PANAS BUKAN ALASAN BUANG AIR KE JALAN

Minggu, 25 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PRAYA TENGAH— Cuaca panas di bulan Oktober membuat banyak orang tidak nyaman. Lalu muncul ajakan membuang satu ember air ke jalan, dengan harapan air itu menguap, jadi awan, lalu turun hujan.

Pakar lingkungan, Dr. (C). H. Nujumuddin, M.Si., mengatakan cara itu salah kaprah. Panas memang membuat air menguap, tapi air satu ember di aspal tidak akan bisa membuat hujan.

“Kalau ada yang buang air ke jalan berharap bisa mendatangkan hujan, itu namanya salah memahami alam. Bahkan saya sebut gerakan kurang kerjaan,” kata Nujumuddin.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menjelaskan, panas pada bulan Oktober ini terjadi karena matahari sedang berada tepat di atas wilayah selatan khatulistiwa. Pada tanggal 23 September lalu matahari bergeser ke selatan. Sekarang posisinya ada di atas Jawa, Bali, Nusa Tenggara, dan Lampung.

Baca Juga :  LSM Kasta NTB Jalankan Program Sosial Bulanan

Panas paling terasa sampai tanggal 28 Oktober. Mulai 1 November nanti, matahari sudah bergeser ke atas Samudera Indonesia, jadi udara tidak sepanas sekarang.

Panas juga diperkuat karena langit cerah, awan sedikit, dan udara kering. Tahun ini, BMKG juga menyebut ada El Niño yang sangat kuat dan IOD positif. Dua hal itu membuat awan hujan sulit terbentuk.

Menurut Nujumuddin, hujan tidak sesederhana air menguap lalu turun lagi di tempat yang sama. Uap air harus naik ke langit, mendingin, jadi awan, lalu butir airnya membesar baru bisa jatuh sebagai hujan. Semua itu butuh kelembapan, angin, dan kondisi udara yang pas.

Baca Juga :  Mahasiswa NTB :"Mamiq Pathul Lebih Condong Maju Jadi Gubernur Dibanding Yang Lain"

Jumlah air dari satu ember juga sangat kecil. Bandingkan dengan lautan yang luasnya lebih besar dari daratan Indonesia. Setiap hari laut, sungai, tanah, dan tumbuhan sudah menguap dengan sendirinya tanpa perlu kita buang air ke jalan.

Justru membuang air ke jalan bisa jadi pemborosan. Apalagi di daerah yang sedang susah air bersih. Air yang dibuang itu lebih baik untuk mandi, masak, atau menyiram tanaman. Kalau dibuang di jalan ramai, jalan bisa licin dan berbahaya. Kalau airnya kotor, bisa menimbulkan bau busuk.

Daripada sibuk buang air ke jalan, Nujumuddin mengajak warga melakukan hal yang lebih berguna: Hemat air.  Tanam dan rawat pohon peneduh. Perbanyak ruang hijau. Jaga saluran air dan sumber air. Ikuti info cuaca dari BMKG

Baca Juga :  Begini Arahan Kadiv Humas Mabes Polri Jelang Nataru

Pemerintah daerah juga diminta memperbanyak pohon, merawat ruang terbuka hijau, dan menjaga daerah resapan air.

Saat panas terik, warga sebaiknya mengurangi aktivitas berat di siang hari, pakai pelindung dari matahari, dan cukup minum.

“Kalau ingin membantu alam, lakukan yang benar-benar bermanfaat. Hemat air, tanam pohon, rawat lingkungan, dan ikuti informasi BMKG. Jangan sibuk buang air ke jalan, sementara masalah lingkungan yang sebenarnya tidak kita urus,” pungkasnya. Editor :  Muhammad ROSIDI

Penulis : TOH

Editor : Rossidi

Sumber Berita : Lombokdaily.net

🗂️🗂️🗂️🗂️LOMBOKDAILY TERKAIT

ARB Desak KPK Turun ke Lombok Tengah, Bongkar Mafia Tanah dan Hutan Lindung
PAKAR UNGKAP PETA CUACA NTB SAMPAI MARET 2027, OKTOBER PUNCAK PANAS – JANUARI WASPADA POHON TUMBANG
DARURAT LINGKUNGAN! Pakar Sebut Pasar Hewan Batunyala Bom Waktu Pencemaran Sungai di Lombok Tengah
Media Dicatut Jadi Peserta Demo di Kejari Loteng, PWI Protes Keras
Selamat Jalan Datok Bagu – Ulama Tanpa Pamrih yang Tak Pernah Milih Tamu
DPRD Loteng Diminta Pasang Badan Soal MotoGP, Jangan Lempar ke Pemda
JANGAN TAKUT ISU PERANG SAUDARA, MK HARUS TEGAK DI ATAS KONSTITUSI
Pakar NTB: Stop Kekerasan Seksual di Pesantren, Lindungi Santri Jangan Tutupi Kasus
Berita ini 9 kali dibaca

🗂️🗂️🗂️🗂️LOMBOKDAILY TERKAIT

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:35 WIB

PANAS BUKAN ALASAN BUANG AIR KE JALAN

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:50 WIB

ARB Desak KPK Turun ke Lombok Tengah, Bongkar Mafia Tanah dan Hutan Lindung

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 06:45 WIB

DARURAT LINGKUNGAN! Pakar Sebut Pasar Hewan Batunyala Bom Waktu Pencemaran Sungai di Lombok Tengah

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:39 WIB

Media Dicatut Jadi Peserta Demo di Kejari Loteng, PWI Protes Keras

Jumat, 16 Oktober 2026 - 06:59 WIB

Selamat Jalan Datok Bagu – Ulama Tanpa Pamrih yang Tak Pernah Milih Tamu

🗂️🗂️🗂️🗂️LOMBOKDAILY TERBARU

Steatment Lombokdaily

PANAS BUKAN ALASAN BUANG AIR KE JALAN

Minggu, 25 Okt 2026 - 20:35 WIB

Steatment Lombokdaily

ARB Desak KPK Turun ke Lombok Tengah, Bongkar Mafia Tanah dan Hutan Lindung

Jumat, 23 Okt 2026 - 20:50 WIB

Pemerintahan Lombokdaily

POLRESTA, Bupati  LOTENG DAN 314 CALON KADES DEKLARASIKAN PILKADES DAMAI 2026

Jumat, 23 Okt 2026 - 19:09 WIB

Pemerintahan Lombokdaily

Kemarau Panjang, Pegawai PDAM Loteng Salat Minta Hujan dan Bagi Santunan

Jumat, 23 Okt 2026 - 17:46 WIB