Tuan Guru Belum Tersangka dan Belum Ditahan, Polisi Kejar Saksi Korban
LOMBOKDAILY.NET- Kasus dugaan asusila yang melibatkan oknum Tuan Guru di salah satu pondok pesantren di Lombok Tengah akhirnya buka suara. Kasat Reskrim Polres Loteng AKP Punguan Hutahaean menegaskan penanganan perkara ini menjadi prioritas utama.
Punguan menjelaskan, kasus ini sebenarnya sudah dilaporkan sejak Februari 2025. Sempat dilakukan pemeriksaan awal, namun setelah itu korban hilang kabar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sebelum viral kami sudah komunikasi intens. Mungkin korban punya pertimbangan pribadi sehingga hilang kabar. Monitoring terakhir kami, korban beserta barang bukti yang dikuasai berada di Mesir,” jelas Punguan (22/9/2026) dikantornya.
Polisi mengaku sudah memperkirakan alasan korban menghilang setelah melapor, mulai dari rasa malu hingga tekanan dari luar. Karena itu, pihaknya kini membuka ruang seluas-luasnya bagi korban lain yang takut melapor.
Untuk saksi dewasa akan dipanggil terbuka. Sementara untuk saksi korban, polisi akan berkoordinasi dengan PPA agar privasinya terjaga. Bahkan penyidik siap datang langsung ke lokasi korban.
Tuan Guru Belum Tersangka, Belum Ditahan
Menjawab isu Tuan Guru diamankan, Punguan menegaskan itu tidak benar. Hingga hari ini statusnya masih penyelidikan, belum tersangka.
“Untuk Tuan Guru tidak mungkin langsung periksa terlapor tanpa ada saksi. Kami fokus ke saksi dulu, baru saksi korban, baru terlapor. Tadi kami konfirmasi, beliau ada kegiatan pribadi di Mataram,” katanya.
Barang bukti berupa bukti digital pun baru diserahkan hari ini dan belum dianalisa. Punguan menegaskan polisi tidak mau melakukan persekusi.
“Kami mempedomani asas praduga tak bersalah. Kami ikuti SOP. Apa yang bisa dipercepat secara administrasi akan kami percepat, tapi tidak tanpa alat bukti,” tegasnya.
Pondok Kesan Tertutup, Ratusan Wali Jemput Anak
Saat penyidik berkunjung ke pondok, pihak pondok disebut cenderung tertutup dan melarang santri berbicara. Informasi dari orang tua, pondok meliburkan santri sampai hari Kamis.
Kondisi di lapangan sempat bergejolak, ratusan wali murid datang menjemput anak mereka.
Polres Loteng pun mendorong media dan masyarakat yang punya informasi untuk berani speak up. Polisi menjamin kerahasiaan pelapor.
“Kalau ada yang ingin speak up tapi tertutup, kami terbuka untuk ruang komunikasi,” tutup Punguan. | Editor: Muhammad ROSIDI
Penulis : TOH
Editor : Rossidi
Sumber Berita : Lombokdaily.net






















