Jejak di Langit Maya, Akhlak di Dunia Nyata: Jaksa Titipkan Cahaya Hukum di Hati Santri Darek

Selasa, 19 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LOMBOK TENGAH – Bukan hanya kitab kuning dan hafalan ayat yang dijaga di pesantren. Di Pondok Pesantren Manhalul Ma’arif Darek, Senin (18/5), ada bekal lain yang dititipkan: tameng untuk jiwa di era yang serba tak kasat mata.

Puluhan santri duduk bersila, mata mereka tak lagi menatap layar gawai dengan biasa. Kali ini, layar itu dibuka lebar oleh “kakak asuh” dari Kejaksaan Negeri Lombok Tengah. Bukan untuk menghukum, tapi untuk merangkul sebelum luka itu ada.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Melalui program Jaksa Masuk Pesantren, Kepala Seksi Intelijen Alfa Dera dan tim datang membawa pesan yang menusuk kalbu: Di dunia maya, satu jempol bisa jadi pahala, tapi juga bisa jadi petaka.

 

Ketika Candaan Berujung Air Mata

Baca Juga :  Dewan Pembina FPTI NTB Desak Pemerintah Evaluasi Mitigasi Bencana di Rinjani: Apresiasi untuk Relawan Agam Rinjani

Di hadapan 70 santri, Alfa Dera membedah luka-luka tak berdarah di balik layar. Flaming yang membakar hati. Doxing yang menelanjangi aib. Cyberstalking yang merenggut rasa aman. Semua dibahas bukan dengan nada menggurui, tapi dengan getar kasih seorang kakak yang tak ingin adiknya jatuh.

 

“Anak-anakku, ingatlah. Jejak digital itu seperti tulisan di batu karang. Ombak waktu tak akan menghapusnya. Candaan hari ini bisa menjadi tangis penyesalan seumur hidup,” ucap Alfa Dera, Selasa (19/5). Suaranya tegas, tapi sarat doa.

 

Ia yang dikenal membina mantan hacker paham betul: di balik akun anonim, ada wajah manusia yang bisa hancur. Karena itu ia berpesan, tabayyun dulu sebelum share. Saring sebelum menyebar. Sebab satu hoaks bisa memutus silaturahmi, satu hinaan bisa merobohkan mental.

Baca Juga :  Polda NTB Tetapkan 3 Tersangka Kasus Kematian Brigadir Nurhadi, Ada Unsur Kekerasan dan Kelalaian

 

Pesantren: Benteng Akhlak di Tengah Badai Digital

 

Kejaksaan Negeri Lombok Tengah memilih langkah hulu. Bukan menunggu santri terjerat UU ITE, tapi datang lebih dulu untuk menyalakan lentera. Ini bukan sekadar soal pasal dan hukuman. Ini tentang menjaga masa depan anak bangsa agar tak runtuh karena jari yang khilaf.

 

Sesi tanya jawab pun pecah. Para santri bertanya kritis: Di mana batas candaan dan pidana? Bagaimana hukum bisa mendidik, bukan mematikan mimpi? Pertanyaan-pertanyaan itu bukti, benih kesadaran telah tumbuh.

 

Kasi Intel Alfa Dera dan Kasubsi I Sainrama Pikasani Archimada hadir mewakili Kajari Putri Ayu Wulandari. Kehadiran mereka disambut hangat pengurus yayasan dan para ustadz. Harapannya satu: agar Manhalul Ma’arif tak hanya melahirkan hafidz dan ulama, tapi juga generasi melek hukum yang berakhlak digital.

Baca Juga :  Debat Terakhir Paslon Cabup-Cawabup Malam ini, Berikut Sub Tema Yang Harus Disiapkan paslon

 

Dari Darek untuk Indonesia

 

Di era ketika gawai lebih dekat dari sajadah, pesantren membuktikan diri. Ia bukan menara gading yang jauh dari dunia. Ia adalah benteng yang berdiri paling depan, menjaga akhlak anak bangsa dari gempuran hoaks dan cyberbullying.

Karena sejatinya, dakwah hari ini tak cukup hanya di mimbar. Tapi juga di kolom komentar, di grup WhatsApp, di setiap ketikan jari.

Dan kemarin, di Darek, para jaksa telah menitipkan pesan: Jadilah santri yang tak hanya takut kepada Tuhan, tapi juga bertanggung jawab pada setiap jejak yang kau tinggalkan di langit maya.

Editor: Muhammad ROSIDI

Penulis : TOH

Editor : Rossidi

Sumber Berita : Lombokdaily.net

🗂️🗂️🗂️🗂️LOMBOKDAILY TERKAIT

13 OKNUM DPRD NTB KEBAL HUKUM? SASAKA GEDOR KEJATI
YUSUF BUKAN BURONAN, DIA KORBAN TANAH WARISAN! 80% Warga Kabul Siap Demo
Polda NTB Sikat 3C, Warga Diminta Kunci Ganda Kendaraan
Kejari Lombok Tengah Percepat Pemberkasan Kasus Korupsi Dump Truck, Segera Dilimpahkan ke Pengadilan
Wabup Nursiah Lepas 23 Wartawan Loteng ke Porwada PWI NTB 2026
SASAKA GEBRAK KEJATI: DANA SILUMAN DPRD NTB JANGAN JADI KASUS SILUMAN!
15 Kloter Tiba, Bandara Lombok Tutup Debarkasi Haji
Polres Lombok Tengah Tangani Laporan Dugaan UU ITE dari Akun Facebook “Mbk Mona”   
Berita ini 9 kali dibaca

🗂️🗂️🗂️🗂️LOMBOKDAILY TERKAIT

Kamis, 2 Juli 2026 - 08:46 WIB

13 OKNUM DPRD NTB KEBAL HUKUM? SASAKA GEDOR KEJATI

Selasa, 30 Juni 2026 - 14:36 WIB

YUSUF BUKAN BURONAN, DIA KORBAN TANAH WARISAN! 80% Warga Kabul Siap Demo

Senin, 29 Juni 2026 - 21:07 WIB

Polda NTB Sikat 3C, Warga Diminta Kunci Ganda Kendaraan

Senin, 29 Juni 2026 - 10:33 WIB

Kejari Lombok Tengah Percepat Pemberkasan Kasus Korupsi Dump Truck, Segera Dilimpahkan ke Pengadilan

Jumat, 26 Juni 2026 - 09:12 WIB

Wabup Nursiah Lepas 23 Wartawan Loteng ke Porwada PWI NTB 2026

🗂️🗂️🗂️🗂️LOMBOKDAILY TERBARU

Oplus_0

Sport Lombokdaiky

118 WARTAWAN NTB LOLOS PORWANAS, LOTENG KIRIM ROSIDI MAIN DOMINO

Kamis, 2 Jul 2026 - 18:37 WIB

Pemerintahan Lombokdaily

Dinsos Loteng: Data Disabilitas Ribuan, Terbanyak Mental, Susah Kalau Tak Ada KTP

Kamis, 2 Jul 2026 - 12:09 WIB

Hukrim Lombokdaily

13 OKNUM DPRD NTB KEBAL HUKUM? SASAKA GEDOR KEJATI

Kamis, 2 Jul 2026 - 08:46 WIB