Buku Tanah Harus Buka Suara, Hak Warga Menunggu Kepastian

Kamis, 24 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Buku Tanah Harus Bicara, Jangan Biarkan Hak Warga Menggantung

 

LOMBOK TENGAH- Urusan tanah ini bukan cuma soal patok dan selembar sertipikat. Di belakangnya ada hak orang, ada sejarah siapa yang menguasai, dan ada kepastian hukum yang harus jelas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Itu yang disorot Junaedin A. Ptnh., S.H., C.Med., yang akrab disapa Djoenet. Beliau bukan orang baru di urusan tanah. Lama di dalam sistem pertanahan, jadi paham betul soal warkah dan buku tanah.

 

Kata Djoenet, kalau sudah ada dugaan dokumen tanah yang tidak sesuai fakta, instansi yang berwenang jangan pilih diam.

Baca Juga :  PONPES ATAU SARANG NAFSU? 16 SANTRI DIDUGA JADI KORBAN MODUS ISTRI KEDUA

 

“Jika sebuah sertipikat atau dokumen pertanahan dipersoalkan keabsahannya, maka harus ada penjelasan berdasarkan data dan administrasi yang dapat dipertanggungjawabkan. Jangan sampai masyarakat dibiarkan mencari kepastian sendiri,” tegas Djoenet saat dihubungi via WA, Kamis 24/9/2026.

 

Menurutnya, riwayat tanah itu harus dibuka terang-benderang. Apalagi kalau dokumen itu sudah masuk ke meja sengketa sampai ke pengadilan. Asal-usulnya dari mana, tercatat tidak di buku tanah, proses terbitnya bagaimana, itu semua harus jelas. Biar semua pihak dapat kepastian hukum.

Baca Juga :  Peredaran Narkoba Di NTB Masif, 10 Orang Tersangka Diringkus, 4 Residivis

 

“Jangan biarkan persoalan administrasi menjadi ruang bagi spekulasi. Kalau benar, katakan benar berdasarkan dokumen. Kalau tidak benar, nyatakan tidak benar berdasarkan data. Masyarakat membutuhkan kepastian, bukan diam,” katanya lagi.

 

Djoenet mengingatkan, kalau sengketa dibiarkan berlarut dan dokumen yang meragukan tetap dipakai di proses hukum, dampaknya bisa lebih luas.

 

Ia menegaskan, perjuangan ini bukan untuk menyerang institusi. Tapi untuk memastikan pelayanan pertanahan berjalan lurus sesuai aturan. Buku tanah dan warkah harus jadi alat bukti yang bisa dipertanggungjawabkan, bukan jadi kabur.

 

Langkah resmi akan ditempuh. Mulai dari minta klarifikasi tertulis ke instansi terkait, sampai ke lembaga pengawas pelayanan publik jika diperlukan.

Baca Juga :  Hasan Masat Dipecat Dari Tim Pathul-Nursiah

 

“Dulu saya berada di dalam sistem dan memahami pentingnya menjaga warkah serta kepastian administrasi. Hari ini, ketika berada di luar sistem, saya tetap memiliki kepentingan yang sama: memastikan hukum dan administrasi pertanahan berjalan untuk memberikan kepastian kepada pihak yang memang memiliki hak,” ujarnya.

“Tanah menyangkut hak masyarakat. Karena itu, ketika ada persoalan, yang dibutuhkan adalah keterbukaan, pemeriksaan dan kepastian. Bukan membiarkan persoalan semakin kabur,” pungkasnya. | Editor: Muhammad ROSIDI

Penulis : TOH

Editor : Rossidi

Sumber Berita : Lombokdaily.net

🗂️🗂️🗂️🗂️LOMBOKDAILY TERKAIT

GEGER MI NW LEKOR! 3 GURU DIBABAT SEKALIGUS DALAM SEMALAM
Ratusan Warga Kampung Nelayan Selong Belanak Datangi DPRD Loteng, Minta Kepastian Lahan
68 Tahun Tinggal, Ratusan Nelayan Diusir Mendadak! DPRD Digerebek, Pemdes Dituding Jadi Centeng Perusahaan Jakarta
GEGER MONTONG AJAN! Mainkan Pajak, Jual Vila Ilegal, Lahan Petani Dirampas Asing – KODE HAM NTB: APH Jangan Tutup Mata, Sikat Invest Island & Eco Mandala!
HEBOH! Pilkades Darek Kacau Balau, Tokoh Pemuda Bongkar 27 Data Ngawur: NIK Hilang, DPT Fiktif!
DEBAT SKAKMAT DI DPRD LOTENG: Halim vs Ketua Komisi I Adu Mulut Soal Surat Sehat. “Buktikan Dulu Dia Storke”
GEGER CAGAR ALAM PRABU DIKAVLING JADI VILA! Ketua GMPRI Loteng Murka: Reboisasi Dulu, Jangan Jual Hutan Jadi Ladang Cuan PT Tira!
KANTOR DESA KABUL SEMPAT DISEGEL, KADIS PMD: ITU GAWE PANITIA, BUKAN GAWE DPMD
Berita ini 12 kali dibaca

🗂️🗂️🗂️🗂️LOMBOKDAILY TERKAIT

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:51 WIB

Ratusan Warga Kampung Nelayan Selong Belanak Datangi DPRD Loteng, Minta Kepastian Lahan

Senin, 26 Oktober 2026 - 12:16 WIB

68 Tahun Tinggal, Ratusan Nelayan Diusir Mendadak! DPRD Digerebek, Pemdes Dituding Jadi Centeng Perusahaan Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:53 WIB

GEGER MONTONG AJAN! Mainkan Pajak, Jual Vila Ilegal, Lahan Petani Dirampas Asing – KODE HAM NTB: APH Jangan Tutup Mata, Sikat Invest Island & Eco Mandala!

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:24 WIB

HEBOH! Pilkades Darek Kacau Balau, Tokoh Pemuda Bongkar 27 Data Ngawur: NIK Hilang, DPT Fiktif!

Selasa, 6 Oktober 2026 - 15:51 WIB

DEBAT SKAKMAT DI DPRD LOTENG: Halim vs Ketua Komisi I Adu Mulut Soal Surat Sehat. “Buktikan Dulu Dia Storke”

🗂️🗂️🗂️🗂️LOMBOKDAILY TERBARU