ARB Soroti Dugaan Kebocoran PAD Lombok Tengah, Desak Perbaikan Gaji Nakes PPPK Paruh Waktu

Sabtu, 18 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lombok Tengah — Lembaga Arah Reformasi Bersuara (ARB) melontarkan kritik keras terhadap Pemerintah Daerah Lombok Tengah terkait polemik gaji tenaga kesehatan (nakes) PPPK paruh waktu yang hanya sekitar Rp200 ribu per bulan. Ketua Umum ARB, Lalu Eko Mihardi, menilai kebijakan tersebut tidak manusiawi sekaligus menyoroti dugaan kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagai salah satu akar persoalan. Menurut ARB, alasan keterbatasan anggaran yang selama ini disampaikan Pemda tidak sepenuhnya bisa dijadikan pembenaran. Mereka menilai perlu ada audit menyeluruh terhadap pengelolaan PAD, termasuk potensi kebocoran di sejumlah sektor.

“Kalau PAD dikelola optimal dan kebocoran bisa ditekan, sangat tidak masuk akal nakes hanya digaji Rp200 ribu. Ini bukan semata soal tidak ada uang, tapi soal pengelolaan yang harus dibenahi,” tegas Lalu Eko Mihardi.

Baca Juga :  Dukungan Ketua DPC Partai Demokrat NTB Menguat untuk Amrul Jihadi Pimpin DPD

ARB menduga kebocoran PAD berpotensi terjadi pada beberapa lini, seperti sektor retribusi, pajak daerah, hingga pengelolaan aset. Karena itu, mereka mendorong Pemda segera melakukan evaluasi transparan dan akuntabel, termasuk dengan melibatkan lembaga pengawas independen.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain soal PAD, ARB juga meminta keberanian politik dari kepala daerah untuk melakukan realokasi anggaran secara signifikan. Belanja yang dinilai tidak prioritas, seperti kegiatan seremonial dan perjalanan dinas, diminta dipangkas demi meningkatkan kesejahteraan tenaga kesehatan. “Jangan sampai ada kesan anggaran bocor di sana sini, tapi yang dikorbankan justru tenaga kesehatan di garis depan,” lanjut Eko. ARB juga menyoroti ketimpangan honor di internal tenaga kerja daerah. Mereka menyebut sebagian tenaga non-medis justru menerima honor lebih tinggi dibanding nakes. Kondisi ini dinilai mencederai rasa keadilan dan menunjukkan belum adanya standar kebijakan pengupahan yang jelas.

Baca Juga :  Polres Loteng dan Pihak Sekolah Damaikan Perkelahian Antar Pelajar di Pujut

Sebagai solusi, ARB mengusulkan empat langkah konkret

Penelusuran dan penutupan kebocoran PAD. Penetapan standar honor minimum bagi nakes PPPK. Penyusunan roadmap pengangkatan PPPK paruh waktu menjadi penuh waktu. Mendorong dukungan anggaran dari pemerintah pusat

Baca Juga :  Sambangi Teluk Cempi, LMI Lihat Potensi Tuna di Samudra Hindia 

Sementara itu, para nakes PPPK paruh waktu di Lombok Tengah terus menyuarakan tuntutan agar gaji dinaikkan menjadi minimal Rp1 juta per bulan. Mereka menilai upah saat ini jauh dari layak mengingat beban kerja dan risiko yang dihadapi setiap hari.

Persoalan ini dinilai menguatkan desakan perlunya reformasi dalam pengelolaan keuangan daerah. Transparansi dan efisiensi disebut menjadi kunci agar kebijakan anggaran benar-benar berpihak pada sektor vital seperti kesehatan. “Jangan sampai kita meninggalkan tenaga medis dalam kondisi memprihatinkan,” tutup Lalu Eko Mihardi. (TH).

 

 

 

Penulis : TOH

Editor : Rossidi

Sumber Berita : Lombokdaily.net

🗂️🗂️🗂️🗂️LOMBOKDAILY TERKAIT

DARURAT LINGKUNGAN! Pakar Sebut Pasar Hewan Batunyala Bom Waktu Pencemaran Sungai di Lombok Tengah
Media Dicatut Jadi Peserta Demo di Kejari Loteng, PWI Protes Keras
Selamat Jalan Datok Bagu – Ulama Tanpa Pamrih yang Tak Pernah Milih Tamu
DPRD Loteng Diminta Pasang Badan Soal MotoGP, Jangan Lempar ke Pemda
HEBOH! Pilkades Darek Kacau Balau, Tokoh Pemuda Bongkar 27 Data Ngawur: NIK Hilang, DPT Fiktif!
DEBAT SKAKMAT DI DPRD LOTENG: Halim vs Ketua Komisi I Adu Mulut Soal Surat Sehat. “Buktikan Dulu Dia Storke”
JANGAN TAKUT ISU PERANG SAUDARA, MK HARUS TEGAK DI ATAS KONSTITUSI
GEGER CAGAR ALAM PRABU DIKAVLING JADI VILA! Ketua GMPRI Loteng Murka: Reboisasi Dulu, Jangan Jual Hutan Jadi Ladang Cuan PT Tira!
Berita ini 179 kali dibaca

🗂️🗂️🗂️🗂️LOMBOKDAILY TERKAIT

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 06:45 WIB

DARURAT LINGKUNGAN! Pakar Sebut Pasar Hewan Batunyala Bom Waktu Pencemaran Sungai di Lombok Tengah

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:39 WIB

Media Dicatut Jadi Peserta Demo di Kejari Loteng, PWI Protes Keras

Jumat, 16 Oktober 2026 - 06:59 WIB

Selamat Jalan Datok Bagu – Ulama Tanpa Pamrih yang Tak Pernah Milih Tamu

Kamis, 15 Oktober 2026 - 01:39 WIB

DPRD Loteng Diminta Pasang Badan Soal MotoGP, Jangan Lempar ke Pemda

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:24 WIB

HEBOH! Pilkades Darek Kacau Balau, Tokoh Pemuda Bongkar 27 Data Ngawur: NIK Hilang, DPT Fiktif!

🗂️🗂️🗂️🗂️LOMBOKDAILY TERBARU

Pemerintahan Lombokdaily

FRAKSI PBR SOROTI APBD 2027 LOTENG Rp2,5 TRILIUN: JANGAN HANYA FOKUS DI MANDALIKA

Senin, 19 Okt 2026 - 19:21 WIB