Kawal Asta Cita, Kejari Ultimatum Keras: Stop Akal-Akalan, Penjara Menanti!
PRAYA – Amarah Kejaksaan Negeri Lombok Tengah meledak. Demi mengawal Asta Cita Presiden, korps Adhyaksa setempat mengancam akan ‘menyikat’ habis oknum Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) hingga konsultan nakal yang berani bermain-main dengan uang pajak.
Kepala Kejaksaan Negeri Lombok Tengah, Putri Ayu Wulandari, menegaskan tak ada ampun bagi para penggarong PAD. Di hadapan jajaran Pemkab Loteng, ia blak-blakan menyebut uang pajak adalah urat nadi pembangunan yang haram dikotak-katik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Jika penerimaan pajak meningkat dan tidak ada kebocoran, dampaknya langsung dirasakan warga. Akan semakin banyak jalan dibangun, fasilitas kesehatan memadai, sekolah-sekolah. Maka dari itu, uang pajak ini jangan dikotak-katik!” tegas Putri Ayu dengan nada tinggi.
Preventif Dulu, Pidsus Mengintai
Putri Ayu menolak stigma bahwa Kejaksaan hanya bisa memenjarakan. Saat ini pihaknya mengedepankan pencegahan lewat Seksi Intelijen dan pendampingan Datun untuk Pemda.
Namun, ia melontarkan ultimatum maut: “Upaya preventif tidak berdampak? Peningkatan pemahaman sudah, pendampingan sudah. Kami tidak akan ragu menindak melalui Seksi Tindak Pidana Khusus. Pidsus menanti jika membandel!”
Kasi Intel ‘Ngamuk’: Jangan Aneh-Aneh!
Tembakan paling pedas datang dari Kasi Intel Kejari Loteng, Alfa Dera. Dikenal sebagai ‘kaka asuh’ anak-anak mantan terpidana hacker, ia membongkar langsung anatomi kebocoran pajak.
“Jangan macam-macam mengorupsi PAD, ini Asta Cita Presiden! Oknum PPAT, konsultan pajak, biro jasa, konsultan hukum, jangan aneh-aneh. Stop praktik pelaporan tidak real! Lombok Tengah ini kaya, nggak usah dikecil-kecilkan laporannya di atas kertas!” gebrak Alfa Dera.
Ia menyorot tajam para konsultan nakal yang mengajari pengusaha mengemplang pajak. “Kasih tahu saja berapa nilai pajak yang sebenarnya, lalu bayarkan! Jangan diajarin yang nggak bener. Kalau kalian main-main, rakyat Lombok yang susah!”
Alfa Dera memastikan hukum tak pandang bulu. “Mau dia pejabat tinggi, keponakan Bupati, kalau melanggar ya kita sikat!”
Jamin Investor Jujur, Birokrat Jangan Dipersulit
Di sisi lain, Kejari Loteng lewat Satgas Percepatan Investasi menjamin keamanan bagi investor taat aturan. Alfa Dera meminta iklim usaha sehat dijaga, birokrat dilarang mempersulit administrasi demi suap.
“Investasi harus cepat, tapi wajib sesuai tata ruang. Jaga alam kita, jangan izin dibikin sebebas-bebasnya lalu berujung bencana. Administrasi itu melayani, jangan sengaja dibuat rumit,” pungkasnya.
Langkah keras Kejari ini jadi sinyal: era ‘akalan-akalan’ pajak di Lombok Tengah sudah tamat. Membangkang, siap-siap dibui.
Editor: Muhammad ROSIDI
Penulis : TOH
Editor : Rossidi
Sumber Berita : Lombokdaily.net






















