JANGAN TAKUT ISU PERANG SAUDARA, MK HARUS TEGAK DI ATAS KONSTITUSI

Selasa, 6 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lombokdaily.net- Pemerhati Politik Dr. (C). Nujumuddin, M.Si., mengingatkan Mahkamah Konstitusi (MK) jangan takut sama bayang-bayang politik soal nasib Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Menurut Nujum, MK itu penjaga konstitusi, bukan penjaga kenyamanan penguasa. Jadi kalau ada gugatan masyarakat soal status Gibran, MK harus putuskan pakai UUD 1945, undang-undang, fakta sidang dan bukti hukum. Bukan karena takut ribut.

” MK tidak boleh ambil keputusan karena takut politik. Kompasnya cuma satu, konstitusi,” kata Nujum.

Nujum menyatakan, pemberhentian Wakil Presiden itu aturannya sudah jelas di UUD 1945. Tidak bisa seenaknya. Harus lewat DPR, terus diuji MK, baru diputus di MPR. Jadi ini bukan urusan satu orang atau satu kelompok.

Soal adanya pernyataan tokoh yang bilang kalau Gibran diberhentikan bisa picu perang saudara, Nujum minta masyarakat kritis. Jangan mau ditakut-takuti.

Pendapat seperti yang disampaikan Yusril Ihza Mahendra dan Rocky Gerung boleh saja diperdebatkan di ruang demokrasi. Tapi itu bukan vonis bahwa Indonesia pasti perang saudara. Prediksi politik bukan fakta hukum.

Nujum mencontohkan sejarah. Soeharto yang berkuasa puluhan tahun dengan Orde Baru yang kuat, lengser tahun 1998. Memang ada krisis, tapi Indonesia tidak perang saudara.

Baca Juga :  Lima Bulan di Loteng, Kasi Intel Kejari Alfa Dera Pamit ke Jogja: Jaga Lombok, Jangan Sampai Sasak Jadi Tamu di Rumah Sendiri

Begitu juga waktu Gus Dur diberhentikan tahun 2001. Gus Dur punya massa besar, apalagi di NU. Tapi Indonesia tetap utuh sebagai negara kesatuan.

“Pertanyaannya, kalau Gibran diberhentikan lewat jalur konstitusi, siapa yang mau bela mati-matian sampai bawa bangsa ini perang saudara? Apakah basisnya benar-benar kuat atau cuma retorika untuk nakut-nakuti rakyat?” ujarnya.

Menurutnya, istilah perang saudara jangan dipakai sembarangan. Harus diuji. Siapa kelompoknya? Seberapa besar kekuatannya? Ada tidak yang terang-terangan mau melakukan kekerasan?

Nujum juga menyatakan, jangan mudah nuduh tokoh punya kepentingan pribadi kalau tidak ada bukti. Tapi publik berhak tanya soal konsistensi sikap, apalagi kalau pendapatnya dekat dengan kekuasaan.

Baca Juga :  Pakar NTB: Stop Kekerasan Seksual di Pesantren, Lindungi Santri Jangan Tutupi Kasus

Terakhir, Nujum menegaskan hakim MK tidak boleh terpengaruh suara pendukung atau penolak Gibran. Kalau secara hukum Gibran sah menjabat, ya harus diputus tetap menjabat. Kalau memang ada dasar konstitusional untuk diberhentikan dan prosedurnya lengkap, hukum harus ditegakkan.

“Yang dipertaruhkan bukan cuma nasib Gibran. Tapi keberanian kita menaruh konstitusi di atas kepentingan kekuasaan. Jangan takut sama proses hukum. Yang harus ditakuti itu kalau hukum malah tunduk sama rasa takut politik,” tutupnya. (Editor :  Muhammad ROSIDI.

Penulis : TOH

Editor : Redaksi

Sumber Berita : Lombokdaily.net

🗂️🗂️🗂️🗂️LOMBOKDAILY TERKAIT

PWI dan Polresta Loteng Kompak, Sepakat Bikin Lombok Tengah Tetap Adem Lewat Pemberitaan
SKANDAL PILKADES KABUL MELEDAK: Surat Sehat Diduga Palsu, Uang BUMDes 11 Tahun Macet, KTP Siluman 6370 Lembar!
Pakar NTB: Stop Kekerasan Seksual di Pesantren, Lindungi Santri Jangan Tutupi Kasus
Posyandu Rasa Alfamart? Ibu-Ibu di Mataram Heboh, Cek Kesehatan Anak Sambil Belanja!
Tongkat Komando Dokkes Polda NTB Berpindah: Kombes dr. Iskandar Resmi Jabat Kabiddokkes, Kapolda Titip Pesan Khusus
SEMEN HILANG, RAKYAT DIBIKIN MERAYAP! DARI LEMBAR SAMPAI MATARAM PROYEK LUMPUH, HARGA DIGORENG GILA-GILAAN
KEMENHAJ LOTENG BANTAH DUA ISU KKN: TIDAK ADA PILIH PETUGAS SUKA-SUKA DAN UANG PELICIN
Langit Lombok Makin Ramai, 66 Penerbangan Ekstra Siap Sambut MotoGP Mandalika 2026
Berita ini 23 kali dibaca

🗂️🗂️🗂️🗂️LOMBOKDAILY TERKAIT

Selasa, 6 Oktober 2026 - 05:52 WIB

JANGAN TAKUT ISU PERANG SAUDARA, MK HARUS TEGAK DI ATAS KONSTITUSI

Jumat, 2 Oktober 2026 - 12:09 WIB

PWI dan Polresta Loteng Kompak, Sepakat Bikin Lombok Tengah Tetap Adem Lewat Pemberitaan

Selasa, 29 September 2026 - 16:29 WIB

SKANDAL PILKADES KABUL MELEDAK: Surat Sehat Diduga Palsu, Uang BUMDes 11 Tahun Macet, KTP Siluman 6370 Lembar!

Senin, 28 September 2026 - 06:16 WIB

Pakar NTB: Stop Kekerasan Seksual di Pesantren, Lindungi Santri Jangan Tutupi Kasus

Kamis, 24 September 2026 - 18:49 WIB

Posyandu Rasa Alfamart? Ibu-Ibu di Mataram Heboh, Cek Kesehatan Anak Sambil Belanja!

🗂️🗂️🗂️🗂️LOMBOKDAILY TERBARU

Lombokdaily Internasional

JANGAN TAKUT ISU PERANG SAUDARA, MK HARUS TEGAK DI ATAS KONSTITUSI

Selasa, 6 Okt 2026 - 05:52 WIB