GEGER MI NW LEKOR! 3 GURU DIBABAT SEKALIGUS DALAM SEMALAM

Rabu, 4 November 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sapdan, Semukim, Laily Nuraidasari Didepak Bersamaan, Alasan Yayasan Cuma Satu Kalimat: Demi Kondusifitas

JANAPRIA, LOMBOK TENGAH – Jika kemarin satu guru dipecat bikin heboh, kali ini lebih brutal. Madrasah Ibtidaiyah NW Lekor mendadak jadi ladang pembantaian profesi. Tiga guru sekaligus dipenggal karirnya dalam satu ketukan palu yayasan!

Tiga SK kembar identik dari Yayasan Pendidikan “KARIM ABDURRAHIM” beredar dan langsung membakar emosi wali murid. Pemecatan massal tanpa ampun ini resmi diteken 01 November 2026 oleh Ketua Yayasan PATUHURRIJAL, S.Pd.I.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ini daftar korban pembabatan :

1. SAPDAN, S.Pd – Guru Kelas, Tulang Punggung Madrasah

SK No: 01.16/SK/YAS.KARIM/10/2026

2. LAILY NURAIDASARI, S.Pd – Guru Mapel SKI

SK No: 02.16/SK/YAS.KARIM/10/2026

3. SEMUKIM – Guru Mapel Bahasa Arab

Baca Juga :  Turut Bangun NTB di Bidang Teknologi AI, Aruna Group Gelar Seminar

Ketiganya: RESMI DIBERHENTIKAN TERHITUNG MULAI TANGGAL 30 OKTOBER 2026.

ALASAN SAKTI: CUMA SATU KALIMAT Kondusifitas

Yang bikin publik curiga, alasan pemecatan di ketiga SK itu tidak mendukung dalam pilkades Desa Lekor

“Untuk menjaga kondusifitas, kenyamanan dan lancarnya kegiatan belajar mengajar di lingkungan MI NW Lekor.”

Selesai. Tanpa rincian kesalahan. Tanpa SP1, SP2, SP3. Tanpa evaluasi kinerja. Tanpa sidang. Cuma satu kalimat sakti hasil rapat pengurus tanggal 30 Oktober 2026, lalu tiga kepala langsung dipenggal!

Ada apa di balik tembok MI NW Lekor? Yayasan main jadi Tuhan?

KORBAN BERSUARA : Dari tahun 2005 (19) TAHUN MENGABDI, DIBUANG SEPERTI SAMPAH

Salah satu korban, Sapdan, S.Pd, buka suara kepada media. Pria yang sudah mengabdi sejak 2005 dan penerima sertifikasi sejak 2013 ini syok berat.b”Saya dipecat tanggal 1 November, surat disodorin langsung. Tanpa pemberitahuan sebelumnya. Tidak ada SP, tidak ada teguran kinerja, tidak ada penjelasan. Tiba-tiba pecat,” ungkapnya lirih namun pedas. Ia mengaku bukan soal uang, tapi harga diri. “Saya dirugikan secara moral. Hak-hak kami, termasuk sertifikasi, tidak jelas. Padahal pengganti kami sudah disiapkan. Ini murni keputusan yayasan tanpa pertimbangan apapun.”

Baca Juga :  Gelar Rakor Kesiapan Pengamanan Festival Bau Nyale 2025

Dua rekannya, Semukim dan Laily Nuraidasari, senasib. Sama-sama guru bersertifikat yang jadi pilar madrasah.

ISU LIAR MEREBAK: BUNTUT PILKADES DAN NEPOTISME?

Warga Lekor pun berspekulasi liar. Pemecatan massal ini diduga kuat bukan soal kinerja, tapi buntut beda pilihan politik Pilkades dan aroma nepotisme kental dalam penunjukan pengganti. Isu “kesembuhan keluarga” dan balas dendam politik berhembus kencang di Tengah Masyarakat.

Baca Juga :  Ratusan Masyarakat Loteng Geram dengan Aktivitas PT Shadana ArifNusa, Diduga Lakukan Perambahan Hutan

SK pemecatan ini sudah final. Tembusannya sudah dikirim ke Kemenag Lombok Tengah, Pengawas RA/MI Janapria, Dewan Pembina Yayasan, dan Kepala MI NW Lekor.

