SKANDAL PENDIDIKAN LOTENG: MARK-UP, DOKUMEN HILANG, KADIS SEMBUNYI

Kamis, 21 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ban Dibakar, Aliansi Pemuda Seret Dugaan Korupsi 2025 ke Kejati NTB

PRAYA — Asap hitam membubung di halaman Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Tengah, Kamis, 21 Mei 2026. Bukan kebakaran. Itu amarah warga yang dibakar.

Ruang hearing pagi itu berubah jadi medan tempur. Aliansi Pemuda Lombok Tengah datang dengan koper data. Isinya: dugaan mark-up, spek fiktif, volume dikerek, harga digelembungkan. Belanja barang dan jasa 2025 dibedah, dan hasilnya busuk.

“Dinas ini seperti beli kerupuk harga emas. Uang miliaran mengalir, tapi fisik di lapangan cuma remah-remah,” hardik Ketua Aliansi, Lalu Aji Darmawan, SH, di depan peserta hearing yang panas.

Fakta yang Dibongkar Aliansi:

Dugaan Pelanggaran Temuan di Lapangan. Mark-up harga pengadaan. Harga jauh di atas standar pasar. Spesifikasi dan volume fiktif.Realisasi fisik tak sebanding dengan anggaran. Pengondisian penyedia.

Proses lelang diduga dikunci untuk kroni. Dokumen hilang. SP2D, kontrak, berita acara banyak yang raib. Bagi aliansi, hilangnya dokumen bukan kelalaian. Itu jejak yang sengaja dihapus. “Korupsi menggerogoti kesejahteraan rakyat sampai ke sumsum,” tegas Lalu Aji bersama Sekretaris Hongky Candra.

Baca Juga :  GSD Minta Bekas Ketua PPK Prabar Tak Diluluskan KPU Loteng

Hearing itu gagal total. Kepala Dinas tak berani muncul. Hanya Plt Sekretaris yang disodorkan. Massa menolak mentah-mentah. Tak punya kewenangan, tak bisa ambil keputusan. Kekecewaan meledak jadi kobaran ban.

Aliansi tak berhenti. UU KIP, PP Partisipasi Publik, UU Pelayanan Publik mereka bawa sebagai senjata. Empat tuntutan ditembakkan: buka seluruh dokumen pengadaan 2025. Dari kontrak, berita acara, foto realisasi, sampai SP2D dan lampirannya.

Baca Juga :  Kasus Warga Cakra Diduga Aniaya Warga Praya, Polsek Bergerak Cepat!

Senin depan, mereka janji turun lagi. Lebih besar, lebih keras. Setelah mengguncang Dinas, target berikutnya Kejati NTB. Laporan resmi sudah disiapkan.

Hingga berita ini naik cetak, Dinas Pendidikan Lombok Tengah memilih bungkam. Kepala Dinas hilang, jawaban kosong.

Semboyan aliansi menusuk: Berpikir Jernih, Bertindak Jujur, Tolak Korupsi Dalam Segala Bentuknya.

Ini bukan sekadar soal proyek. Ini soal hak anak-anak Loteng yang dirampok atas nama pendidikan.

Editor: Muhammad ROSIDI

Penulis : TOH

Editor : Rossidi

Sumber Berita : Lombokdaily.net

🗂️🗂️🗂️🗂️LOMBOKDAILY TERKAIT

PONPES ATAU SARANG NAFSU? 16 SANTRI DIDUGA JADI KORBAN MODUS ISTRI KEDUA
Abah Sumar Akhirnya Datang Penuhi Panggilan Polisi
Buku Tanah Harus Buka Suara, Hak Warga Menunggu Kepastian
Langkah Besar TGH Sumar: Serahkan Ponpes Abul Barokat ke TGB dan Mundur dari Semua Jabatan
17 TAHUN DIPENDEM, SKANDAL PONPES BUNKATE MELEDAK!
Dilaporkan Sejak Februari, Kasus Tuan Guru di Loteng Jadi Prioritas – Korban Sempat Hilang Kabar di Mesir
Geger Laporan BBC Viral! Ponpes ABW di Lombok Tengah Digeruduk Wali Santri Tengah Malam, Ramai-ramai Jemput Anak
Pimpinan Ponpes Nurul Ikhlas Divonis 14 Tahun, Hakim: Salahgunakan Kamar Khalwat dan Ilmu Laduni
Berita ini 54 kali dibaca

🗂️🗂️🗂️🗂️LOMBOKDAILY TERKAIT

Senin, 28 September 2026 - 19:36 WIB

PONPES ATAU SARANG NAFSU? 16 SANTRI DIDUGA JADI KORBAN MODUS ISTRI KEDUA

Senin, 28 September 2026 - 19:20 WIB

Abah Sumar Akhirnya Datang Penuhi Panggilan Polisi

Kamis, 24 September 2026 - 10:32 WIB

Buku Tanah Harus Buka Suara, Hak Warga Menunggu Kepastian

Kamis, 24 September 2026 - 08:02 WIB

Langkah Besar TGH Sumar: Serahkan Ponpes Abul Barokat ke TGB dan Mundur dari Semua Jabatan

Rabu, 23 September 2026 - 08:28 WIB

17 TAHUN DIPENDEM, SKANDAL PONPES BUNKATE MELEDAK!

🗂️🗂️🗂️🗂️LOMBOKDAILY TERBARU

Kepolisian Lombokdaily

PRATIM MEMANAS: Pimpinan Ponpes Jadi Buronan Kasus Anak di Bawah Umur

Kamis, 8 Okt 2026 - 07:07 WIB