NUSA DUA, BADUNG – Harapan umat non-muslim untuk memiliki sarana ibadah yang layak di kawasan The Mandalika akhirnya bakal terwujud. Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah bersama PT Pengembangan Pariwisata Indonesia / ITDC sepakat menyiapkan lahan khusus untuk pembangunan Komplek Pusat Ibadah Umat Beragama.
Sebagai langkah awal, Bupati Lombok Tengah H. L. Pathul Bahri mengajak Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Lombok Tengah melakukan studi tiru ke Kawasan Puja Mandala ITDC Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Sabtu (7/9/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Rombongan dipimpin Sekretaris Daerah Lombok Tengah H. L. Firman Wijaya, didampingi Kepala Bakesbangpoldagri Loteng, anggota MUI Loteng, pimpinan Ponpes Manhalul Ulum Praya TGH L. Habiburokhman Faisal, Pimpinan Ponpes Berangsak TGH L. Tamin, serta sejumlah tokoh agama. Turut mendampingi GM The Mandalika Pari Wijaya.
Kunjungan tersebut diterima langsung GM ITDC Nusa Dua I Made Wijatmika, Kaban Kesbangpol Badung I Putu Mas Arimbawa, dan Ketua Paguyuban Umat Beragama Badung Wayan Soroni.
GM The Mandalika, Pari Wijaya yang pernah bertugas puluhan tahun di Nusa Dua menjelaskan, Puja Mandala yang berisi 5 rumah ibadah dalam satu kawasan telah menjadi ikon toleransi internasional Nusa Dua.
“Jika Nusa Dua sudah 53 tahun dan fokusnya MICE, maka Mandalika yang dimulai tahun 2008 fokus pada sport entertainment tourism. Konsep Puja Mandala ini sangat relevan untuk kita tiru di Mandalika,” jelas Pari.
Menurutnya, masterplan ITDC baik di Nusa Dua maupun Mandalika akan direview setiap 5 tahun untuk menyesuaikan perkembangan zaman.
Sementara itu, Kaban Kesbangpoldagri Badung, I Putu Mas Arimbawa sangat mengapresiasi program Pemda Loteng. Menurutnya toleransi dan koordinasi dengan FKUB adalah prasyarat utama.
“Wisatawan mancanegara yang datang ke kita bukan dari satu agama saja, melainkan berbagai agama. Maka wajib kita siapkan tempat ibadah sesuai kepercayaannya masing-masing,” tegasnya.
Ketua Paguyuban Umat Beragama Badung, Wayan Soroni menambahkan Puja Mandala artinya pusat area ibadah. Pemerintah wajib memberi rasa aman dan nyaman, sementara pengaturan desain menjadi kewenangan pengelola.
Sekda Lombok Tengah H. L. Firman Wijaya menjelaskan, Bupati Pathul Bahri sedianya hadir langsung, namun penerbangan Jakarta-Bali dibatalkan akibat erupsi gunung.
Firman menegaskan, Pemda Loteng serius. Jika di ITDC Nusa Dua lahan Puja Mandala seluas 1,8 hektare, di Mandalika disiapkan dua kali lipat.
“Kami usulkan 4 hektare untuk 6 agama yakni Islam, Hindu, Buddha, Kristen Katolik, Kristen Protestan, dan Khonghucu. Desain kawasan akan kita bahas bersama. Soal siapa yang membangun, yang membangun adalah umat beragama masing-masing,” ungkap Firman.
Lokasi yang diharapkan Pemda adalah lahan yang dekat dengan Pertamina Mandalika International Circuit.
“Penonton MotoGP setiap tahun mencapai 150 ribu lebih. Selama ini Pemda baru bisa menyediakan masjid, sementara sarana ibadah umat lain belum ada. Mudah-mudahan ini segera terealisasi, sehingga sarana ibadah ini tidak hanya jadi tempat ibadah, tapi juga menjadi kebanggaan dan simbol toleransi kita semua,” tutupnya.
Saat ini di KEK Mandalika tercatat ada 29 investor dan akan terus bertambah, termasuk rencana pembangunan hotel bintang 5 di kawasan Pantai Aan Kuta. | Editor: Muhammad ROSIDI
Penulis : TOH
Editor : Rossidi
Sumber Berita : Lombokdaily.net






















