NTB Jadi Contoh Nasional! BNPB dan GIZ Siapkan Payung Dana Buat Warga Saat Bencana

Kamis, 1 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MATARAM – Nusa Tenggara Barat (NTB) dipilih jadi contoh pertama untuk Indonesia dalam urusan dana siaga bencana. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) gandeng lembaga Jerman GIZ dan Forum Pengurangan Risiko Bencana NTB (FPRB NTB) lagi merintis skema pembiayaan risiko bencana yang terukur.

Rembuk awalnya sudah digelar di Hotel Santika Mataram, Kamis (20/8) kemarin. Pertemuan ini jadi puncak dari survei panjang yang dilakukan tim sejak 10 sampai 19 Agustus 2026 lalu di seluruh NTB.

Kenapa NTB? Karena NTB ini rawan bencana, tapi juga kuat gotong royongnya. Jadi apa yang berhasil di NTB, nanti bisa ditiru daerah lain di Indonesia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tim yang turun langsung bukan kaleng-kaleng. Ada Frankfurt School of Finance & Management, BNPB, GIZ, FPRB NTB, dan dibantu konsultan MarkPlus. Tugas mereka memetakan masalah: selama ini kalau bencana datang, akses dana untuk warga itu macet di mana.

Baca Juga :  Haru di Touring Kemerdekaan Loteng: Sekwan Lepas Ibu Wadiah yang Mengabdi Sejak 1994

Yang Dibidik: Petani, Nelayan, Pelaku Wisata

Fokusnya jelas, warga kecil. Tim memetakan kebutuhan di sektor paling vital di NTB: pertanian, perikanan, dan pariwisata.

Nanti skema yang dikaji ada tiga:

1. Asuransi mikro – asuransi kecil yang murah dan terjangkau buat warga desa. 2. Dana cadangan – tabungan bersama buat keadaan darurat. 3. Pengalihan risiko – jadi kalau ada kerugian besar, tidak ditanggung sendiri.

Direktur Pemetaan dan Evaluasi Risiko Bencana BNPB, Dr. Udrekh bilang, ini bukan sekadar bantuan, tapi sistem.

“Ketangguhan itu butuh akses keuangan yang cepat dan tepat waktu. Baik untuk pemerintah, pengusaha, maupun rumah tangga saat bencana datang,” ujarnya.

Baca Juga :  Satu Telur Sehari Alfamart Tembus Teratak, 100 Lebih Balita Stunting di Loteng Dapat Bantuan

Jadi idenya, perlindungan sosial yang selama ini ada, digabung dengan dana siaga bencana. Biar warga tidak hanya kuat fisiknya, tapi juga kantongnya aman sebelum, saat, dan sesudah bencana.

Libatkan Banyak Pihak Sampai ke Desa 

Yang bikin program ini beda, semua diajak rembuk. Dari Bappeda, BPBD, BKAD, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pariwisata, Dinas Pertanian, sampai Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB.

OJK NTB dan pengusaha swasta juga dilibatkan. Paling penting, kelompok warga di desa juga dimintai pendapat. Karena di desa lah nanti model ini akan dicoba.

Perwakilan GIZ Indonesia, Cut Sri Rozanna menegaskan, kesiapsiagaan itu harus jadi investasi bersama, bukan cuma tugas BNPB saja.

“Perlindungan sosial adaptif tidak boleh jadi program tunggal. Harus jadi sistem terpadu dari hulu ke hilir. Kalau dipadukan dengan pembiayaan yang inovatif dan mudah diakses warga, komunitas tangguh itu bukan lagi wacana,” tegasnya.

Baca Juga :  Mq Iqbal Langsung Bicara Dengan Dubes Di Malaysia, Jenazah 7 PMI Asal Lombok Minggu Depan Dipastikan Pulang Ke Lombok

Ketua FPRB NTB, Dr. Rahmat Sabani menambahkan, membangun tangguh itu harus nyambung terus

“Membangun ketangguhan warga lokal butuh sistem yang tidak putus. Dari mitigasi di hulu sampai perlindungan finansial di hilir,” katanya.

Semua hasil survei dan masukan warga ini nanti akan dirangkum dalam Laporan Penilaian Kesenjangan (Gap Assessment Report) yang targetnya jadi November 2026.

Kalau laporan ini jadi dan berhasil di NTB, skema ini akan jadi cetak biru nasional. Artinya, NTB jadi pionir, daerah lain di Indonesia tinggal meniru. |Editor ; Muhammad ROSIDI

Penulis : TOH

Editor : Rossidi

Sumber Berita : Lombokdaily.net

🗂️🗂️🗂️🗂️LOMBOKDAILY TERKAIT

Posyandu Rasa Alfamart? Ibu-Ibu di Mataram Heboh, Cek Kesehatan Anak Sambil Belanja!
Dukung Kejati NTB, Kasta NTB Datang Bukan dengan Amarah, Tapi Bunga
Modal 1 Juta Untung 1 Juta, 3 Ibu-Ibu Desa Gemel Jadi Contoh Usaha Jangkrik
LOMBOK PALING SOLAH SE-INDONESIA
Haru di Touring Kemerdekaan Loteng: Sekwan Lepas Ibu Wadiah yang Mengabdi Sejak 1994
Lombok Tengah Jadi Bagian Program Satu Telur Sehari Alfamart, Jangkau 39 Kota/Provinsi di Indonesia
Satu Telur Sehari Alfamart Tembus Teratak, 100 Lebih Balita Stunting di Loteng Dapat Bantuan
Bandara Lombok”Sapu Bersih” Semrawut Transportasi, Satu Meja untuk Semua Tujuan!
Berita ini 4 kali dibaca

🗂️🗂️🗂️🗂️LOMBOKDAILY TERKAIT

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:58 WIB

NTB Jadi Contoh Nasional! BNPB dan GIZ Siapkan Payung Dana Buat Warga Saat Bencana

Kamis, 24 September 2026 - 18:49 WIB

Posyandu Rasa Alfamart? Ibu-Ibu di Mataram Heboh, Cek Kesehatan Anak Sambil Belanja!

Jumat, 4 September 2026 - 07:26 WIB

Dukung Kejati NTB, Kasta NTB Datang Bukan dengan Amarah, Tapi Bunga

Rabu, 19 Agustus 2026 - 15:20 WIB

Modal 1 Juta Untung 1 Juta, 3 Ibu-Ibu Desa Gemel Jadi Contoh Usaha Jangkrik

Rabu, 12 Agustus 2026 - 10:49 WIB

LOMBOK PALING SOLAH SE-INDONESIA

🗂️🗂️🗂️🗂️LOMBOKDAILY TERBARU

Kepolisian Lombokdaily

BIAR FIT KAWAL MOTOGP, POLISI LOTENG CEK KESEHATAN DULU

Kamis, 1 Okt 2026 - 12:29 WIB