Menanam Saja Tidak Cukup, Publik Tagih Data Keberhasilan Konservasi Sumber Air
PRAYA, Lombok Tengah – Tata kelola Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Lombok Tengah mendapat sorotan tajam. Pakar Lingkungan NTB, Dr. (C). Nujumuddin, M.Si, menilai perusahaan pelat merah itu kini berada di persimpangan penting antara tuntutan pelayanan, transparansi keuangan, tanggung jawab sosial, hingga keberlanjutan sumber air.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Nujumuddin, persoalan PDAM tidak bisa hanya dilihat dari sisi teknis air yang mengalir dari keran. PDAM adalah badan usaha yang menggunakan sumber daya publik, sehingga harus mempertemukan tiga kepentingan sekaligus: keberlanjutan sumber air, kesehatan perusahaan, dan kepentingan pelanggan.
“Yang harus dijaga bukan hanya air yang keluar dari keran, tetapi juga sumber air yang menjadi hulu dari seluruh pelayanan PDAM. Jika sumber air mengalami degradasi, persoalannya bukan sekedar lingkungan, melainkan juga bisnis dan pelayanan publik,” tegasnya.
Soroti Uang Pelanggan dan CSR Seremonial
Nujumuddin menekankan dua pintu masuk evaluasi, yakni transparansi keuangan dan program Corporate Social Responsibility (CSR). Uang yang dibayarkan pelanggan setiap bulan, kata dia, harus dikelola dengan prinsip akuntabilitas. Publik berhak mendapat gambaran memadai mengenai kesehatan keuangan, penggunaan pendapatan, investasi, biaya operasional, hingga pengembangan jaringan.
Begitu pula dengan CSR. Bagi perusahaan air minum, CSR semestinya tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial dan foto penyerahan bantuan. Program harus diarahkan pada perlindungan sumber mata air, penghijauan kawasan tangkapan air, peningkatan kesadaran sanitasi, dan pemberdayaan masyarakat sekitar sumber air.
“Publik berhak menanyakan ukuran keberhasilannya. Berapa anggaran yang disediakan? Di mana kegiatan dilakukan? Siapa penerima manfaatnya? Apa indikator keberhasilannya? Itu bukan kecurigaan, tapi bagian dari kontrol sosial,” ujarnya.
Menanam Bukan Indikator Tunggal
Perhatian khusus diberikan pada program penanaman di sekitar sumber air yang pernah dilakukan PDAM Lombok Tengah. Nujumuddin menilai penanaman adalah langkah positif, namun bukan indikator tunggal keberhasilan konservasi.
“Kalau hanya diberitakan ketika menanam, dari mana publik bisa menilai keberhasilannya?” katanya.
Ia menjelaskan, tahun pertama adalah masa tanam, sementara tahun kedua dan ketiga adalah periode penentu. Tingkat kelangsungan hidup tanaman, pertumbuhan, komposisi jenis, kondisi tutupan lahan, dan pemeliharaan harus dievaluasi dan diumumkan secara terbuka.
Evaluasi Direksi Harus Berbasis Kinerja
Dari aspek manajemen, Nujumuddin mempertanyakan apakah direksi telah melakukan evaluasi menyeluruh. Indikator seperti tingkat kehilangan air, kondisi keuangan, pengembangan jaringan, hingga penanganan pengaduan pelanggan harus terukur.
Terkait wacana evaluasi Direktur Utama PDAM Lombok Tengah Bambang Supratomo, dirum PDAM Lalu Muhammad Lutfi, Dirtek PDAM. ia menilai hal itu tidak boleh dibaca sebagai isu politis atau pergantian figur semata. Pergantian atau mempertahankan direksi harus didasarkan pada kinerja.
“PDAM bukan perusahaan warisan keluarga yang kursi direksinya dapat berputar di antara orang-orang yang sama tanpa mempertimbangkan kompetensi. Jabatan direksi adalah amanah profesional,” tegasnya.
Ia menambahkan, regenerasi kepemimpinan membutuhkan sistem penilaian objektif. Yang berprestasi diberi ruang melanjutkan, yang tidak mencapai target harus siap dievaluasi.
Belajar dari kasus perusahaan daerah lain, termasuk persoalan hukum yang pernah menjerat PDAM di daerah lain di NTB, Nujumuddin mengingatkan Pemerintah Daerah sebagai pemilik modal dan Dewan Pengawas harus menjalankan fungsi pengawasan secara substantif.
“Pada akhirnya, PDAM tidak hanya mengelola perusahaan, tapi mengelola kepercayaan. Jangan sampai ada pelanggan yang hanya membayar angin saja. Ukuran keberhasilan PDAM bukan sekedar berapa banyak air yang mengalir hari ini, melainkan apakah air itu tetap tersedia esok hari,” pungkasnya. | Editor: Muhammad ROSIDI
Penulis : TOH
Editor : Rossidi
Sumber Berita : Lombokdaily.net





















