LOTENG – Kasus dugaan pelecehan seksual di Ponpes Abul Barokat Wannafahat NWDI Bunkate, Desa Bungkate, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah akhirnya meledak.
Fakta ini diungkap langsung oleh pendamping korban, Joko Jumadi. Pria yang juga Ketua LPA Kota Mataram ini mengaku sudah memantau gerak-gerik terduga pelaku berinisial TG AWK sejak tahun 2008.
“Kami memantau kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh TG AWK ini sejak tahun 2008, kemudian di awal 2025, tepatnya tanggal 3 Februari 2025, kami memang sempat membuat laporan pengaduan dengan satu orang korban. Tapi kami memang memahami bahwa alat bukti yang kami peroleh saat itu masih sangat minim,” ujar Joko.
Karena bukti minim, laporan sempat jalan di tempat. Di tengah kebuntuan itu, teman-teman BGC menawarkan investigasi bersama. Gayung bersambut.
Dari investigasi kolaborasi itulah, bukti tambahan akhirnya dikantongi. Hari ini, semua bukti itu diserahkan ke Polresta Loteng.
“Bukan teman-teman Polresta yang lama memproses ini tidak, tapi memang kami akui sendiri dari pendamping, alat bukti awal memang masih minim. Alhamdulillah dari adik-adik korban masih sanggup memberikan bukti tambahan,” tegasnya.
Joko membeberkan, alat bukti tambahan itu bukan kaleng-kaleng. Pertama, ada rekaman pengakuan langsung dari korban berinisial WAN. Kedua, ada video rekaman yang menguatkan dugaan tersebut.
Kasus dugaan pelecehan seksual tersebut terjadi di lingkungan Ponpes Abul Barokat Wannafahat NWDI Bunkate yang berlokasi di Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah. Ponpes ini sebelumnya juga disorot dalam laporan investigasi BBC dan sempat dilaporkan ke Ditres PPA-PPO Polda NTB terkait dugaan persetubuhan terhadap santriwati.
Kini bola panas ada di tangan Aparat Penegak Hukum. Kemenag NTB sendiri sudah mendorong APH untuk tindak tegas jika terbukti.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Ponpes Abul Barokat Wannafahat belum berhasil dikonfirmasi. Diduga Awk menghilang alias Kabur.
Redaksi LombokDaily.Net masih membuka ruang hak jawab bagi semua pihak.
Jika Anda menjadi korban kekerasan di Ponpes, lapor hotline Kemenag NTB: 081-8509-007. Dijamin aman.A|Editor : Muhammad ROSIDI
Penulis : TOH
Editor : Rossidi
Sumber Berita : Lombokdaily.net






















