal Surat Sehat. “Buktikan Dulu Dia Storke”
GEGER CAGAR ALAM PRABU DIKAVLING JADI VILA! Ketua GMPRI Loteng Murka: Reboisasi Dulu, Jangan Jual Hutan Jadi Ladang Cuan PT Tira!
KANTOR DESA KABUL SEMPAT DISEGEL, KADIS PMD: ITU GAWE PANITIA, BUKAN GAWE DPMD
SKANDAL PILKADES KABUL MELEDAK: Surat Sehat Diduga Palsu, Uang BUMDes 11 Tahun Macet, KTP Siluman 6370 Lembar!
PONPES ATAU SARANG NAFSU? 16 SANTRI DIDUGA JADI KORBAN MODUS ISTRI KEDUA
Abah Sumar Akhirnya Datang Penuhi Panggilan Polisi
Buku Tanah Harus Buka Suara, Hak Warga Menunggu Kepastian
Berita ini 127 kali dibaca

🗂️🗂️🗂️🗂️LOMBOKDAILY TERKAIT

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:24 WIB

HEBOH! Pilkades Darek Kacau Balau, Tokoh Pemuda Bongkar 27 Data Ngawur: NIK Hilang, DPT Fiktif!

Selasa, 6 Oktober 2026 - 15:51 WIB

DEBAT SKAKMAT DI DPRD LOTENG: Halim vs Ketua Komisi I Adu Mulut Soal Surat Sehat. “Buktikan Dulu Dia Storke”

Senin, 5 Oktober 2026 - 18:05 WIB

GEGER CAGAR ALAM PRABU DIKAVLING JADI VILA! Ketua GMPRI Loteng Murka: Reboisasi Dulu, Jangan Jual Hutan Jadi Ladang Cuan PT Tira!

Kamis, 1 Oktober 2026 - 14:56 WIB

KANTOR DESA KABUL SEMPAT DISEGEL, KADIS PMD: ITU GAWE PANITIA, BUKAN GAWE DPMD

Selasa, 29 September 2026 - 16:29 WIB

SKANDAL PILKADES KABUL MELEDAK: Surat Sehat Diduga Palsu, Uang BUMDes 11 Tahun Macet, KTP Siluman 6370 Lembar!

🗂️🗂️🗂️🗂️LOMBOKDAILY TERBARU

Pemerintahan Lombokdaily

12 Kecamatan Turun Jalan, HUT ke-81 Loteng Jadi Ajang Persatuan

Selasa, 13 Okt 2026 - 23:21 WIB

Pemerintahan Lombokdaily

Bazar Mandalika Panen Cuan, Tenun NTB Jadi Buruan Bule

Senin, 12 Okt 2026 - 17:09 WIB