Bola panas kini ada di Kemenag Lombok Tengah. Berani bertindak tegakkan keadilan guru madrasah, atau memilih bungkam dan jadi stempel yayasan yang main pecat seenak jidat?

Hingga berita ini naik cetak, Ketua Yayasan Karim Abdurrahim, Patuhurrijal, S.Pd.I, BUNGKAM SERIBU BAHASA. Dihubungi berkali-kali tidak menjawab.

Miris. Dunia pendidikan madrasah di Lekor benar-benar memanas. Guru yang seharusnya dimuliakan, kini dibabat dengan alasan tidak jelas. Lombok Daily masih membuka ruang hak jawab seluas-luasnya untuk Yayasan Karim Abdurrahim dan semua pihak terkait. Editor: Muhammad ROSIDI

(Tim Redaksi ).

Penulis : TOH

Editor : Rossidi

Sumber Berita : Lombokdaily.net

🗂️🗂️🗂️🗂️LOMBOKDAILY TERKAIT

Gebyar PAUD Lombok Tengah 2026 Meriah, Ribuan Anak Tampil Penuh Semangat
Ratusan Warga Kampung Nelayan Selong Belanak Datangi DPRD Loteng, Minta Kepastian Lahan
68 Tahun Tinggal, Ratusan Nelayan Diusir Mendadak! DPRD Digerebek, Pemdes Dituding Jadi Centeng Perusahaan Jakarta
HEBOH! Pilkades Darek Kacau Balau, Tokoh Pemuda Bongkar 27 Data Ngawur: NIK Hilang, DPT Fiktif!
DEBAT SKAKMAT DI DPRD LOTENG: Halim vs Ketua Komisi I Adu Mulut Soal Surat Sehat. “Buktikan Dulu Dia Storke”
GEGER CAGAR ALAM PRABU DIKAVLING JADI VILA! Ketua GMPRI Loteng Murka: Reboisasi Dulu, Jangan Jual Hutan Jadi Ladang Cuan PT Tira!
KANTOR DESA KABUL SEMPAT DISEGEL, KADIS PMD: ITU GAWE PANITIA, BUKAN GAWE DPMD
SKANDAL PILKADES KABUL MELEDAK: Surat Sehat Diduga Palsu, Uang BUMDes 11 Tahun Macet, KTP Siluman 6370 Lembar!
Berita ini 139 kali dibaca

🗂️🗂️🗂️🗂️LOMBOKDAILY TERKAIT

Rabu, 4 November 2026 - 15:37 WIB

GEGER MI NW LEKOR! 3 GURU DIBABAT SEKALIGUS DALAM SEMALAM

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:07 WIB

Gebyar PAUD Lombok Tengah 2026 Meriah, Ribuan Anak Tampil Penuh Semangat

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:51 WIB

Ratusan Warga Kampung Nelayan Selong Belanak Datangi DPRD Loteng, Minta Kepastian Lahan

Senin, 26 Oktober 2026 - 12:16 WIB

68 Tahun Tinggal, Ratusan Nelayan Diusir Mendadak! DPRD Digerebek, Pemdes Dituding Jadi Centeng Perusahaan Jakarta

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:24 WIB

HEBOH! Pilkades Darek Kacau Balau, Tokoh Pemuda Bongkar 27 Data Ngawur: NIK Hilang, DPT Fiktif!

🗂️🗂️🗂️🗂️LOMBOKDAILY TERBARU

Pendidikan Lombokdaily

GEGER MI NW LEKOR! 3 GURU DIBABAT SEKALIGUS DALAM SEMALAM

Rabu, 4 Nov 2026 - 15:37 WIB

Pemerintahan Lombokdaily

Dukungan INOVASI Percepat Pencapaian Prioritas Pendidikan di Lombok Tengah

Selasa, 3 Nov 2026 - 14:37 WIB

Pemerintahan Lombokdaily

H. Ilham Mahmudi Menang Pilkades Prai Meke, Warga Harap Desa Lebih Maju

Selasa, 3 Nov 2026 - 14:30 WIB