Pakar Lingkungan Desak ITDC Terbuka Soal CSR, Rangkul Pers dan Kreator Mandalika

Minggu, 30 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Pakar Lingkungan: CSR ITDC Harus Transparan, Libatkan Pers dan Pegiat Medsos Secara Profesional

KUTA, LOMBOK TENGAH – Pakar Lingkungan Dr. (C) Nujumuddin, M.Si mendorong PT Pengembangan Pariwisata Indonesia atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) selaku pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika untuk lebih terbuka dalam mengelola dan mengomunikasikan program Corporate Social Responsibility (CSR).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, keterbukaan menjadi modal utama untuk membangun kepercayaan publik dan memastikan manfaat kehadiran KEK Mandalika benar-benar dirasakan masyarakat sekitar.

“Keberhasilan pembangunan KEK Mandalika tidak semata ditentukan oleh kemegahan infrastruktur, meningkatnya kunjungan wisatawan, atau tumbuhnya investasi. Ukuran lain yang tak kalah penting adalah seberapa kuat hubungan sosial antara perusahaan dengan masyarakat,” ujarnya, Sabtu (30/8).

Dalam perspektif ilmu lingkungan, kata Nujumuddin, perusahaan tidak pernah berdiri sendiri. Aktivitas korporasi selalu berinteraksi dengan lingkungan sosial, ekonomi, budaya dan ekologis. Karena itu komunikasi publik yang terbuka harus dipelihara berkelanjutan.

Baca Juga :  Ups! Maaf Eror 404 !!

 

“ITDC membutuhkan komunikasi yang hidup dengan masyarakat. Komunikasi itu tidak cukup dilakukan ketika muncul persoalan. Informasi mengenai program, capaian, manfaat, maupun tantangan pengembangan kawasan perlu disampaikan secara terbuka dan berkelanjutan,” tegasnya.

CSR Bukan Sekadar Bantuan

Nujumuddin menekankan, dana CSR ITDC seharusnya tidak hanya dipandang sebagai bantuan sosial kepada kelompok tertentu. CSR harus dirancang sebagai investasi sosial jangka panjang yang diarahkan pada pemberdayaan masyarakat, penguatan UMKM lokal, pendidikan, lingkungan, kebudayaan, hingga peningkatan kapasitas pemuda.

 

Untuk itu, ia mengusulkan agar ITDC membuka ruang kolaborasi lebih luas dengan pegiat media sosial, komunitas kreator konten, dan insan pers di Nusa Tenggara Barat. Mereka adalah bagian penting dari ekosistem informasi yang setiap hari membentuk persepsi publik tentang KEK Mandalika.

Baca Juga :  Lima Bulan di Loteng, Kasi Intel Kejari Alfa Dera Pamit ke Jogja: Jaga Lombok, Jangan Sampai Sasak Jadi Tamu di Rumah Sendiri

 

Namun, ia mengingatkan, kolaborasi dengan wartawan harus ditempatkan dalam kerangka profesional dan bukan transaksional.

“Pemberian dukungan melalui program CSR tidak boleh dimaknai sebagai upaya membeli pemberitaan atau mengarahkan isi berita. Independensi pers harus tetap menjadi prinsip utama,” katanya.

 

Menurutnya, hubungan ITDC dengan media harus dibangun berdasarkan transparansi, akses informasi, dialog, dan penghormatan terhadap kebebasan jurnalistik.

 

“Wartawan berada di garis depan dalam menyampaikan informasi kepada publik. Yang perlu dibangun bukan hubungan transaksional, tetapi hubungan profesional. ITDC dapat memberikan ruang, akses informasi, pelatihan, forum diskusi, dan dukungan pengembangan kapasitas melalui mekanisme CSR yang transparan,” jelasnya.

 

Senada, untuk pegiat medsos, ITDC dapat menggagas pelatihan mengenai pariwisata berkelanjutan, ekonomi kreatif, konservasi, budaya lokal, serta pengembangan konten digital berbasis data. Dengan begitu, kreator tidak hanya menjadi penyampai promosi, tetapi memiliki pengetahuan substansi pembangunan kawasan.

Baca Juga :  Polisi Perkuat Penjagaan Gudang Logistik Pemilu

 

Ia juga mendorong ITDC membuka informasi arah dan realisasi program CSR secara berkala kepada publik. Mulai dari prioritas program, kelompok penerima manfaat, bentuk kegiatan, hingga mekanisme evaluasinya.

