Perda Pasar Rakyat Loteng Ketinggalan Aturan Pusat, Diminta Dirombak Total

Rabu, 23 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kanwil Kemenkum NTB: Perda Pasar Lombok Tengah Sudah Tidak Relevan, Harus Buat Baru

PRAYA, Lombok Tengah – Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Lombok Tengah Nomor 7 Tahun 2021 tentang Penataan Pasar Rakyat, Pusat Perbelanjaan dan Toko Swalayan bakal dirombak total.

Desakan itu datang dari Kantor Wilayah Kementerian Hukum Nusa Tenggara Barat (Kanwil Kemenkum NTB) setelah melakukan Analisis dan Evaluasi (Anev) terhadap Perda tersebut. Anev ini dilakukan atas permintaan Pemkab Lombok Tengah sendiri. Tujuannya untuk memastikan aturan daerah tetap sejalan dengan aturan nasional, tidak tumpang tindih, dan mampu menjawab kebutuhan pedagang serta iklim investasi.

Kajian dilakukan dengan sangat ketat menggunakan 6 dimensi evaluasi dari Badan Pembinaan Hukum Nasional (BPHN), mulai dari nilai Pancasila, ketepatan jenis aturan, hingga efektivitas di lapangan.

Hasilnya, secara filosofi Perda ini dinilai sudah bagus. Kanwil Kemenkum NTB menilai Perda tersebut sudah sejalan dengan nilai Pancasila, terutama soal keadilan sosial dan keberpihakan kepada UMKM dan pasar rakyat.

Namun, masalahnya ada di perkembangan aturan nasional. Sejak Perda itu dibuat tahun 2021, aturan pusat sudah banyak berubah, terutama soal perizinan berusaha berbasis risiko dan aturan perdagangan. Akibatnya, banyak pasal di Perda Loteng yang sudah tidak nyambung lagi dengan aturan di atasnya.

“Karena itu, Kanwil Kemenkum NTB merekomendasikan agar Perda Nomor 7 Tahun 2021 dicabut dan dibuat Perda baru yang lebih adaptif,” jelasnya dalam Rilis tersebut.

Baca Juga :  50 DPRD Hari ini Gelar Rapat Dengan Empat Agenda

Tak hanya itu, Kanwil juga menyarankan agar Pemkab memperkuat forum komunikasi yang mempertemukan pedagang pasar tradisional, pengusaha ritel modern, dan pemerintah. Tujuannya agar aturan baru nanti disusun bersama-sama dan tidak ada yang merasa dirugikan.

Menanggapi rekomendasi tersebut, Sekda kabupaten Loteng HL Firman Wijaya ST  menyatakan bahwa  menghargai hasil Anev itu. Pemkab menegaskan rekomendasi pencabutan bukan berarti seluruh isi Perda lama jelek dan harus dibuang.

“Ada banyak materi yang masih relevan dan bisa dipertahankan, hanya bagian yang sudah berubah rezim hukumnya saja yang perlu disesuaikan,” ujar Sekda haji Lalu Firman wijaya ST (23/9/2026).

Baca Juga :  Gelar Sidang Paripurna Pimpinan DPRD Loteng, Umumkan Masa Ahir Jabatan Bupati-Wabup dan Pelantikan Bupati -Wabup Terpilih pada Pilkada 2024

Saat ini, Pemkab akan melakukan kajian internal secara komprehensif. Semua aspek akan dipertimbangkan, mulai dari kepastian hukum, perlindungan pasar rakyat dan UMKM, kepentingan konsumen, hingga keberlangsungan dunia usaha dan investasi. Firman menegaskan komitmennya untuk menjaga keseimbangan. Di satu sisi pasar rakyat dan UMKM harus dilindungi, di sisi lain iklim usaha dan investasi harus tetap sehat dan mudah.

“Langkah ke depan akan tetap berada dalam kewenangan Pemda, dengan mempertimbangkan aturan yang lebih tinggi, masukan masyarakat, pelaku usaha, DPRD, dan semua pemangku kepentingan.” Pungkasnya. Editor:  Muhammad ROSIDI

Penulis : TOH

Editor : Rossidi

Sumber Berita : Lombokdaily.net

🗂️🗂️🗂️🗂️LOMBOKDAILY TERKAIT

Warga Sukaraja Titip Harapan di Reses HL Pelita Putra SH. Dari Bak Sampah Hingga Pembinaan Pemuda
Reses di Beber Lekong Empat, Warga Tagih Janji : Minta Terop, Kursi, MCK, Jalan, Hingga Modal Usaha
Reses di Desa Semoyang, Adi Bagus Karya Putra Tampung Aspirasi Warga Praya Timur Soal Jalan dan Irigasi
Dukungan INOVASI Percepat Pencapaian Prioritas Pendidikan di Lombok Tengah
H. Ilham Mahmudi Menang Pilkades Prai Meke, Warga Harap Desa Lebih Maju
Tastura Bergemuruh! SDN Janggawana dan SMPN 15 Mataram Berjaya di Bupati Cup Drumband 2026, Sekda Lombok Tengah Resmi Tutup Festival
Reses di Pujut, Warga Keluhkan Pupuk Langka dan Jalan Usaha Tani Rusak ke Anggota DPRD Sugiarto
Dari Desa untuk NTB: Teh Prabu dan Monkey Cave Raih Juara II
Berita ini 33 kali dibaca

🗂️🗂️🗂️🗂️LOMBOKDAILY TERKAIT

Sabtu, 7 November 2026 - 15:48 WIB

Warga Sukaraja Titip Harapan di Reses HL Pelita Putra SH. Dari Bak Sampah Hingga Pembinaan Pemuda

Jumat, 6 November 2026 - 19:51 WIB

Reses di Beber Lekong Empat, Warga Tagih Janji : Minta Terop, Kursi, MCK, Jalan, Hingga Modal Usaha

Rabu, 4 November 2026 - 08:20 WIB

Reses di Desa Semoyang, Adi Bagus Karya Putra Tampung Aspirasi Warga Praya Timur Soal Jalan dan Irigasi

Selasa, 3 November 2026 - 14:37 WIB

Dukungan INOVASI Percepat Pencapaian Prioritas Pendidikan di Lombok Tengah

Selasa, 3 November 2026 - 14:30 WIB

H. Ilham Mahmudi Menang Pilkades Prai Meke, Warga Harap Desa Lebih Maju

🗂️🗂️🗂️🗂️LOMBOKDAILY TERBARU