GEGER CAGAR ALAM PRABU DIKAVLING JADI VILA! Ketua GMPRI Loteng Murka: Reboisasi Dulu, Jangan Jual Hutan Jadi Ladang Cuan PT Tira!

Senin, 5 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LOMBOKDAILY.NET. LOMBOK TENGAH – Skandal rencana pembangunan hotel dan vila mewah di kawasan Cagar Alam Prabu, Desa Prabu, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah meledak. PT Tira disebut nekat akan menyulap kawasan konservasi yang seharusnya jadi paru-paru alam dan taman wisata publik menjadi deretan vila permanen.

Ketua Gerakan Mahasiswa Pemuda Republik Indonesia (GMPRI) Loteng, Nasrudin alias Nas, langsung ngamuk dan pasang badan.

“Saya kan tidak akan menerima pembangunan begitu, saya ingin lihat seperti apa sih ini,” tegas Nas dengan nada keras.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bagi GMPRI Loteng, ini bukan soal boleh atau tidak boleh bangun. Ini soal akal sehat konservasi dan hak hidup masyarakat bawah.

Reboisasi Dulu, Baru Bicara Bisnis!

Saat pihak terkait berdalih akan membangun vila dengan konsep mengikuti kontur dan falsafah konservasi, Nas justru menyindir telak. Menurutnya itu omong kosong.

Baca Juga :  Pendapat Kasta NTB, Anggota Dewan Tak Boleh Terlibat MBG, Ini Alasanya!

“Saya bingung sama kawan-kawan yang minta izin ini. Kerusakan alam juga harus jadi pertimbangan. Sebenarnya yang harus mereka lakukan di awal itu reboisasi dulu. Penanaman pohon. Kembalikan fungsi alam, cagar alam itu, tutupan alam itu sebagai taman wisata,” sindirnya pedas.

Ia menegaskan, Cagar Alam Prabu adalah milik negara, bukan warisan nenek moyang PT Tira untuk dijadikan bisnis pribadi.

“Saya tidak mau nanti begitu bangun, jadi pribadi bukan komersil,” kecamnya.

Tak hanya itu, Nas juga membongkar soal kejanggalan PNBP. Jika kawasan konservasi negara dipakai untuk hotel komersial, uangnya masuk kemana? Aturannya harus terang benderang.

Baca Juga :  GPMS Minta DPMD Evaluasi BUMDes Mekar Sari

“Bagaimana PNBP ke negara harus jelas itu kak, bagaimana aturannya. Sudah pasti itu,” ujarnya.

Tanah Rakyat Belum Clear, Jangan Mimpi Bangun!

Ini yang paling panas. Nas membongkar bahwa persoalan tanah di lokasi tersebut belum pernah clear di tengah masyarakat. Warga sekitar punya bukti kepemilikan sah, bayar pajak tiap tahun.

Bahkan, pihaknya sendiri punya lahan pribadi di lokasi tersebut.

“Siapapun PT yang membangun harus diselesaikan di tengah masyarakat sekitar karena masyarakat punya tanah. Masyarakat terbukti kepemilikan dibuktikan bayar pajak tiap tahun. Lebih-lebih pihaknya punya lahan pribadi di lokasi tersebut, sampai kapanpun kami tidak akan berikan bangun sebelum persoalan tanah clear and clean di tengah masyarakat,” tutup Nas.

Baca Juga :  SKANDAL PILKADES KABUL MELEDAK: Surat Sehat Diduga Palsu, Uang BUMDes 11 Tahun Macet, KTP Siluman 6370 Lembar!

Di akhir, Nas melayangkan ultimatum terbuka. Ia akan mengepung Kantor Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) NTB bersama warga jika persoalan ini tidak dibuka secara transparan.

“Ya sudah kak, saya tunggu perkembangannya. Nanti kalau dia clear, saya datang sama tim-tim saya, masyarakat. Nanti saya telepon semua, kumpul ketemu sama dia di BKSDA buat kesepakatan,” pungkasnya.

PT Tira yang disebut sebagai perusahaan dalam negeri itu dan pihak BKSDA NTB hingga berita ini diturunkan belum memberikan keterangan resmi.

Semua proses perizinan yang katanya merujuk pada Peraturan Kementerian tentang penyusunan RKT turunan RPSWL itu kini dipertaruhkan. Apakah BKSDA berani buka-bukaan atau ikut main mata?. Editor: Muhammad ROSIDI

Penulis : TOH

Editor : Redaksi

Sumber Berita : Lombokdaily.net

🗂️🗂️🗂️🗂️LOMBOKDAILY TERKAIT

KANTOR DESA KABUL SEMPAT DISEGEL, KADIS PMD: ITU GAWE PANITIA, BUKAN GAWE DPMD
SKANDAL PILKADES KABUL MELEDAK: Surat Sehat Diduga Palsu, Uang BUMDes 11 Tahun Macet, KTP Siluman 6370 Lembar!
Buku Tanah Harus Buka Suara, Hak Warga Menunggu Kepastian
DANA SILUMAN DPRD NTB : DIKEMBALIKAN BUKAN BERARTI DIMAAFKAN
DARI HULU MATA AIR LANTAN, KADES PASANG BADAN UNTUK DIRUT PDAM LOTENG
DARI HULU MATA AIR LANTAN, KADES PASANG BADAN UNTUK DIRUT PDAM LOTENG
Viral Foto Diduga Anggota DPR RI NTB II di Hiburan Malam, Lalu Gaesarrahman: Stop Menghakimi dari Sepotong Gambar
HALIM: “YUSUF SUDAH LELAH LAPOR SEJAK 2013, KAMI SIAP JAMIN, SIAP TURUN SERIBU ORANG”
Berita ini 18 kali dibaca

🗂️🗂️🗂️🗂️LOMBOKDAILY TERKAIT

Senin, 5 Oktober 2026 - 18:05 WIB

GEGER CAGAR ALAM PRABU DIKAVLING JADI VILA! Ketua GMPRI Loteng Murka: Reboisasi Dulu, Jangan Jual Hutan Jadi Ladang Cuan PT Tira!

Kamis, 1 Oktober 2026 - 14:56 WIB

KANTOR DESA KABUL SEMPAT DISEGEL, KADIS PMD: ITU GAWE PANITIA, BUKAN GAWE DPMD

Selasa, 29 September 2026 - 16:29 WIB

SKANDAL PILKADES KABUL MELEDAK: Surat Sehat Diduga Palsu, Uang BUMDes 11 Tahun Macet, KTP Siluman 6370 Lembar!

Kamis, 24 September 2026 - 10:32 WIB

Buku Tanah Harus Buka Suara, Hak Warga Menunggu Kepastian

Jumat, 18 September 2026 - 10:46 WIB

DANA SILUMAN DPRD NTB : DIKEMBALIKAN BUKAN BERARTI DIMAAFKAN

🗂️🗂️🗂️🗂️LOMBOKDAILY TERBARU