5.000 Siswa Terindikasi Hambatan Belajar, 600 Butuh Intervensi Segera
PRAYA – Angka putus sekolah dan anak dengan hambatan belajar jadi perhatian serius Pemkab Lombok Tengah. Lewat Bapperida, pemerintah merangkul BUMN, BUMD, dan lembaga mitra untuk menggeber dukungan pendidikan inklusif berbasis data. Komitmen itu menguat dalam diskusi “Dukungan CSR untuk Pendidikan Inklusif Berbasis Data Kabupaten Lombok Tengah” di Ruang Rapat Setda Loteng, Rabu (6/5/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Mewakili Kepala Bapperida, Lalu Winarna, SKM., M.Sc., DEA menyebut kolaborasi lintas sektor ini kunci menuntaskan persoalan. “Kami harap dukungan untuk pendidikan inklusif makin kuat, agar semua anak, termasuk yang punya hambatan fungsional belajar, dapat layanan pendidikan layak sesuai kebutuhan,” ujarnya.
Asisten I Setda Loteng, Lalu Muliawan, yang mewakili Sekda, menyampaikan pesan Bupati: pendidikan inklusif harus diarusutamakan. Caranya lewat penyediaan alat bantu, peningkatan aksesibilitas, dan penguatan kapasitas guru. “Tanpa intervensi memadai, anak dengan hambatan fungsional berisiko makin termarginalkan,” tegasnya.
600 Siswa Butuh Intervensi, BUMN hingga BAZNAS Siap Turun Tangan
Fakta di lapangan cukup menohok. Kabid SD Dinas Pendidikan Loteng, H. Jumadi, memaparkan hasil Program Profil Belajar Siswa (PBS). Dari 9.000 anak TK hingga SMA yang diskrining awal, 5.000 anak terindikasi punya hambatan fungsional belajar. Setelah skrining lanjutan, 600 anak butuh intervensi segera. Gayung bersambut. RS Adikarsa siap kolaborasi skrining lanjutan lewat skema Universal Health Coverage (UHC). Dirut PDAM Loteng juga menyatakan komitmen, bahkan sudah lebih dulu mendampingi Tulus Angen Community memberi terapi anak berkebutuhan khusus.

ITDC tak ketinggalan. Lewat Mandalika Children Learning Centre (MCLC), ITDC siap memperkuat layanan pendidikan inklusif di ring 1 kawasan kerja, yakni Kecamatan Pujut dan wilayah penyangga. BAZNAS Loteng membuka pintu lewat program Tastura Peduli untuk penyediaan alat bantu disabilitas. Lewat forum ini, Pemkab Loteng berharap sinergi lintas sektor makin solid demi layanan pendidikan yang inklusif, berkeadilan, dan responsif untuk seluruh anak. Editor : Muhammad ROSIDI





















