Pemkab Lombok Tengah Luncurkan BESTI, Gerakan Tanam Cabai Bersama Siswa untuk Kendalikan Inflasi

Sabtu, 1 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Praya Tengah – Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah resmi meluncurkan program BESTI (Bersama Siswa Tanam Cabai Atasi Inflasi) sebagai bagian dari Gerakan Menanam Cabai (GMC) yang melibatkan satuan pendidikan di seluruh daerah. Kegiatan yang dipusatkan di SMP Negeri 1 Praya Tengah pada Sabtu (1/8/2026) ini juga diikuti secara daring oleh sekolah-sekolah lainnya di Kabupaten Lombok Tengah.

Peluncuran program tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Lombok Tengah Dr. H. M. Nursiah, S.Sos., M.Si., Sekretaris Daerah Lombok Tengah H. Lalu Firman Wijaya, ST., MT., Asisten II Sekda Lombok Tengah Drs. Lalu Rinjani, M.Si., Komisi II DPRD Kabupaten Lombok Tengah, perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Barat, Direktur Bank NTB Syariah, Perwakilan Bulog, para kepala OPD, Ketua TP PKK Kabupaten Lombok Tengah, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lombok Tengah, serta kepala sekolah se-Kabupaten Lombok Tengah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Lombok Tengah Dr. H. M. Nursiah, S.Sos., M.Si. menegaskan bahwa pengendalian inflasi, khususnya pada komoditas cabai yang kerap mengalami fluktuasi harga, memerlukan langkah-langkah strategis yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. Salah satu upaya nyata yang dapat dilakukan adalah membangun kesadaran dan budaya menanam sejak dini melalui lingkungan pendidikan.

Baca Juga :  Desa Kerame Jati Juara Umum MTQH ke-32 Kecamatan Pujut

Menurutnya, sekolah merupakan tempat yang sangat strategis untuk menanamkan nilai-nilai kepedulian terhadap lingkungan, ketahanan pangan, serta membangun karakter generasi muda yang inovatif dan produktif. Melalui Program BESTI, peserta didik tidak hanya memperoleh pengetahuan di ruang kelas, tetapi juga pengalaman langsung dalam membudidayakan tanaman yang memiliki nilai ekonomi dan bermanfaat bagi masyarakat.

“Program ini memiliki nilai, komitmen, dan inovasi. Karena itu harus direncanakan dengan baik, dilaksanakan secara sungguh-sungguh, serta dijaga keberlanjutannya agar mampu memberikan hasil yang nyata. Saya berharap gerakan ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi budaya di lingkungan sekolah,” ujar Wakil Bupati.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, sekolah, penyuluh pertanian lapangan (PPL), kelompok tani, serta seluruh pemangku kepentingan agar program ini berjalan optimal. Pendampingan teknis, mulai dari proses penanaman hingga masa panen, dinilai menjadi faktor penting untuk memastikan keberhasilan Gerakan Menanam Cabai di setiap sekolah.

Selain itu, Wakil Bupati berharap para kepala sekolah dapat mengintegrasikan Gerakan Menanam Cabai ke dalam proses pembelajaran sehingga siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki keterampilan, kepedulian terhadap sektor pertanian, dan kesadaran akan pentingnya menjaga stabilitas harga pangan. Ia optimistis apabila dikelola dengan baik, hasil panen nantinya tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan sekolah, tetapi juga berpotensi memberikan kontribusi terhadap pengendalian inflasi di Kabupaten Lombok Tengah.

Baca Juga :  Iqbal Prioritaskan Pengembangan Teluk Saleh Menjadi Destinasi Wisata Mendunia

Lebih lanjut, ia mendorong agar Program BESTI terus dikembangkan ke berbagai lembaga pendidikan lainnya, termasuk pondok pesantren yang memiliki potensi lahan cukup luas untuk mendukung gerakan ketahanan pangan.

“Mari kita jaga bersama program ini agar berjalan secara berkelanjutan. Semoga BESTI mampu melahirkan generasi yang peduli terhadap pertanian, memperkuat ketahanan pangan daerah, serta menjadi salah satu ikhtiar nyata dalam menjaga stabilitas harga dan menekan laju inflasi di Kabupaten Lombok Tengah,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lombok Tengah Drs. H. Lalu Idham Halid, M.Pd. selaku Ketua Panitia menyampaikan bahwa Program BESTI merupakan bentuk nyata kontribusi sektor pendidikan dalam mendukung salah satu dari sembilan langkah strategis nasional pengendalian inflasi, yaitu Gerakan Menanam, khususnya pada komoditas cabai yang sering mengalami fluktuasi harga.

