PRAYA, LOMBOK TENGAH – Menghadapi persoalan sampah yang tak kunjung tuntas, Yayasan Selaksa Mandalika Lombok meluncurkan inovasi lokal bernama SAPU SAE Solusi Angkut Sampah Berbasis Digital. Lewat sistem ini, masyarakat Lombok Tengah kini tak perlu lagi menunggu jadwal angkut yang tak pasti. Cukup pesan melalui aplikasi, driver akan langsung menjemput sampah ke rumah.
SAPU SAE mengusung konsep layanan angkut sampah on-demand atau berbasis permintaan. Setelah dijemput, sampah dibawa ke depo atau TPS private untuk dipilah. Sampah yang masih bernilai ekonomi akan didaur ulang, sementara residu dikirim ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Ketua Umum Yayasan Selaksa Mandalika Lombok, Lalu Irwan Wahyudi, ST, selaku penggagas SAPU SAE menyebut program ini sebagai jawaban atas sistem pengangkutan sampah yang belum optimal. “Selama ini masyarakat harus menunggu jadwal angkut yang tidak selalu pasti. Kami ingin ubah itu. Dengan SAPU SAE, cukup pesan, layanan langsung datang ke rumah,” ujarnya, Rabu (29/4/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menegaskan, cara lama mengelola sampah harus ditinggalkan jika ingin ada perubahan. “Kalau terus pakai cara lama, masalahnya tidak akan selesai. Kita harus mulai perubahan dari sekarang,” tegas Lalu Irwan.
Sekretaris Yayasan, Lalu Satria Widagde Utame, SP, menilai pendekatan berbasis aplikasi ini lebih fleksibel dan sesuai kebutuhan masyarakat saat ini. “Ini bukan sekadar aplikasi. Ini perubahan cara kerja. Kita ingin menghadirkan sistem yang cepat, fleksibel, dan benar-benar dirasakan manfaatnya,” jelasnya. Dari sisi operasional, Direktur Operasional SAPU SAE, Lalu Yusri Yusra, SPD, menjelaskan bahwa sistem ini juga mendorong perubahan perilaku warga. Masyarakat didorong memilah sampah dari rumah. Sampah yang sudah terpilah akan langsung ditimbang. “Kalau belum, kami bantu pilah dengan biaya tambahan,” ungkapnya. Seluruh proses, mulai dari penimbangan hingga biaya layanan, dilakukan transparan lewat aplikasi. Sementara itu, Direktur Humas dan Kemitraan SAPU SAE, Lalu Paozan, SH, menekankan pentingnya kolaborasi. “Ini bukan program satu pihak. Kami ingin ini jadi gerakan bersama. Pemerintah, perusahaan, dan masyarakat harus terlibat,” tegasnya. Sebagai tahap awal, SAPU SAE akan diuji coba melalui pilot project di Lingkungan Kemulah, Kelurahan Panji Sari, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah.
Para penggagas berharap, SAPU SAE dapat menjadi langkah awal menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih modern di daerah, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat melalui sampah bernilai ekonomi.
Editor : Muhammad ROSIDI
Penulis : Rossi
Editor : Redaksi
Sumber Berita : Lombokdaily.net





















