Puluhan Anggota Koperasi Taxi Lombok Baru Merasa Dianaktirikan Oleh PT Angkasa Pura I

Selasa, 22 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lombokdaily.net -Pemerhati Lingkungan Dr.C. H. Nujumuddin, M.Si, menegaskan bahwa terjadinya kisruh di kalangan Anggota Koperasi jasa transportasi di Bandara Internasional Lombok (BIL) karena pihak PT. Angkasa Pura I terkesan Cuma Taxi Bluebird sebagai anak emasnya, sementara yang lainnya dianak tirikan. “Ini kelemahan manajemen dari PT. Angkasa Pura I dimana para pimpinannya bukan orang lokal yang tidak mengetahui tradisi kehidupan masyarakat Lombok yang sangat tertutup.” Keluh Nujumuddin pada Selasa 22 Juli 2025.

Kata dia, Sebagaimana yang diketahui bahwa PT. Angkasa Pura I adalah BUMN, milik negara, bukan perusahaan keluarga. Tenaga lokal hanya direkrut sebagai cleaning servis, tukang angkut sampah dan sejenisnya kan itu tidak elok karena pembodohan. “Apa pihak Angkasa Pura I tidak malu, Cuma Bandara Internasional Lombok saja yang sering kisruh diantara bandara Internasional Se Indonesia.” Ujarnya.

Penyataannya itu kata Nujum pihaknya sudah disampaikan kepada Ketua Komisi IV pada saat Hearing pada tanggal 21 Juli 2025 dihadiri oleh komisi IV DPRD Provinsi NTB, perwakilan Taxi Bluebird, perwakilan Taxi Lombok Baru, perwakilan PT. Angkasa Pura 1 dan Kepala Dinas Perhubungan.” Hearing itu kita selenggarakan menyusul adanya keluhan dari Koperasi Taksi Lombok Baru terkait Kebijakan pihak PT. Angkasa Pura I yang dinilai menganakemaskan (mengistimewakan) Taxsi Bluebird dalam operasional transportasi resmi di lingkungan Bandara Internasional Lombok (BIL).” Ungkap Nujumuddin.

Sementara itu HL. Basir, S.Pd, selaku ketua Koperasi Taksi Lombok Baru mengaku, bahwa dirinya berada Rekannya merasa tidak mendapatkan perlakuan yang adil dalam pengaturan izin operasional di kawasan Bandara. Poin-poin yang Dibahas, Kebijakan akses Taxsi di Bandara, PT. Angkasa Pura I memberikan klarifikasi bahwa pemilihan mitra Operasional didasarkan pada perjanjian kerja sama dan kelayakan operasional, termasuk sistem pelayanan, armada, dan teknologi.

Keluhan Koperasi Taxsi Lombok Baru menganggap ada diskriminasi dalam akses penumpang, pengaturan lokasi penjemputan dan sosialisasi kerja sama.

Perwakilan Koperasi Taxsi Lombok Baru mengaku bahwa keluhan terkait adanya perlakuan yang dinilai diskriminatif oleh pihak PT. Angkasa Pura I terhadap armada mereka dalam operasional transportasi resmi di Bandara Internasional Lombok.

Baca Juga :  Bupati Pathul Menyadari Tidak Alergi Kritik 

Beberapa poin utama yang disoroti antara lain meliputi Pembatasan Akses Penumpang, Koperasi Taxsi Lombok Baru merasa tidak diberi ruang yang layak dan strategis untuk mengakses penumpang di area kedatangan. Penumpang cenderung diarahkan secara eksklusif ke armada Taxsi Bluebird, baik melalui petugas bandara maupun sistem penunjuk informasi di lokasi.” Pengaturan lokasi penjemputan yang tidak setara, area penjemputan untuk Taksi Bluebird ditempatkan di lokasi yang lebih dekat dan mudah dijangkau oleh penumpang, sedangkan Koperasi Taksi Lombok Baru ditempatkan di area yang kurang representatif dan minim informasi penunjuk arah, sehingga mengurangi potensi mereka dalam memperoleh penumpang. Kurangnya sosialisasi dan transparansi kerja sama,” terangnya.

Ia menambahkan pihak Koperasi Lombok Baru tidak pernah dilibatkan secara aktif dalam proses penyusunan kebijakan atau kerja sama Transportasi di lingkungan Bandara. Tidak adanya Informasi yang terbuka terkait kriteria kerja sama dan prosedur seleksi mitra Operasional dianggap sebagai bentuk pengabaian terhadap eksistensi usaha lokal. Dampak ekonomi, perlakuan ini berdampak langsung terhadap pendapatan pengemudi taxsi anggota koperasi yang mengalami penurunan jumlah penumpang secara signifikan, serta menimbulkan ketidakstabilan usaha yang telah lama beroperasi dan melayani masyarakat Lombok.”

