Ketua Umum Sasaka Nusantara NTB Somasi Gubernur Lalu Muhammad Iqbal Terkait Mark Up Honorarium Tim Percepatan Pembangunan NTB

Selasa, 11 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lombok Tengah (NTB)- Lalu Ibnu Hajar, Ketua Umum Sasaka Nusantara NTB, secara tegas mendesak Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk segera mengkaji, mengevaluasi, dan merevisi kembali anggaran atau honorarium Tim Percepatan Pembangunan dan Koordinasi Daerah NTB. Desakan ini muncul menyusul adanya indikasi penyalahgunaan anggaran yang diduga kuat sebagai praktik mark up dan korupsi kolusi nepotisme (KKN) dalam pengelolaan honorarium tim tersebut.

Sasaka Nusantara, atas nama masyarakat NTB, telah memberikan somasi resmi kepada Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal, dan Penjabat Sekretaris Daerah (PJ Sekda) NTB, Lalu Mohammad Faozal. Dalam somasi tersebut, mereka menuntut agar kedua pejabat tersebut tidak menyalahgunakan jabatan dan wewenangnya dalam pengambilan keputusan dan kebijakan publik, khususnya terkait anggaran honorarium Tim Percepatan Pembangunan.

Somasi ini bukan sekadar ancaman. Jika tuntutan mereka tidak diindahkan, Sasaka Nusantara menyatakan akan melakukan aksi protes dan menempuh jalur hukum untuk menindaklanjuti dugaan penyimpangan tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Diketahui, Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal telah menetapkan honorarium bagi tenaga ahli Gubernur untuk Percepatan Pembangunan dan Penguatan Koordinasi Tahun Anggaran 2025 melalui Surat Keputusan (SK) resmi. Pemerintah Provinsi NTB mengalokasikan anggaran sebesar Rp2,9 miliar per tahun untuk pembayaran honor tim percepatan tersebut.

Anggaran tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi 15 anggota tim percepatan, tetapi juga mencakup Koordinator Asisten, dua orang Asisten, Ketua Sekretariat, serta anggota Sekretariat. Rinciannya, Koordinator tim percepatan menerima honor Rp16 juta per bulan atau Rp192 juta per tahun. Wakil koordinator dan anggota tim masing-masing memperoleh Rp15 juta per bulan, dengan total anggaran Rp2,52 miliar per tahun untuk 14 orang.

Baca Juga :  Diduga Sebar Ujaran Kebencian Terhadap Gubernur NTB Akun Facebook Abiman Behadapan Dengan Hukum

Selain itu, Pemprov NTB juga menggaji asisten tim percepatan, dengan Koordinator Asisten menerima Rp7,5 juta per bulan atau Rp90 juta per tahun, dua orang asisten masing-masing Rp6 juta per bulan, total Rp144 juta per tahun. Ketua Sekretariat memperoleh Rp1 juta per bulan atau Rp12 juta per tahun, dan anggota sekretariat mendapat Rp750 ribu per bulan atau Rp9 juta per tahun.

Tim Percepatan Gubernur NTB ini dibentuk untuk membantu pelaksanaan program kerja dalam mewujudkan visi-misi NTB Makmur Mendunia. Tim ini diisi oleh akademisi, teknokrat, dan sejumlah profesional dengan kepakaran di bidangnya masing-masing. Namun, dalam daftar anggota tim ini terdapat mantan tim sukses pasangan Iqbal-Dinda, yang menimbulkan kecurigaan adanya konflik kepentingan dan potensi KKN.

Daftar Tim Percepatan Gubernur NTB terdiri dari 15 orang, antara lain:

 

Dr. Adhar Hakim, S.H., M.H. – Koordinator

Chairul Mahsul, S.H., M.M. – Wakil Koordinator

Dr. Prayitno Basuki, S.E., M.A. – Anggota

Baca Juga :  PJs Bupati Loteng Abdul Aziz Mengingatkan para Aparatur Sipil Negara atau ASN untuk Berlaku Netral.

Prof. Ir. Dahlanuddin, M.Rur.Sc., Ph.D. – Anggota

dr. I Ketut Artastra, M.P.H. – Anggota

Prof. Ir. Mohamad Taufik Fauzi, M.Sc., Ph.D. – Anggota

Prof. Dr. Sitti Hilyana – Anggota

Arum Kusumaningtyas, S.IP., M.Sc. – Anggota

Ir. Giri Arnawa, M.M. – Anggota

Akhmad Saripudin, S.Hut. – Anggota

Ahmad Junaidi, S.Pd., M.A., Ph.D. – Anggota

Ir. Lalu Martawijaya – Anggota

Lalu Pahrurrozi, S.T., M.E. – Anggota

Esti Wahyuni, S.IP. – Anggota

Dr. Baiq Mulianah, M.Pd.I. – Anggota

Somasi dan desakan ini menjadi sorotan publik dan mengundang perhatian berbagai pihak untuk mengawal transparansi dan akuntabilitas pengelolaan anggaran di NTB. Masyarakat berharap agar pemerintah daerah dapat segera menindaklanjuti dan memperbaiki kebijakan agar tidak terjadi penyalahgunaan dana publik.

