Mediasi Ricuh, Warga Desak Pelaku Pengeroyokan Dihakimi Massa di Mataram

Senin, 23 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mataram– Situasi tegang dilaporkan terjadi di Markas Kepolisian Sektor Mataram menyusul insiden kesalahpahaman antara pemuda Kelurahan Pagutan Presak Timur dan Kelurahan Pagutan Petemon pada Minggu malam, 22 Maret 2026. Mediasi antara tokoh masyarakat dari kedua belah pihak gagal mencapai titik temu, membuat massa dari Kelurahan Petemon mendesak agar terduga pelaku pengeroyokan diserahkan untuk diadili secara masyarakat.

 

Insiden bermula sekitar pukul 17.50 WITA di Jalan Raya Bung Karno, ketika sepasang suami istri asal Kelurahan Petemon yang baru pulang dari Surandi, dibuntuti oleh dua pengendara motor yang diduga pemuda dari Pagutan Presak. Korban, Dedi (warga Petemon), turun dari motor untuk menanyakan maksud tindakan tersebut, yang kemudian berujung pada cekcok dan pemukulan menggunakan helm oleh Dedi.

Tak lama setelah itu, ketiga pemuda dari Pagutan Presak menunggu dan menghadang Dedi beserta istrinya, lalu melakukan pengeroyokan terhadap Dedi.

Baca Juga :  Nama DKI Berpotensi Gantikan Anggota Dewan "M" Akibat Terjerat Hukum

 

Menanggapi kejadian tersebut, sekitar pukul 19.30 WITA, anggota Polsek Mataram mengamankan lima orang terduga pemuda Pagutan Presak yang terlibat pengeroyokan. Mediasi pun segera diupayakan dengan memanggil tokoh agama dan tokoh masyarakat dari kedua kelurahan pada pukul 20.00 WITA.

 

Namun, mediasi tersebut tidak berjalan lancar dan justru menimbulkan kericuhan di Mapolsek Mataram. Warga Kelurahan Petemon bersikeras meminta agar pelaku pengeroyokan dikeluarkan dari Polsek untuk diadili secara adat atau massa, yang membuat suasana semakin memanas.

Baca Juga :  ‎Bripka IS Diberhentikan Polres Loteng Gelar Upacara PTDH dan Pemberian Penghargaan Bagi Personel Berprestasi. 

Hingga laporan ini dibuat, situasi di Mapolsek Mataram masih belum kondusif, dengan massa dari kedua belah pihak masih berkumpul. Kekhawatiran akan adanya serangan balasan dari warga Petemon terhadap warga Pagutan Presak juga mencuat, mengingat ketidakpuasan keluarga korban terhadap hasil mediasi.

Petugas kepolisian terus berjaga untuk mengendalikan situasi dan mencegah eskalasi konflik lebih lanjut. Perkembangan situasi akan terus dilaporkan.(Redaksi)

Penulis : TOH

Editor : Redaksi

Sumber Berita : Lombokdaily.net

🗂️🗂️🗂️🗂️LOMBOKDAILY TERKAIT

Abah AIS Tumbang: Dari Pimpinan Ponpes ke Kursi Tersangka
PWI dan Polresta Loteng Kompak, Sepakat Bikin Lombok Tengah Tetap Adem Lewat Pemberitaan
BIAR FIT KAWAL MOTOGP, POLISI LOTENG CEK KESEHATAN DULU
POLRESTA LOTENG GELAR UPACARA HARI SAKTI PANCASILA, SEKALIGUS KASIH NAIK PANGKAT PENGABDIAN
PONPES ATAU SARANG NAFSU? 16 SANTRI DIDUGA JADI KORBAN MODUS ISTRI KEDUA
Abah Sumar Akhirnya Datang Penuhi Panggilan Polisi
Kombes Komang Tresna Dilepas, Kombes dr. Iskandar Nahkodai Kesehatan Polda NTB
Biar Makin Profesional, Ratusan Penyidik Polda NTB Ikut Uji Kompetensi
Berita ini 47 kali dibaca

🗂️🗂️🗂️🗂️LOMBOKDAILY TERKAIT

Selasa, 6 Oktober 2026 - 15:57 WIB

Abah AIS Tumbang: Dari Pimpinan Ponpes ke Kursi Tersangka

Jumat, 2 Oktober 2026 - 12:09 WIB

PWI dan Polresta Loteng Kompak, Sepakat Bikin Lombok Tengah Tetap Adem Lewat Pemberitaan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 12:29 WIB

BIAR FIT KAWAL MOTOGP, POLISI LOTENG CEK KESEHATAN DULU

Kamis, 1 Oktober 2026 - 11:02 WIB

POLRESTA LOTENG GELAR UPACARA HARI SAKTI PANCASILA, SEKALIGUS KASIH NAIK PANGKAT PENGABDIAN

Senin, 28 September 2026 - 19:36 WIB

PONPES ATAU SARANG NAFSU? 16 SANTRI DIDUGA JADI KORBAN MODUS ISTRI KEDUA

🗂️🗂️🗂️🗂️LOMBOKDAILY TERBARU

Kepolisian Lombokdaily

Abah AIS Tumbang: Dari Pimpinan Ponpes ke Kursi Tersangka

Selasa, 6 Okt 2026 - 15:57 WIB

Lombokdaily Internasional

JANGAN TAKUT ISU PERANG SAUDARA, MK HARUS TEGAK DI ATAS KONSTITUSI

Selasa, 6 Okt 2026 - 05:52 WIB