Hasan Masad : Aksi Intimidasi Terhadap Wartawan Loteng Memprihatinkan

Jumat, 17 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lombokdaily.net – Hasan Masad, Dewan Pendiri Lesa Demarkasi NTB, mengecam keras aksi Intimidasi yang dilakukan terhadap wartawan yang meliput persoalan PDAM Loteng. Menurutnya, aksi kekerasan tersebut tidak hanya mengganggu kebebasan pers, tetapi juga mencederai demokrasi.

Kritik terhadap Aksi Intimidasi 

Hasan Masad menyatakan bahwa persoalan di PDAM Loteng seharusnya dapat diselesaikan dengan cara-cara yang lebih santun dan demokratis. “Lombok Tengah itu kecil, masih bisa diselesaikan dengan duduk baik-baik dan ngopi,” ujarnya.

Menanggapi Berita yang Tidak Seimbang

Hasan Masad juga menyarankan agar PDAM Loteng menanggapi berita yang tidak seimbang dengan cara yang lebih konstruktif. “Jika ada berita yang menyoroti PDAM, balas saja dengan cara yang baik. Jika perlu, bawa ke Dewan Pers untuk klarifikasi kode etik,” katanya.

Baca Juga :  Sasaka Nusantara Desak Kejati NTB Segera Tersangkakan 13 Anggota DPRD NTB Penerima Gratifikasi

Mengapresiasi Langkah Wartawan

Baca Juga :  Bukan Di-Hack! Trik Psikologis Penipu WhatsApp Bermodal Foto Pejabat yang Harus Kita Waspadai

Hasan Masad mengapresiasi langkah wartawan yang melapor ke polisi atas aksi kekerasan yang dialami. “Langkah ini tepat untuk mengkonstruksikan persoalan agar tidak liar dan tidak ada lagi kegiatan premanisme yang berhubungan dengan kontrol publik dan kebebasan pers,” pungkasnya.|®|

Penulis : Rossi

Editor : Rossidi

Sumber Berita : Lombokdaily.net

🗂️🗂️🗂️🗂️LOMBOKDAILY TERKAIT

Dugaan Korupsi BGN : Ex Kepala Badan Disebut Terima Rp1 Miliar per Hari dari Jual Beli Titik SPPG MBG, Sasaka Nusantara Desak Kejagung Usut Tuntas
GADUH REKRUTMEN BPS: LSM LIDIK BONGKAR DUGAAN TITIPAN KADER PKB DI SENSUS EKONOMI 2026
Redam Polemik Peserta MTQ, LPTQ Loteng Gerak Cepat: Iqbal Tetap Utusan, Ahwazi Ikuti TC
Polres Lombok Tengah Sembelih 11 Sapi dan 5 Kambing, Daging Kurban Disalurkan ke Polsek hingga Ratusan Warga
BIAO, TAMAN ATAU TERMINAL? PEMERINTAH DISINDIR ‘NDEK TAOK GAWEK’ URUS JALUR MAUT PRAYA
8 BULAN DI BALIK JERUJI AKHIR PERJALANAN POLITIK ABAH UHEL
Korupsi Insentif Pajak PPJ Rp1,8 M, Tiga Eks Pejabat Bapenda Loteng Dituntut Penjara dan Sita Harta
Cegah Suap Izin, Kejari Loteng Ultimatum “Calo Berseragam” di Sektor Pariwisata
Berita ini 40 kali dibaca

🗂️🗂️🗂️🗂️LOMBOKDAILY TERKAIT

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:44 WIB

Dugaan Korupsi BGN : Ex Kepala Badan Disebut Terima Rp1 Miliar per Hari dari Jual Beli Titik SPPG MBG, Sasaka Nusantara Desak Kejagung Usut Tuntas

Kamis, 28 Mei 2026 - 13:20 WIB

Redam Polemik Peserta MTQ, LPTQ Loteng Gerak Cepat: Iqbal Tetap Utusan, Ahwazi Ikuti TC

Kamis, 28 Mei 2026 - 12:39 WIB

Polres Lombok Tengah Sembelih 11 Sapi dan 5 Kambing, Daging Kurban Disalurkan ke Polsek hingga Ratusan Warga

Jumat, 8 Mei 2026 - 08:16 WIB

BIAO, TAMAN ATAU TERMINAL? PEMERINTAH DISINDIR ‘NDEK TAOK GAWEK’ URUS JALUR MAUT PRAYA

Kamis, 7 Mei 2026 - 18:10 WIB

8 BULAN DI BALIK JERUJI AKHIR PERJALANAN POLITIK ABAH UHEL

🗂️🗂️🗂️🗂️LOMBOKDAILY TERBARU