Era Calo dan Penumpang Kebingungan Berakhir, Ground Transport Desk Resmi Digebrak Aidhil Philip Julian
PRAYA – Jika dulu tiba di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) rasanya seperti dilempar ke arena “rebutan” sopir taksi, kini ceritanya beda. PT Angkasa Pura Indonesia resmi mendobrak kesemrawutan itu.
Rabu, 21 Mei 2026, Ground Transport Desk resmi diluncurkan. Satu meja, semua moda transportasi darat. Tak ada lagi penumpang celingak-celinguk cari taksi, tak ada lagi tawar-menawar di pinggir jalan, tak ada lagi oknum nakal yang “menjebak” turis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
General Manager BIZAM, Aidhil Philip Julian, blak-blakan: ini soal wibawa bandara.
“Selama ini penumpang mendarat langsung disambut kekacauan. Sekarang kami pusatkan. Lebih tertata, mudah diakses, dan terintegrasi. Perjalanan harus seamless sejak kaki menginjak Lombok,” tegasnya.
Dari Kacau ke Kelas Satu
Sebelumnya, layanan transportasi di BIZAM tersebar bak lapak pasar. Penumpang baru turun pesawat sudah dihadapkan pada pilihan yang bikin pusing: taksi bandara di sini, travel di sana, Damri di ujung, rental di pojok.
Sekarang, 10 mitra resmi dikumpulkan dalam satu komando di Ground Transport Desk:
Transport service: Sumber Karya, CV. BIL Lokal Trans, Mandalika Tour & Travel, Dharma Lestari, Lombok Baru, CV. Rinjani Lombok Trans. Car rental: TRAC. Airport taxi: Bluebird. Public transport: Damri. Airport transfer & car rental: Goldenbird
Langkah ini bukan cuma soal kenyamanan. Ini soal image. BIZAM adalah pintu gerbang KEK Mandalika dan Leisure Airport kebanggaan NTB. Masa iya, kesan pertama yang didapat turis adalah “bandara ribet”?
Aidhil tak main-main. Ia mengultimatum seluruh mitra: jaga seragam, jaga sikap, jaga senyum. “Ekosistem pelayanan harus aman, tertib, dan berorientasi pada penumpang. Tidak ada toleransi untuk yang merusak nama baik,” ujarnya.
Tamparan untuk Calo, Angin Segar untuk Wisata
Dengan sistem terpusat, ruang gerak calo dan transportasi ilegal otomatis dipersempit. Penumpang kini punya kepastian harga dan layanan. Komersial area bandara pun diyakini bakal lebih optimal karena alur penumpang lebih rapi.
BIZAM sedang bersih-bersih. Ground Transport Desk adalah sapu pertama yang digerakkan. Pesannya jelas: Lombok tidak main-main menyambut tamu. Dari pintu bandara, semua harus beres.
Jika sebelumnya bandara hanya tempat mendarat, kini BIZAM ingin jadi alasan kenapa orang jatuh cinta pada Lombok sejak langkah pertama. []
Editor: Muhammad ROSIDI
Penulis : TOH
Editor : Rossidi
Sumber Berita : Lombokdaily.net






















