Di Bawah Langit Car Free Night, Harapan Anak-Anak Lombok Tengah Disuarakan Jaksa

Sabtu, 16 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PRAYA — Malam Minggu di Car Free Night tak hanya dipenuhi tawa dan lampu kota. Di antara riuh pengunjung, suara lirih anak-anak yang pernah terluka disuarakan lantang oleh Kejaksaan Negeri Lombok Tengah lewat program “Jaksa Menyapa: Stop Kekerasan Seksual terhadap Anak”.

Pembicara Fajar Said, Kasi Pidum, Putri Ayu Kejari Loteng, berdiri bukan dengan toga di ruang sidang, melainkan di tengah keramaian. Dengan suara bergetar, ia mengingatkan: “Anak adalah semua jiwa yang belum genap 18 tahun. Mereka bukan statistik, mereka masa depan yang wajib kita jaga.”

Ketika Hukum Turun ke Jalan

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Malam itu, Car Free Night menjadi ruang kelas terbuka. Jaksa tak hanya bicara pasal dan ancaman pidana dalam UU No. 12 Tahun 2022. Mereka bicara tentang luka yang tak terlihat tentang pelecehan yang bisa terjadi lewat sentuhan, paksaan, bahkan lewat layar gawai.

Baca Juga :  Diduga Ada Permainan Mafia Tanah Diatas Lahan Milik Warga Dua Desa Diloteng, Diklaim Masuk TWA, Lalu Diberikan Kepada PT Prabu Alam Lestari 

“Penyebaran video tak senonoh yang melibatkan anak, itu bukan ‘bercanda’. Itu pidana. Itu menghancurkan masa depan,” tegas Fajar, membuat beberapa pengunjung terdiam, merangkul anaknya lebih erat.

Data yang dipaparkan mengiris hati: kasus kekerasan seksual terhadap anak di Lombok Tengah masih tinggi. Di balik angka itu, ada nama, ada tangis, ada trauma yang dibawa hingga dewasa.

Bukan Hanya Tugas Jaksa

Program “Jaksa Menyapa” hadir bukan untuk menakuti, tapi merangkul. Kasi Intel Dr. Alfa Dera dan Kasi Pidsus Dimas Praja Suprotto ikut turun, menjelaskan bahwa kejaksaan juga punya wajah humanis, membina, mengedukasi, mendampingi.

Baca Juga :  Komisi II DRPD dan GMPRI Kesal, Pengelola PT PAL Tidak Memenuhi Konfirmasi Pemilik Lahan TWA Gunung Prabu 

“Negara hadir untuk tiga hal,” ucap Fajar pelan, “Mencegah, melindungi, dan memulihkan. Tapi negara tak bisa sendiri. Kami butuh ibu yang berani melapor. Kami butuh bapak yang mau jadi saksi. Kami butuh tetangga yang tak menutup mata.”

Malam yang Menghangatkan

Acara makin berkesan dengan kehadiran Bupati Lombok Tengah Pathul Bahri dan Kadis Pariwisata Bapak Hatta. Doorprize dibagikan jaksa kepada pengunjung, bukan sekadar hadiah, tapi simbol bahwa hukum bisa ramah, bisa memeluk.

Grup band Bumers ikut “mengubur” sepi dengan musik, seolah ingin menenggelamkan trauma yang pernah ada. Malam itu, hukum tak lagi menara gading. Ia duduk lesehan bersama warga, mendengar, dan berjanji menjaga.

Baca Juga :  Kejari Lombok Tengah Terbitkan Legal Opinion Pungutan Desa Kuta Demi Amankan Tata Kelola Pariwisata Mandalika

Catatan untuk Kita

Seorang peserta sempat keliru, menebak batas usia anak adalah 15 tahun. “Yang benar sebelum 18 tahun,” koreksi jaksa dengan senyum. Karena satu tahun pun berharga. Satu anak pun tak boleh luput dari perlindungan.

Car Free Night 16 Mei 2026 akan dikenang bukan karena keramaiannya, melainkan karena malam itu, Lombok Tengah berjanji tidak ada lagi anak yang berjalan sendirian dalam gelap.

Karena melindungi anak, kata Fajar menutup sesi, “bukan hanya tugas jaksa. Itu tugas kita yang masih punya hati.”

Editor: Muhammad ROSIDI

Penulis : TOH

Editor : Rossidi

Sumber Berita : Lombokdaily.net

🗂️🗂️🗂️🗂️LOMBOKDAILY TERKAIT

Korupsi Puskesmas Batu Jangkih: Temuan Fasilitas Miring, Rawan Roboh, dan Komitmen Kejaksaan Kawal Asta Cita Prabowo
32 Perkara Dimusnahkan, Kejari Loteng Hancurkan Sabu, Golok, Hingga Bukti Kasus Anak Dalam Satu Aksi
“Air Mata dan Tawa Warnai Pisah Kenal Polres Loteng : Dari Kenangan Trek Sembalun hingga Janji Tak Putus Silaturahmi”
Langgar Aturan Jarak, 25 Minimarket Waralaba di Loteng Disegel Sementara
Pangkalan Gas Siluman, Ada Plang, Tak Ada Gas, Harga Sesuka Hati
Pengabdian di HUT Bhayangkara ke-80, Polres Loteng Khitan 51 Anak Gratis dan Donor Darah
Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Lombok Tengah Gelar Sunatan Massal Gratis dan Donor Darah
Nongkrong Bawa Petaka! Jambret N-Max Keok di Sidang, Penadah Siap-Siap Gigit Jari
Berita ini 22 kali dibaca

🗂️🗂️🗂️🗂️LOMBOKDAILY TERKAIT

Sabtu, 16 Mei 2026 - 21:49 WIB

Di Bawah Langit Car Free Night, Harapan Anak-Anak Lombok Tengah Disuarakan Jaksa

Selasa, 12 Mei 2026 - 23:59 WIB

32 Perkara Dimusnahkan, Kejari Loteng Hancurkan Sabu, Golok, Hingga Bukti Kasus Anak Dalam Satu Aksi

Selasa, 12 Mei 2026 - 23:34 WIB

“Air Mata dan Tawa Warnai Pisah Kenal Polres Loteng : Dari Kenangan Trek Sembalun hingga Janji Tak Putus Silaturahmi”

Senin, 11 Mei 2026 - 14:24 WIB

Langgar Aturan Jarak, 25 Minimarket Waralaba di Loteng Disegel Sementara

Senin, 11 Mei 2026 - 06:06 WIB

Pangkalan Gas Siluman, Ada Plang, Tak Ada Gas, Harga Sesuka Hati

🗂️🗂️🗂️🗂️LOMBOKDAILY TERBARU