Lombok Tengah, NTB – Aula lantai 1 Polres Loteng, Senin (18/5), mendadak jadi ruang kelas para perwira. Bukan ada razia, tapi peserta Kuliah Kerja Profesi (KKP) Serdik Sespimmen Polri Dikreg ke-66 TA 2026 turun gunung ke Polres Lombok Tengah. Tema yang dibawa? Ketahanan pangan.
Kapolres Loteng, AKBP Eko Yusmiarto, S.I.K, menyambut rombongan dengan senyum lebar plus harapan: semoga KKP ini tak cuma numpang lewat, tapi beneran nyumbang ide. “Tema ketahanan pangan ini program yang sudah jalan bareng di Loteng,” katanya, diplomatis.
Giliran Bupati Loteng, H. Lalu Pathul Bahri, naik panggung. Data geografis, potensi daerah, sampai urusan stunting semua dibeber. Tak lupa, puji-pujian untuk Polres yang katanya sukses bikin kamtibmas tetap adem. “Terima kasih Kapolres dan jajaran, Loteng aman kondusif,” ucapnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Tapi acara ini bukan cuma sambutan-sambutan. Ada FGD alias Focus Group Discussion. Di meja bundar itu, para calon petinggi Polri duduk bareng Forkopimda, instansi vertikal, dan kepala OPD. Yang dibahas? Lengkap: dari lumbung pangan, dompet warga, angka stunting, sampai situasi jalanan Loteng.
Katanya sih, dari diskusi ini para serdik bakal bawa pulang data dan PR akademik buat jadi bahan ngeracik strategi kepemimpinan Polri ke depan.
Jadi, kalau biasanya polisi sibuk ngurus tilang dan kriminal, kali ini mereka ngomongin beras, sayur, dan gizi anak. Loteng diajak melek: perut kenyang, keamanan enteng. Tinggal kita tunggu, habis diskusi panjang ini, lumbung Loteng beneran penuh atau cuma kenyang di wacana.
Catatan redaksi: Semoga habis KKP, ketahanan pangan Loteng naik kelas, bukan cuma jadi bahan FGD tahunan.
Editor: Muhammad ROSIDI
Penulis : TOH
Editor : Rossidi
Sumber Berita : Lombokdaily.net






















