Sekjen Lintas Generasi NWDI Desak Presiden Prabowo Ambil Peran Aktif dalam Isu Perdamaian Iran dan Israel

Rabu, 25 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lombokdaily.net -Sekertaris Jenderal NWDI Mustakim mengatakan, bahwa Konflik bersenjata antara Iran dan Israel kembali mengguncang dunia. Ledakan roket, serangan udara, dan retorika permusuhan menjadi tajuk utama berbagai media internasional.” Di tengah eskalasi ketegangan ini, suara dari Indonesia pun turut mengemuka.” Jelasnya dalam keterangannya pada Rabu 25 juni 2025.

Sekjen Liga Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI), itu menyerukan agar Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengambil sikap aktif dalam mendorong upaya perdamaian global, khususnya di Timur Tengah.

Mustakim menilai, Indonesia tidak boleh diam menyaksikan tragedi kemanusiaan yang terus terjadi akibat konflik berkepanjangan tersebut. “Indonesia memiliki posisi moral dan strategis di dunia Islam. Kita bukan hanya penonton, kita harus jadi inisiator perdamaian,” tegas Mustakim dalam pernyataannya, seraya menekankan pentingnya diplomasi damai sebagai jalan utama penyelesaian konflik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia meyakini bahwa Presiden Prabowo, dengan latar belakang militer dan pengalaman geopolitik, mampu memainkan peran penting dalam mendorong dialog dan rekonsiliasi. Menurutnya, kepemimpinan Indonesia tidak boleh hanya terfokus pada urusan domestik, tetapi juga harus hadir dalam isu-isu global yang menyangkut nilai-nilai kemanusiaan universal. “Dunia Islam membutuhkan suara yang netral namun tegas, dan Indonesia bisa menjadi jembatan damai itu,” ujarnya.

Baca Juga :  Niat Mulia Tingkatkan Mutu Pendidikan, Ini Program Yaga Yingde Group di Loteng

Liga NWDI, sebagai organisasi keislaman yang berakar kuat dalam tradisi pendidikan dan dakwah damai, menekankan bahwa suara umat Islam Indonesia harus menjadi bagian dari solusi, bukan diam dalam kebisuan. “Mendorong perdamaian bukan hanya kewajiban politik luar negeri, tetapi juga panggilan iman dan kemanusiaan.”imbuhnya.

Seruan ini menjadi cermin dari harapan umat dan bangsa terhadap peran aktif Indonesia dalam merawat tatanan dunia yang lebih damai. Di tengah bara konflik yang mengancam, suara dari Timur seperti Indonesia dengan warisan kebijaksanaan dan semangat ukhuwah, diharapkan mampu memberi terang dan jalan keluar dari kegelapan peperangan.

Baca Juga :  Kejaksaan Negeri Lombok Tengah Resmikan Program JAGA GIZI untuk Dukung Makan Bergizi Gratis di Sekolah

“Dampak peperangan sangat luas dan dapat dirasakan dalam berbagai aspek kehidupan, baik secara langsung maupun tidak langsung. Beberapa dampak utama dari peperangan bisa kita lihat yakni,

Kerusakan Infrastruktur Peperangan sering kali menyebabkan kerusakan parah pada infrastruktur seperti jalan, jembatan, bangunan, dan fasilitas umum lainnya. Hal ini dapat menghambat pemulihan dan pembangunan pasca-konflik.

Kehilangan Nyawa, Peperangan menyebabkan banyak korban jiwa, baik di kalangan militer maupun sipil. Banyak orang yang terluka atau kehilangan nyawa akibat serangan, pengeboman, atau baku tembak.

Pengungsi dan Krisis Kemanusiaan, Banyak orang terpaksa meninggalkan rumah mereka dan menjadi pengungsi internal atau eksternal. Kondisi ini seringkali memicu krisis kemanusiaan dengan masalah seperti kekurangan makanan, air bersih, dan tempat tinggal.

Kerusakan Lingkungan, Peperangan dapat menyebabkan kerusakan lingkungan yang signifikan, seperti polusi akibat bahan kimia atau bahan peledak, serta kerusakan pada ekosistem dan habitat alam.

