PRAYA — Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Lombok Tengah ngumpulin 25 direktur dan bendahara BUMDes yang masih aktif, Senin (29/6/2026) kemarin. Tempatnya di aula kantor DPMD. Tujuannya satu: biar BUMDes di desa-desa Loteng makin rapi ngelolanya, usahanya jalan terus, ndak gampang mati di tengah jalan. Acara dibuka langsung oleh Sekretaris Dinas PMD, Tahsin Badri.
Yang jadi pemandu, Kabid Pemberdayaan Lembaga, Baiq Tisniwati. Kata beliau, pelatihannya sengaja ngundang orang Inspektorat biar materinya langsung kena. “Narasumbernya Ibu Davina Fatana dari Irban III, sama Pak Muhamad Rifa’i Auditor Muda Irban I,” jelas Baiq Tisniwati.
Suasana kelas hidup. Peserta ndak cuma dengerin, tapi banyak nanya, tukar pengalaman soal susah-senangnya ngurus BUMDes di desa masing-masing. Materinya dibawakan santai, gampang dicerna, ndak pakai bahasa ribet.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Fokus utama tahun ini: Good Governance dan Manajemen Risiko.
“Pengelolaan risiko yang bagus itu kunci. Kalau dari awal kita sudah tahu apa risikonya, BUMDes bisa tumbuh sehat, akuntabel, dan berkelanjutan,” tegas Baiq Tisniwati.
Habis pelatihan ini, DPMD ndak mau lepas tangan. Bareng Inspektorat, mereka rencana akan gelar FGD lagi dengan peserta yang sama. Nanti tiap BUMDes diminta bikin Manajemen Risiko Unit Usaha sama Rencana Tindak Pengendalian. Jadi jelas apa yang mau dijaga, apa yang mau dihindari. “Kami harap ini jadi komitmen bersama. Pembinaan jalan terus, biar BUMDes benar-benar jadi motor ekonomi desa. Bukan cuma ada namanya doang, tapi hasilnya dirasakan warga. Menuju Loteng yang makin maju dan sejahtera,” tutupnya.|editor: Muhammad ROSIDI
Penulis : TOH
Editor : Rossidi
Sumber Berita : Lombokdaily.net



