Langkah-langkah konkret yang akan diambil oleh Sasaka Nusantara jika somasi kepada Gubernur NTB dan PJ Sekda NTB tidak diindahkan adalah sebagai berikut :

Melakukan Aksi Protes

Sasaka Nusantara akan mengorganisir dan melaksanakan aksi protes sebagai bentuk tekanan publik untuk menuntut transparansi dan keadilan dalam pengelolaan anggaran Tim Percepatan Pembangunan NTB.

Menempuh Proses Hukum

Jika somasi dan aksi protes tidak membuahkan hasil, Sasaka Nusantara akan melanjutkan dengan proses hukum. Ini berarti mereka akan membawa kasus dugaan mark up anggaran dan KKN tersebut ke ranah hukum untuk ditindaklanjuti sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.” Ujarnya.

Baca Juga :  Langgar Aturan Jarak, 25 Minimarket Waralaba di Loteng Disegel Sementara

Pelaporan ke Aparat Penegak Hukum. Sasaka Nusantara kemungkinan akan melaporkan dugaan penyalahgunaan anggaran dan praktik KKN tersebut ke aparat penegak hukum seperti Kepolisian Republik Indonesia (Polri) atau Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk dilakukan penyelidikan dan penyidikan.

Pengajuan Gugatan Tindak Pidana Korupsi

Jika bukti cukup, Sasaka Nusantara dapat mengajukan gugatan atau mendukung proses penuntutan terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat dalam tindak pidana korupsi sesuai dengan Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Pengawasan dan Pelaporan ke Lembaga Pengawas Pemerintah. Selain aparat hukum, Sasaka Nusantara juga dapat melaporkan kasus ini ke lembaga pengawas pemerintah seperti Inspektorat Provinsi NTB atau Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk audit dan evaluasi penggunaan anggaran. Melakukan Somasi dan Gugatan Perdata

Jika diperlukan, Sasaka Nusantara juga dapat menempuh jalur perdata dengan mengajukan gugatan untuk meminta pertanggungjawaban secara hukum dan administratif atas kerugian negara yang diduga terjadi.

Menggalang Dukungan Publik dan Media

Selain jalur hukum formal, Sasaka Nusantara kemungkinan akan menggalang dukungan publik dan media untuk memperkuat tekanan sosial agar proses hukum berjalan transparan dan adil.

Langkah-langkah ini menunjukkan pendekatan komprehensif yang dapat diambil oleh Sasaka Nusantara untuk menindaklanjuti somasi dan memastikan akuntabilitas serta transparansi dalam pengelolaan anggaran publik di NTB.|®|

 

Penulis : Rossi

Editor : Rossidi

Sumber Berita : Lombokdaily.net

🗂️🗂️🗂️🗂️LOMBOKDAILY TERKAIT

HUT RI ke-81 di Loteng Sukses, Merah Putih Berkibar di Halaman Kantor Bupati
Paskibraka Loteng Siap Gagah Kibarkan Merah Putih HUT ke-81 RI
LOMBOK PALING SOLAH SE-INDONESIA
Kajari Lombok Tengah Ganti, Bayu Novrian Dinata Resmi Dilantik
Capaian Kejari Loteng 2025: Amankan 15 Proyek, Pulihkan Aset Negara Rp 3 Miliar
Pengamat : Pathul Bahri Punya Empat Modal Besar Pimpin KONI NTB
Kejari Lombok Tengah Buka Ruang Dialog dengan Media untuk Perkuat Transparansi Publik
Sejalan Asta Cita Presiden, Kejari Lombok Tengah Berhasil Selamatkan Rp2,16 Miliar PAD untuk Perkuat Pembangunan Daerah
Berita ini 240 kali dibaca

🗂️🗂️🗂️🗂️LOMBOKDAILY TERKAIT

Senin, 17 Agustus 2026 - 21:45 WIB

HUT RI ke-81 di Loteng Sukses, Merah Putih Berkibar di Halaman Kantor Bupati

Senin, 17 Agustus 2026 - 18:46 WIB

Paskibraka Loteng Siap Gagah Kibarkan Merah Putih HUT ke-81 RI

Senin, 10 Agustus 2026 - 18:58 WIB

Kajari Lombok Tengah Ganti, Bayu Novrian Dinata Resmi Dilantik

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 06:37 WIB

Capaian Kejari Loteng 2025: Amankan 15 Proyek, Pulihkan Aset Negara Rp 3 Miliar

Jumat, 7 Agustus 2026 - 12:24 WIB

Pengamat : Pathul Bahri Punya Empat Modal Besar Pimpin KONI NTB

🗂️🗂️🗂️🗂️LOMBOKDAILY TERBARU

Pemerintahan Lombokdaily

HUT RI ke-81 di Loteng Sukses, Merah Putih Berkibar di Halaman Kantor Bupati

Senin, 17 Agu 2026 - 21:45 WIB

Pemerintahan Lombokdaily

Paskibraka Loteng Siap Gagah Kibarkan Merah Putih HUT ke-81 RI

Senin, 17 Agu 2026 - 18:46 WIB

Kepolisian Lombokdaily

KETAHUAN GADAI KALUNG PALSU, WANITA INISIAL S DI TANGKAP POLRESTA LOTENG

Sabtu, 15 Agu 2026 - 10:15 WIB

Peristiwa Lombokdaily

Fajar Berduka di Selat Lombok: KMP Putri Yasmin Terbakar di Tengah Laut

Rabu, 12 Agu 2026 - 12:33 WIB