Ia menjelaskan, pada tahap awal program ini telah melibatkan 86 Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang tersebar di 12 kecamatan, serta 165 Sekolah Dasar (SD) di tiga kecamatan, yaitu Praya, Praya Tengah, dan Jonggat.

Baca Juga :  DPC PPP Loteng Segera Tentukan Calon Nama PAWnya Nursa'i

Menurutnya, Program BESTI tidak sekadar mengajak siswa menanam cabai, tetapi juga mengintegrasikan kegiatan tersebut ke dalam kurikulum sekolah sebagai sarana pembelajaran tentang pertanian, ketahanan pangan, pendidikan karakter, serta kepedulian terhadap lingkungan.

Sebagai bentuk dukungan, setiap SMP menerima bantuan 125 bibit cabai, sedangkan setiap SD memperoleh 50 bibit cabai. Sekolah bertanggung jawab menyediakan lahan, melakukan penanaman, dan merawat tanaman agar dapat berproduksi secara berkelanjutan selama satu hingga dua tahun ke depan.

Untuk mendukung keberhasilan program, Dinas Pendidikan juga menggandeng penyuluh pertanian lapangan dan kelompok tani agar memberikan pendampingan teknis kepada sekolah, mulai dari teknik budidaya hingga perawatan tanaman. Seluruh satuan pendidikan diharapkan berkomitmen mengintegrasikan Gerakan Menanam Cabai ke dalam pembelajaran sekaligus memastikan keberlanjutan pemeliharaan tanaman di lingkungan sekolah.

Melalui Program BESTI, Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah berharap lahir gerakan bersama yang tidak hanya mampu mendukung pengendalian inflasi, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan daerah, meningkatkan kepedulian generasi muda terhadap sektor pertanian, serta membangun budaya produktif di lingkungan sekolah yang memberikan manfaat bagi masyarakat secara berkelanjutan.| Editor: Muhammad ROSIDI

Penulis : TOH

Editor : Rossidi

Sumber Berita : Lombokdaily.net

🗂️🗂️🗂️🗂️LOMBOKDAILY TERKAIT

KETOK PALU! APBD PERUBAHAN 2026 LOTENG DISETUJUI – Bupati Pathul: Anggaran Tetap Seimbang Untuk Rakyat
Kajari Loteng Buka Pintu Buat Wartawan: Silakan Datang Ngobrol
Perda Pasar Rakyat Loteng Ketinggalan Aturan Pusat, Diminta Dirombak Total
SEMEN HILANG, RAKYAT DIBIKIN MERAYAP! DARI LEMBAR SAMPAI MATARAM PROYEK LUMPUH, HARGA DIGORENG GILA-GILAAN
RSUD Praya Kebut Reakreditasi, Target Beres Desember 2026
Lombok Tengah Panen 91 Inovasi! Bupati Pathul: Jangan Berhenti Berkreasi
Paripurna DPRD Lombok Tengah: Bupati Pathul Bahri Ungkap Strategi Dongkrak PAD dan Perbaikan Jalan 25 Km
APBD KETAT, JANJI TETAP JALAN! Bupati Loteng Jawab 7 Fraksi: SILPA Nol Rupiah, Guru Sejahtera, Sad
Berita ini 24 kali dibaca

🗂️🗂️🗂️🗂️LOMBOKDAILY TERKAIT

Jumat, 25 September 2026 - 21:27 WIB

KETOK PALU! APBD PERUBAHAN 2026 LOTENG DISETUJUI – Bupati Pathul: Anggaran Tetap Seimbang Untuk Rakyat

Jumat, 25 September 2026 - 16:14 WIB

Kajari Loteng Buka Pintu Buat Wartawan: Silakan Datang Ngobrol

Rabu, 23 September 2026 - 14:27 WIB

Perda Pasar Rakyat Loteng Ketinggalan Aturan Pusat, Diminta Dirombak Total

Selasa, 22 September 2026 - 12:29 WIB

SEMEN HILANG, RAKYAT DIBIKIN MERAYAP! DARI LEMBAR SAMPAI MATARAM PROYEK LUMPUH, HARGA DIGORENG GILA-GILAAN

Selasa, 22 September 2026 - 07:44 WIB

RSUD Praya Kebut Reakreditasi, Target Beres Desember 2026

🗂️🗂️🗂️🗂️LOMBOKDAILY TERBARU

Pemerintahan Lombokdaily

Kajari Loteng Buka Pintu Buat Wartawan: Silakan Datang Ngobrol

Jumat, 25 Sep 2026 - 16:14 WIB

Kasus Lombokdaily

Buku Tanah Harus Buka Suara, Hak Warga Menunggu Kepastian

Kamis, 24 Sep 2026 - 10:32 WIB