MK Pecah Jadwal Pemilu: 2029 Nasional, 2031 Daerah – Era ‘Ekor Jas’ Resmi Berakhir

Kamis, 21 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Putusan MK 135/2024 ubah peta politik Indonesia. Kepala daerah tak lagi ‘numpang tenar’, rekrutmen KPU-Bawaslu diminta bebas titipan

PRAYA – Lanskap politik Indonesia bakal berubah total. Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 135/PUU-XXII/2024 memisahkan Pemilu Nasional dan Pemilu Daerah dengan jeda 2,5 tahun, mulai berlaku pada siklus 2029. Ini jadi perubahan sistem terbesar sejak reformasi 1998.

Demikian diungkapkan Lalu Darmawan, Dosen UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta 2008-2014, dalam tulisannya Rabu 20 Mei 2026.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berakhirnya Fenomena ‘Ekor Jas’

Selama ini, popularitas capres kerap jadi “mesin pendongkrak” suara caleg dan calon kepala daerah. Mulai 2029, pola itu diputus.

 

“Para elit daerah tidak lagi bisa numpang tenar dari figur pusat. Mereka harus bertarung pakai kekuatan sendiri, program kerja, dan kedekatan dengan isu lokal,” tulis Darmawan.

Dengan jadwal terpisah, Gubernur, Bupati, dan Wali Kota akan punya legitimasi politik sendiri. Artinya, kepala daerah tak lagi punya ‘utang politik’ ke Presiden terpilih. Ruang manuver jadi lebih lebar: bisa beda sikap dengan pusat, negosiasi lebih kuat, bahkan menolak kebijakan nasional jika dianggap merugikan daerah.

Baca Juga :  Waspadalah! Siapa Tahu Komplotan Specialist Rumah Kosong Intai Anda

Dua Sisi Mata Uang

Di satu sisi, putusan ini membuka peluang lahirnya aktor politik daerah yang lebih berani dan mandiri. Kepala daerah dari kubu oposisi nasional bisa muncul, membuat tarik ulur kebijakan pusat-daerah kian tajam.

Di sisi lain, pemenang Pemilu Nasional 2029 tetap punya modal besar. Dengan jaringan dan sumber daya nasional, mereka bisa mengonsolidasikan kekuatan untuk memenangkan kadernya di Pemilu Daerah 2031.

Persaingan menuju Senayan 2029 pun diprediksi makin sengit. Tokoh daerah akan pasang ‘dua jangkar’. Gagal ke DPR, mereka masih bisa turun ke kontestasi daerah. Akibatnya, kader satu partai bisa saling sikut lebih keras.

Biaya Politik Membengkak, Risiko Pj Meningkat

Darmawan mengingatkan, partai politik harus siap menghidupkan mesin dua kali dengan biaya berlipat. Frekuensi kampanye naik, risiko politik uang ikut membesar jika pengawasan kendor.

Baca Juga :  Bupati Loteng Pathul Bahri Buka Musrenbang RKPD Di 12 Kecamatan DiLoteng Untuk Tahun 2026

Masalah lain: kekosongan jabatan. Masa jabatan kepala daerah bisa habis sebelum Pemilu Daerah 2031 digelar. Kursi akan diisi Penjabat yang tidak dipilih rakyat. “Masa jabatan Pj bisa lama dan rawan tarik-menarik kepentingan pusat. Ini risiko demokrasi,” tegasnya.

Jadwal Baru Pemilu Versi MK 135/2024

Jenis Pemilu Presiden, DPR, DPD jabatan 2024-2029. Periode Jabatannya Agustus 2027 – Juni 2029. coblosan 2029

Pemilu Daerah.Gubernur, Bupati/Wali Kota, DPRD Prov/Kab/Kota. 2024/2025-2031. Tahapan Pemilu Berikutnya. Desember 2030 – Juni 2031, coblosan 2031.

Usul Reformasi: Rekrutmen KPU-Bawaslu Harus Serentak

Selain jadwal, Darmawan menyoroti carut marut rekrutmen penyelenggara. Selama ini, pergantian komisioner KPU-Bawaslu sering mepet hari-H pemilu. Ia mencontohkan, Ketua KPU kabupaten masih distribusi logistik pada 13 Februari 2024, padahal masa jabatannya habis dan pemungutan suara 14 Februari 2024.

Solusinya: serentak dan sederhana.