Baca Juga :  Musrenbang Tematik Pendidikan Lombok Tengah Dorong Perencanaan Kolaboratif

Tuntutan Koperasi Taxsi Lombok Baru meminta keadilan dalam pembagian akses dan kesempatan yang setara dalam melayani penumpang di BIL, sesuai dengan prinsip usaha lokal dan ekonomi kerakyatan.” Tegas HL Basir S,PD.

Terkait hal tersebut Hamda Ketua komisi IV DPRD Provinsi NTB, menyatakan bahwa pihaknya akan melakukan investigasi lebih lanjut dan meminta PT. Angkasa Pura I membuka ruang dialog dengan pelaku Transportasi lokal, termasuk Koperasi Taxi Lombok Baru, guna mencari win-win solotion dalam artian pentingnya prinsip keadilan dan pemberdayaan usaha lokal dalam pengelolaan transportasi publik di kawasan strategis seperti Bandara. “Rekomendasi awal mengarahkan agar dilakukan kajian ulang atas kerja sama yang ada dan melibatkan seluruh stakeholder dalam pengambilan keputusan ke depan.” Pungkas Hamda. |®|

Penulis : Rossi

Editor : Redaksi

Sumber Berita : Lombokdaily.net

🗂️🗂️🗂️🗂️LOMBOKDAILY TERKAIT

Sasaka Nusantara NTB: Kepemimpinan Gubernur Dinilai Belum Objektif  
Wakil Kepala BPS RI Turun ke Sukarara. Data Tenun Jadi Kunci Bantuan UMKM Lombok Tengah
Dorong Kebijakan Tepat Sasaran, Pemkab Lombok Tengah Canangkan Sensus Ekonomi 2026
SALAH CATAT NAMA DAERAH, PERINGKAT MTQ NTB DIREVISI KSB Tambah 3 Poin, Lombok Barat Turun 3 Poin, Sama-sama 144
Kejari Lombok Tengah Setorkan Rp 3,1 Miliar Hasil Rampasan Koruptor ke Kas Negara
MTQ XXXI NTB di Lombok Tengah Ditutup, Bupati: Ini Baru Awal, Bukan Akhir
Barejulat Pilih BPD Baru 2026-2034, Cuma 1 Petahana yang Maju Lagi
Satu Telur Sehari Alfamart Tembus Teratak, 100 Lebih Balita Stunting di Loteng Dapat Bantuan
Berita ini 20 kali dibaca

🗂️🗂️🗂️🗂️LOMBOKDAILY TERKAIT

Senin, 22 Juni 2026 - 19:29 WIB

Sasaka Nusantara NTB: Kepemimpinan Gubernur Dinilai Belum Objektif  

Jumat, 19 Juni 2026 - 11:25 WIB

Dorong Kebijakan Tepat Sasaran, Pemkab Lombok Tengah Canangkan Sensus Ekonomi 2026

Rabu, 17 Juni 2026 - 17:03 WIB

SALAH CATAT NAMA DAERAH, PERINGKAT MTQ NTB DIREVISI KSB Tambah 3 Poin, Lombok Barat Turun 3 Poin, Sama-sama 144

Rabu, 17 Juni 2026 - 13:29 WIB

Kejari Lombok Tengah Setorkan Rp 3,1 Miliar Hasil Rampasan Koruptor ke Kas Negara

Senin, 15 Juni 2026 - 23:34 WIB

MTQ XXXI NTB di Lombok Tengah Ditutup, Bupati: Ini Baru Awal, Bukan Akhir

🗂️🗂️🗂️🗂️LOMBOKDAILY TERBARU

Peristiwa Lombokdaily

126 SPPG dan Yayasan di NTB Aksi Damai Dukung Presiden Prabowo Lanjutkan MBG

Senin, 22 Jun 2026 - 20:07 WIB

Pemerintahan Lombokdaily

Sasaka Nusantara NTB: Kepemimpinan Gubernur Dinilai Belum Objektif  

Senin, 22 Jun 2026 - 19:29 WIB

Kepolisian Lombokdaily

Polres Loteng Ungkap Pelaku Curas di Pratim ‎

Minggu, 21 Jun 2026 - 13:22 WIB