LOMBOK TENGAH – Sebanyak 1.112 personel gabungan dikerahkan untuk mengamankan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026 di Kabupaten Lombok Tengah.
Pilkades akan digelar selama tiga hari, mulai Rabu 28 Oktober sampai Jumat 30 Oktober 2026.
Ribuan personel itu berasal dari Polri, TNI, Satpol PP, dan Damkar. Rinciannya, 590 personel dari Polresta Lombok Tengah, 90 personel Brimob Polda NTB, 200 personel TNI, 320 personel Satpol PP, dan 12 personel Damkar.
Kapolresta Lombok Tengah, Kombes Pol Hariyanto mengatakan, pengamanan ini untuk memastikan pemungutan suara berjalan aman, tertib, dan lancar.
Total ada 1.014 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang dijaga. Dari jumlah itu, 978 TPS dinilai aman, 36 TPS dinilai rawan, dan tidak ada TPS yang sangat rawan.
Untuk TPS yang aman, dua polisi akan menjaga 4 sampai 6 TPS dibantu Linmas. Untuk TPS rawan, dua polisi akan menjaga 2 TPS.
TPS rawan adalah TPS yang pernah ada konflik Pilkades, rawan intimidasi, politik uang, atau lokasinya sulit dijangkau.
Untuk wilayah pengamanan, Lombok Tengah dibagi jadi 4 rayon. Setiap polsek juga dibantu 2 perwira pengendali agar koordinasi di lapangan berjalan baik.
Polresta juga menyiapkan pasukan cadangan di Mapolresta. Ada satu peleton Brimob dan dua peleton Samapta yang siaga jika terjadi gangguan.
Meski begitu, polisi diminta tetap humanis. Semua personel yang jaga TPS dilarang membawa senjata api selama tugas.
Dengan kesiapan ini, Polresta berharap Pilkades Serentak 2026 berjalan aman dan kondusif sampai selesai. Editor: Muhammad ROSIDI
Penulis : TOH
Editor : Rossidi
Sumber Berita : Lombokdaily.net






















