Erwandi: Jangan Diskreditkan Putra Utara, Ada Lompatan Digitalisasi di Tubuh Perumda Air Minum
LOMBOK TENGAH – Di tengah riuh polemik pengangkatan kembali Direktur Utama Perumda Air Minum Lombok Tengah, suara lantang justru datang dari hulu.
Kepala Desa Lantan, Kecamatan Batukliang Utara, Erwandi, angkat bicara membela Bambang Supratomo. Ia meminta semua pihak, termasuk anggota DPRD Lombok Tengah, untuk lebih bijak dan tidak gegabah melempar opini ke publik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bukan tanpa alasan. Desa Lantan dengan 6.431 jiwa yang dipimpinnya adalah jantung suplai air untuk Lombok Tengah.
“Jadi kami sebagai pelayan masyarakat di Lantan, juga bagian dari masyarakat utara, yang selama ini hubungan kami baik dengan PDAM. Lantan ini adalah salah satu lokasi tempat sumber suplai untuk kebutuhan masyarakat keluarga besar Lombok Tengah di bagian tengah dan selatan,” tegas Erwandi, Senin (14/9/2026).
Menurut Erwandi, di bawah kepemimpinan Bambang, Perumda Air Minum mengalami perubahan luar biasa dan signifikan.
Indikatornya paling terasa di keterbukaan informasi. Jika dulu warga bingung saat air mati, kini semua transparan lewat kanal digital.
“Sekarang sudah lumayan ada peningkatan, baik itu kualitas penyampaian informasi ke masyarakat. Sudah cukup luas memanfaatkan digitalisasi. Ada kerusakan-kerusakan, segera di-update di portal akun Perumda Air Minum,” jelasnya.
Poin kedua yang ia soroti adalah sinergi. Bambang dinilai tidak bekerja menara gading, tapi merangkul kepala-kepala desa di wilayah utara yang selama ini menjadi daerah penyangga air.
“Pak Bambang membangun sinergi itu luar biasa, cukup baik. Kades-kades yang ada di utara ini kami dilibatkan, diundang dan sebagainya,” tuturnya.
Jangan Buru-buru Menghakimi
Terkait aksi demonstrasi yang menolak pengangkatan kembali Bambang dan mendesak pansel terbuka, Erwandi meminta publik tidak terburu-buru mengambil kesimpulan. Ia mengingatkan penjelasan Sekda Loteng bahwa pengangkatan telah melalui dua mekanisme yang sah, termasuk mekanisme pansel.
“Tidak mungkin pemerintah itu menyampaikan asal-asalan. Apa yang disampaikan Pak Sekda saya pikir sudah jelas, sudah ada dasar kekuatan,” ujarnya.
Namun, Erwandi juga menyelipkan kritik pedas untuk DPRD dan Pemda Loteng. Ia menyayangkan pernyataan Sekretaris Komisi III DPRD yang dinilai mendiskreditkan.
“Pak Dewan juga harus bijak menyampaikan opini ke publik. Maaf, mewakili masyarakat Desa Lantan sekitar 6.431 jiwa itu, paling tidak kami diajak diskusi juga. Karena Pak Dewan ini wakil kami. Ndak bisa angan-angan sendiri,” tegasnya.
Bagi Erwandi, Bambang adalah kebanggaan SDM utara yang harus dipertahankan.
Tak hanya soal PDAM, ia juga melontarkan koreksi keras soal ketimpangan pembangunan.
“Pak Bupati dan para pemangku kebijakan, pembangunan itu mohon ada keseimbangan antara utara dan selatan. Jangan pembangunan itu di selatan-selatan terus,” serunya.
Ia menyebut Bandara Internasional Lombok, Sirkuit Mandalika, kawasan wisata, Poltekpar hingga IPDN semuanya menumpuk di tengah dan selatan.
“Di zona tengah itu pusat kampus di sana. Luar biasa, selatan sama tengah. Kami sering diskusi, utara kami ini dapat apa?” pungkasnya.
Ia berharap polemik ini tidak memecah belah, melainkan menjadi momentum evaluasi untuk pelayanan air yang lebih baik bagi seluruh warga Lombok Tengah.| Editor: Muhammad ROSIDI
Penulis : Redaksi
Editor : Rossidi
Sumber Berita : Lombokdaily.net





