Tiga Usulan Pembaruan Seleksi:

1. Pangkas Politisasi: Hapus uji kelayakan oleh DPR. Panitia Seleksi cukup serahkan 14 nama calon KPU RI dan 10 nama calon Bawaslu RI langsung ke Presiden untuk ditetapkan. 2. Perketat Pansel: Pansel di provinsi dan kabupaten/kota wajib diisi akademisi dan profesional dengan keilmuan politik, administrasi publik, dan hukum. Istilah ‘tokoh masyarakat’ dihapus karena terlalu bias dan rawan titipan. 3. Uji Publik Wajib: Nama calon Pansel harus diumumkan terbuka. Masyarakat bisa memberi masukan. Anggota Pansel baru sah jika rekam jejaknya bersih dari kepentingan tersembunyi.

Baca Juga :  Musim Penghujan Tiba, TNI/Polri dan Warga Waspadai Banjir

Menurut Darmawan, reformasi ini mendesak. “Selama ini seleksi sering jadi formalitas. Ada yang jual nama tokoh atau ormas untuk loloskan calon pesanan, padahal tidak kompeten,” ujarnya.

Putusan MK 135/2024 bukan sekadar mengubah tanggal. Ia menguji kedewasaan demokrasi Indonesia: mampukah partai, penyelenggara, dan pemilih beradaptasi dengan pertarungan yang lebih lokal, mahal, dan terbuka?

Jawabannya akan terlihat mulai 2029.

Editor: Redaksi

 

 

Penulis : Redaksi

Editor : Redaksi

Sumber Berita : Lombokdaily.net

🗂️🗂️🗂️🗂️LOMBOKDAILY TERKAIT

KANTOR DESA KABUL SEMPAT DISEGEL, KADIS PMD: ITU GAWE PANITIA, BUKAN GAWE DPMD
TKD Pusat Dipangkas, Gerindra DPRD Loteng: Jangan Sampai Rakyat Jadi Korban!
Digembleng 3 Hari di Sedau Rasa Hambalang, 500 Pemuda NTB Siap Jadi Laskar Gerindra
Fraksi Bintang Rakyat Soroti APBD Perubahan Loteng 2026: Pendapatan Sah Anjlok Rp17 Miliar
Fraksi PKS Terima Perubahan APBD Lombok Tengah 2026, Tapi Ingatkan: Yang Dibutuhkan Manfaat 100%, Bukan Sekadar Serapan 100%
DPRD Loteng Bahas Dua Aturan Penting: Soal Aset Daerah dan Cegah Kebakaran
Penetapan DPT Pilkades 2026 Desa Murbaya, Kecamatan Pringgarata
APBD Loteng 2027 Rp2,57 Triliun, wabup Nursiah Target Kemiskinan Turun di Bawah 10 Persen
Berita ini 105 kali dibaca

🗂️🗂️🗂️🗂️LOMBOKDAILY TERKAIT

Kamis, 1 Oktober 2026 - 14:56 WIB

KANTOR DESA KABUL SEMPAT DISEGEL, KADIS PMD: ITU GAWE PANITIA, BUKAN GAWE DPMD

Rabu, 16 September 2026 - 06:34 WIB

TKD Pusat Dipangkas, Gerindra DPRD Loteng: Jangan Sampai Rakyat Jadi Korban!

Selasa, 15 September 2026 - 19:54 WIB

Digembleng 3 Hari di Sedau Rasa Hambalang, 500 Pemuda NTB Siap Jadi Laskar Gerindra

Senin, 14 September 2026 - 20:27 WIB

Fraksi Bintang Rakyat Soroti APBD Perubahan Loteng 2026: Pendapatan Sah Anjlok Rp17 Miliar

Senin, 14 September 2026 - 20:10 WIB

Fraksi PKS Terima Perubahan APBD Lombok Tengah 2026, Tapi Ingatkan: Yang Dibutuhkan Manfaat 100%, Bukan Sekadar Serapan 100%

🗂️🗂️🗂️🗂️LOMBOKDAILY TERBARU

Steatment Lombokdaily

DPRD Loteng Diminta Pasang Badan Soal MotoGP, Jangan Lempar ke Pemda

Kamis, 15 Okt 2026 - 01:39 WIB

Pemerintahan Lombokdaily

RIBUAN LOKER DIBUKA! 1.282 Lowongan di Job Fair Masmirah Praya

Rabu, 14 Okt 2026 - 21:18 WIB

Lombokdaily Nasional

Paripurna HUT Loteng ke-81: Dari Duka Sade Sampai Sukses MotoGP

Rabu, 14 Okt 2026 - 16:51 WIB

Pemerintahan Lombokdaily

BUNG MEMET: MISKIN TURUN, TAPI NGANGGUR NAIK – ITU PR BESAR LOTENG

Rabu, 14 Okt 2026 - 16:02 WIB

Pemerintahan Lombokdaily

Ketua Komisi I DPRD Loteng: Tribun MotoGP Kosong, Loteng Belum Dapat Apa-Apa

Rabu, 14 Okt 2026 - 15:53 WIB