Baca Juga :  Loteng Begawe Beleq Bersama Dewa 19, Warga NTB Diundang Hadir

Dampak Psikologis, Peperangan meninggalkan dampak psikologis yang mendalam pada individu dan masyarakat, termasuk stres pasca-trauma (PTSD), kecemasan, dan depresi.

Kehancuran Ekonomi, Peperangan sering kali menghancurkan ekonomi suatu negara dengan merusak fasilitas produksi, mengganggu perdagangan, dan meningkatkan biaya untuk upaya militer dan rekonstruksi pasca-konflik.

Ketidakstabilan Sosial dan Politik, Peperangan dapat menyebabkan ketidakstabilan sosial dan politik, baik di negara yang terlibat langsung maupun di wilayah sekitarnya. Hal ini bisa memicu konflik lanjutan atau perubahan besar dalam struktur pemerintahan.

Pengaruh Global, Peperangan besar dapat memiliki dampak global, seperti perubahan dalam dinamika geopolitik, perubahan harga komoditas global, dan meningkatnya ketegangan antar-negara.

Pemulihan Jangka Panjang, Pemulihan dari dampak peperangan seringkali membutuhkan waktu lama dan upaya besar dalam rekonstruksi, rehabilitasi, dan rekonsiliasi.

Dampak peperangan sangat kompleks dan membutuhkan penanganan yang holistik untuk memulihkan masyarakat dan negara yang terkena dampak.” Pungkasnya.|®|

Penulis : Rossi

Editor : Redaksi

Sumber Berita : Lombokdaily.net

🗂️🗂️🗂️🗂️LOMBOKDAILY TERKAIT

Dugaan Korupsi BGN : Ex Kepala Badan Disebut Terima Rp1 Miliar per Hari dari Jual Beli Titik SPPG MBG, Sasaka Nusantara Desak Kejagung Usut Tuntas
4 Pejabat dan Rekanan Tumbang: Skandal Truk Sampah Rp5,1 M Seret Kadis hingga Direktur ke Penjara 
Pemkab Lombok Tengah Gelar Lelang Puluhan Unit Eks Kendaraan Dinas Secara Online
GADUH REKRUTMEN BPS: LSM LIDIK BONGKAR DUGAAN TITIPAN KADER PKB DI SENSUS EKONOMI 2026
Siap Sambut MTQ, Pol PP Loteng Imbau Pedagang: Bawa Pulang Gerobak, Jangan Parkir di Masjid Agung 
Kejari Lombok Tengah Dorong PPAT Tingkatkan PAD dan Petakan Mafia Investasi Berkedok Konsultan
Redam Polemik Peserta MTQ, LPTQ Loteng Gerak Cepat: Iqbal Tetap Utusan, Ahwazi Ikuti TC
Polres Lombok Tengah Sembelih 11 Sapi dan 5 Kambing, Daging Kurban Disalurkan ke Polsek hingga Ratusan Warga
Berita ini 40 kali dibaca

🗂️🗂️🗂️🗂️LOMBOKDAILY TERKAIT

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:44 WIB

Dugaan Korupsi BGN : Ex Kepala Badan Disebut Terima Rp1 Miliar per Hari dari Jual Beli Titik SPPG MBG, Sasaka Nusantara Desak Kejagung Usut Tuntas

Rabu, 3 Juni 2026 - 22:54 WIB

4 Pejabat dan Rekanan Tumbang: Skandal Truk Sampah Rp5,1 M Seret Kadis hingga Direktur ke Penjara 

Rabu, 3 Juni 2026 - 20:01 WIB

Pemkab Lombok Tengah Gelar Lelang Puluhan Unit Eks Kendaraan Dinas Secara Online

Selasa, 2 Juni 2026 - 21:29 WIB

Siap Sambut MTQ, Pol PP Loteng Imbau Pedagang: Bawa Pulang Gerobak, Jangan Parkir di Masjid Agung 

Sabtu, 30 Mei 2026 - 06:04 WIB

Kejari Lombok Tengah Dorong PPAT Tingkatkan PAD dan Petakan Mafia Investasi Berkedok Konsultan

🗂️🗂️🗂️🗂️LOMBOKDAILY TERBARU