Rp 712 JUTA RAIB, SIDANG MALAH MAIN MATA? LSM Lidik Cium Hubungan Darah Hakim dan Pengacara

Selasa, 22 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hakim Tipikor Mataram Disorot, Putra Kandung Magang di Kantor Pembela Terdakwa DLH

 

LombokDaily.Net – Sidang kasus korupsi pengadaan Dump Truck dan Arm Roll di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lombok Tengah tahun 2021 yang digelar di Pengadilan Tipikor Mataram mendadak disorot tajam. Bukan soal kerugiannya saja, tapi soal integritas sidangnya yang diduga sudah miring sejak awal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lembaga Swadaya Masyarakat Lidik NTB membongkar dugaan benturan kepentingan yang serius. Ketua LSM Lidik NTB, Sahabudin alias Citung, terang-terangan menyebut ada hubungan darah antara majelis hakim dan tim pengacara terdakwa.

Baca Juga :  Kelola Walet Dari Hulu Hingga Hilir, Ading Walet Group Jadi Lokasi Benchmarking Study

“Dengan adanya hubungan darah antara salah satu Majelis Hakim dengan salah satu pengacara magang para terdakwa, tentu kami khawatir akan mempengaruhi putusan persidangan nantinya,” ungkap Citung.

Siapa yang dimaksud? Hakim Anggota Irawan Ismail, S.H., M.H.

Berdasarkan temuan Lidik NTB, putra kandung Hakim Irawan yang bernama Muhammad Iradat, saat ini tercatat bekerja atau magang di Kantor Advokat & Pengacara Abdul Hanan, S.H., M.Ad. & Partners Mataram. Padahal, Abdul Hanan inilah Penasihat Hukum yang membela terdakwa Abdullah dalam kasus DLH tersebut.

Baca Juga :  Silaturrahmi di Ujan Rintis, Relawan se-Lombok Desak HL.Pathul Maju Pilgub

Yang bikin warga makin curiga, di area Pengadilan, putra hakim tersebut diduga kerap terlihat ngobrol langsung dengan terdakwa Abdullah di area sel tahanan.

“Kondisi ini dinilai memunculkan ancaman serius, yakni rawan terjadinya kebocoran atas kesimpulan dan kebijakan yang diambil oleh Majelis Hakim,” sambung Citung.

LSM Lidik juga menyoroti jalannya sidang pada 9 dan 16 September 2026 lalu. Alur pertanyaan yang dilontarkan Hakim Irawan Ismail dinilai beda sendiri dan memunculkan persepsi keberpihakan.

Baca Juga :  Seorang Tukang Ojek Lolos Menjadi DPRD

Padahal, kata Citung, perbuatan para terdakwa ini bukan main-main. Negara sudah dirugikan hingga Rp. 712.842.542.

Atas temuan janggal ini, LSM Lidik NTB mendesak Kejaksaan Negeri Lombok Tengah dan Badan Pengawas Mahkamah Agung untuk tidak tutup mata. Mereka meminta sidang diawasi ketat agar putusannya objektif dan tidak berbau kolusi keluarga.

Kasus sudah merugikan rakyat Loteng ratusan juta, jangan sampai keadilannya juga ikut dirugikan. | Editor :  Redaksi

Penulis : Redaksi

Editor : Redaksi

Sumber Berita : Lombokdaily.net

🗂️🗂️🗂️🗂️LOMBOKDAILY TERKAIT

KEMENHAJ LOTENG BANTAH DUA ISU KKN: TIDAK ADA PILIH PETUGAS SUKA-SUKA DAN UANG PELICIN
NYAWA ANAK JADI TARUHAN! Kasus Dapur MBG Repok Puyung Meledak, Pakar: Jangan Cuma Hitung Porsi, Audit Total SPPG Sekarang! 
Empat Tahun Hidup dengan Psoriasis Usai Booster Covid-19, Warga NTB Tagih Kepastian Negara
PDAM Lombok Tengah Jangan Jadi Sapi Perah Politik
PDAM Loteng di Persimpangan: Pakar Desak Transparansi Uang Pelanggan dan Evaluasi Direksi
Pakar Lingkungan Desak ITDC Terbuka Soal CSR, Rangkul Pers dan Kreator Mandalika
SADE HARUS BANGKIT, TAPI WAJAH ASLINYA JANGAN HILANG
GEGER! Ikan Laut Dalam 4 Meter Terdampar di Pantai Pink, Pakar NTB: Bukan Tanda Gempa, Jangan Panik
Berita ini 4 kali dibaca

🗂️🗂️🗂️🗂️LOMBOKDAILY TERKAIT

Selasa, 22 September 2026 - 18:58 WIB

Rp 712 JUTA RAIB, SIDANG MALAH MAIN MATA? LSM Lidik Cium Hubungan Darah Hakim dan Pengacara

Minggu, 20 September 2026 - 08:43 WIB

KEMENHAJ LOTENG BANTAH DUA ISU KKN: TIDAK ADA PILIH PETUGAS SUKA-SUKA DAN UANG PELICIN

Sabtu, 12 September 2026 - 11:36 WIB

NYAWA ANAK JADI TARUHAN! Kasus Dapur MBG Repok Puyung Meledak, Pakar: Jangan Cuma Hitung Porsi, Audit Total SPPG Sekarang! 

Kamis, 10 September 2026 - 09:02 WIB

Empat Tahun Hidup dengan Psoriasis Usai Booster Covid-19, Warga NTB Tagih Kepastian Negara

Jumat, 4 September 2026 - 16:36 WIB

PDAM Lombok Tengah Jangan Jadi Sapi Perah Politik

🗂️🗂️🗂️🗂️LOMBOKDAILY TERBARU

Pemerintahan Lombokdaily

RSUD Praya Kebut Reakreditasi, Target Beres Desember 2026

Selasa, 22 Sep 2026 - 07:44 WIB