 

“Kalau informasi positif lahir dari fakta dan kinerja yang memang positif, pemberitaan positif akan memiliki dasar yang kuat. Publik berhak tahu siapa penerima manfaatnya, apa bentuk programnya, dan bagaimana hasilnya. Jangan sampai muncul kesan manfaat hanya berputar pada kelompok tertentu,” ujarnya.

 

Pada akhirnya, Nujumuddin menilai komunikasi publik di kawasan sebesar Mandalika semestinya dipandang sebagai bagian dari pembangunan itu sendiri.

“Kalau ITDC ingin dicintai dan diterima masyarakat, jangan hanya membangun kawasan. Bangun pula kepercayaan. Kepercayaan itu lahir dari keterbukaan, manfaat yang nyata, komunikasi yang sehat, dan kesediaan perusahaan mendengarkan suara publik,” pungkasnya. | Editor: Muhammad ROSIDI

Penulis : TOH

Editor : Rossidi

Sumber Berita : Lombokdaily.net

🗂️🗂️🗂️🗂️LOMBOKDAILY TERKAIT

DPRD Loteng Diminta Pasang Badan Soal MotoGP, Jangan Lempar ke Pemda
JANGAN TAKUT ISU PERANG SAUDARA, MK HARUS TEGAK DI ATAS KONSTITUSI
Pakar NTB: Stop Kekerasan Seksual di Pesantren, Lindungi Santri Jangan Tutupi Kasus
Tongkat Komando Dokkes Polda NTB Berpindah: Kombes dr. Iskandar Resmi Jabat Kabiddokkes, Kapolda Titip Pesan Khusus
KEMENHAJ LOTENG BANTAH DUA ISU KKN: TIDAK ADA PILIH PETUGAS SUKA-SUKA DAN UANG PELICIN
NYAWA ANAK JADI TARUHAN! Kasus Dapur MBG Repok Puyung Meledak, Pakar: Jangan Cuma Hitung Porsi, Audit Total SPPG Sekarang! 
Empat Tahun Hidup dengan Psoriasis Usai Booster Covid-19, Warga NTB Tagih Kepastian Negara
PDAM Lombok Tengah Jangan Jadi Sapi Perah Politik
Berita ini 33 kali dibaca

🗂️🗂️🗂️🗂️LOMBOKDAILY TERKAIT

Kamis, 15 Oktober 2026 - 01:39 WIB

DPRD Loteng Diminta Pasang Badan Soal MotoGP, Jangan Lempar ke Pemda

Selasa, 6 Oktober 2026 - 05:52 WIB

JANGAN TAKUT ISU PERANG SAUDARA, MK HARUS TEGAK DI ATAS KONSTITUSI

Senin, 28 September 2026 - 06:16 WIB

Pakar NTB: Stop Kekerasan Seksual di Pesantren, Lindungi Santri Jangan Tutupi Kasus

Selasa, 22 September 2026 - 18:58 WIB

Tongkat Komando Dokkes Polda NTB Berpindah: Kombes dr. Iskandar Resmi Jabat Kabiddokkes, Kapolda Titip Pesan Khusus

Minggu, 20 September 2026 - 08:43 WIB

KEMENHAJ LOTENG BANTAH DUA ISU KKN: TIDAK ADA PILIH PETUGAS SUKA-SUKA DAN UANG PELICIN

🗂️🗂️🗂️🗂️LOMBOKDAILY TERBARU

Steatment Lombokdaily

DPRD Loteng Diminta Pasang Badan Soal MotoGP, Jangan Lempar ke Pemda

Kamis, 15 Okt 2026 - 01:39 WIB

Pemerintahan Lombokdaily

RIBUAN LOKER DIBUKA! 1.282 Lowongan di Job Fair Masmirah Praya

Rabu, 14 Okt 2026 - 21:18 WIB

Lombokdaily Nasional

Paripurna HUT Loteng ke-81: Dari Duka Sade Sampai Sukses MotoGP

Rabu, 14 Okt 2026 - 16:51 WIB

Pemerintahan Lombokdaily

BUNG MEMET: MISKIN TURUN, TAPI NGANGGUR NAIK – ITU PR BESAR LOTENG

Rabu, 14 Okt 2026 - 16:02 WIB

Pemerintahan Lombokdaily

Ketua Komisi I DPRD Loteng: Tribun MotoGP Kosong, Loteng Belum Dapat Apa-Apa

Rabu, 14 Okt 2026 - 15:53 WIB